Langsung ke konten utama

Buku

Saat kecintaan kita terhadap sesuatu melewati batas, biasanya memiliki gejala seperti kecanduan obat. Hanya tenang bila bisa merasakan atau ada di dekatnya secara berkala, dan sakaw ketika sudah lama tak merasakannya. Dan sesuatu tersebut bisa apa saja, dari obat-obatan, benda mati, juga manusia. Termasuk (membuat) sepatu. Inilah ide dasar cerita novel 'Sepatu Terakhir' yang baru saya baca awal Mei kemarin.
sumber: pribadi


Buku dari tahun 2012 itu baru saya baca karena dipinjemin temen sebelum berangkat ke bali-lombok kemaren. Emang sengaja minta pinjem buku cerita apapun, biar gak bosen di jalan. Kebetulan buku-buku cerita yang saya punya gak banyak dan udah dibaca semua, jadi minjem aja deh. Dan ternyata hanya butuh dua hari buat namatin, padahal waktu itu perjalanan masih 6 hari lagi xD. Tapi entah kenapa, sepulang liburan, muncul hasrat untuk terus baca buku lagi. Sesuatu yang sudah lama tak terasa..


Once upon a time, saya pernah menjadi kutu buku. Gak terlalu 'kutu buku' juga sih, karena yg paling banyak dibaca tetep komik atau manga xD. Sejak SMA sampe kuliah tahun2 awal pun masih sering baca buku, mungkin setahun at least ngabisin 5 buku kali ya. Namun semua berubah ketika negara api menyerang kesibukan meningkat, interaksi dengan buku pun berkurang drastis. Dan itu terus berlanjut sampe sebulan yang lalu. Dalam setahun, paling cuma dua tiga buku yang bener-bener abis dibaca. Ya, dibaca dari awal sampe akhir. Karena banyak yang mulai dibaca tapi gak sampe abis :p

Dan sebulan terakhir ini, somehow sudah tiga buku yang abis dibaca. Wow, jumlah yang sama atau bahkan lebih dibanding setahun lalu. Dua buku cerita alias novel, dan satu nonfiksi. Dari situ akhirnya saya sadar: ternyata lebih mudah buat ngabisin baca yang fiksi daripada nonfiksi (kemane aje lu! xD). Namun sayangnya, kebanyakan buku yang belom dibaca dan masih diplastikin itu nonfiksi, doh. Akhirnya sekarang saya mau coba metode selang-seling: fiksi-nonfiksi-fiksi-nonfiksi-dst..

Kenapa pengen coba metode begitu, karena setelah direnungkan, selama ini males ngabisin buku nonfiksi karena gampang bosen sama isinya. Dan kalau buku cerita biasanya lebih menarik. Ibaratnya, kalau mau gampang tidur bacanya yang nonfiksi aja, kalau mau begadang bacanya novel xD. Nah kalau selang seling gini, ada motivasi tambahan: kalau udah abis baca nonfiksi, akan ada 'petualangan' baru yang menanti untuk dieksplorasi! woohoo!

Tapi..stok buku ceritanya tinggal dua. Alamat bakal minjem lagi nih, haha. Sekarang saya emang lagi batesin beli buku baru kalo gak ada diskon, karena masih banyak yang belum dibaca. Nanti kalo udah sampe 10 buku abis, baru deh anggarin beli yg baru. Rencananya sih gitu :p. Sebenernya agak gak enak juga sih minjem mulu, apalagi minjemnya sama org yg sama terus, ntar jadi 4L: lo lagi lo lagi xD.

Tapi..mungkin ada cara biar bisa bebas baca tanpa minjem atau beli: cari pasangan yang punya banyak koleksi cerita atau novel, wkwkwk. AH ELAH, ke sono mulu mikirnya xD.

Oke, lupakan sejenak masalah itu. Bentar lagi udah ramadhan (ya Allah sampaikanlah kami padanya..), semoga nanti baca bukunya jadi habit bareng tilawah harian, ngisi waktu-waktu kosong atau gantiin kegiatan2 yg kurang produktif. Dan semoga yang dibaca juga bisa nambah wawasan dan inspirasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ayo membaca!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi: La Tahzan for Love

Identitas buku Judul : La Tahzan for Love
Judul Asli : Khaifatun Min al-Hubb
Penulis : Najla Mahfudz
Penerbit : Akar Media

Sebuah buku yang berisi tentang berbagai macam cerita mengenai lika-liku kehidupan remaja. Salah satu seri dari buku berjudul ‘La Tahzan..’ ini mengkhususkan pembahasan tentang sebuah perasaan yang dialami semua orang, cinta. (liat dari judulnya juga bisa kan? hehe)

Sejak Adam dan Hawa diciptakan, persoalan mengenai cinta selalu mewarnai kehidupan umat manusia. Cinta dapat memberikan perdamaian di muka bumi ini, namun cinta pula dapat menjadi penyebab hancur leburnya dunia di tangan manusia. Cinta atau kasih sayang bagai mawar merah yang indah, dia dapat memberikan kenyamanan untuk siapa saja yang melihatnya tetapi dia juga dapat melukai kulit bila kita tidak hati-hati dengannya. Terlebih lagi di jaman sekarang, para remaja yang sedang mencari jati diri sering merasa tersiksa akibat pengertian cinta yang salah. Mereka yang belum mengenal dan mencoba untuk mengeta…

Knowing

Hari rabu minggu lalu, entah setelah berapa lama akhirnya penulis berkesempatan untuk menonton bioskop lagi. Mungkin sudah lebih dari setengah tahun kali ya, selama itu nonton film ‘bioskop’nya di kelas atau gak laptop sendiri, hehe. Lumayan menghemat loh, misalkan paling murah tiket bioskop 10.000, sebulan paling gak ada satu film baru yang wajib tonton, 6x10000= 60.000! belum lagi ongkos, snack atau makannya, minum juga pastinya, benar2 menghemat kan. haha, perhitungan banget ye. Apapun itu, film yang berhasil ditonton minggu lalu adalah Knowing. Ada yang unik saat memutuskan untuk menonton film ini. Begini ceritanya, penulis memilih bioskop yang paling dekat rumah untuk menonton (hidup cijantung!), dan kebetulan film yang diputar salah satunya adalah Knowing. Ternyata Knowing itu satu-satunya film produksi luar negeri yang ada di daftar main bioskop itu, lainnya film dalam negeri. Sekedar informasi, di daerah sini memang yang lebih laku itu film lokal, film hollywood gitu cuma sed…

Daftar Pranala Blog-nya anak Jagung

Yak berikut daftar pranala blog anak fasilkom ui 2009 alias Jagung. Dicari dan diambil dari berbagai sumber secara brute force. Yang diambil adalah blog dengan domain sendiri atau yang ada di blogspot, wordpress, blogsome, deviantart, tumblr, .co.cc, dan livejournal. Selain itu seperti formspring dan twitter tidak dimasukkan karena kayaknya bukan termasuk kategori 'blog'. Kalau ada yang ingin menambahkan atau justru tidak ingin dimasukkan, feel free to contact me :)