Langsung ke konten utama

Skenario

Beberapa waktu lalu, saya membaca manga One Piece mulai dari chapter 1 sampai yang terbaru. Bukan apa-apa sih, cuma penasaran aja cerita utuhnya dari awal, karena dulu mulai baca tuh dari volume 34. Pertama tau One Piece dari kartun minggu pagi di RCTI, yang paling diinget sih waktu itu lagi arc Alabasta. Terus lama setelahnya, lagi ngantri di indomaret ngeliat komik One Piece di etalase majalah2. Kok kayaknya menarik ya, dibeli deh sekalian. Ceritanya pas banget yang Davy fight back, kocak banget waktu itu bacanya. Abis itu langsung deh ngikutin ceritanya.

Setelah beberapa komik lanjutan dan akhirnya switch ke mangascan, baru sadar ternyata One Piece ini sangat populer ya, baik di Jepang maupun seluruh dunia. Ceritanya yang sangat sangat kaya karakter dan plot bikin orang enjoy bacanya. Oda-sensei, pengarangnya, juga gak asal bikin cerita yang putus-putus, tapi semua itu ada benang merahnya. Bahkan cover dan cerita sampingan, juga wawancara di majalah, bisa jadi clue untuk cerita2 selanjutnya. Ini yang bikin banyak fans diskusi tentang teori2 yang ada di dunia One Piece.


sumber


Inilah salah satu yang saya suka dari One Piece, atau dengan kata lain Oda-sensei sebagai pengarang cerita. Dia udah punya grand design untuk cerita ini, dan menyampaikannya sedikit demi sedikit di manga. Pengembangan karakter dan ceritanya keliatan bener-bener diukur sebelum dipublish, dan hal-hal detail diperhatikan betul, gak asal gambar. Kita yang jadi casual reader, atau mungkin juga karakter2 di dalamnya, dibikin terus penasaran bakal kemana arah ceritanya. Padahal kalau dari sisi Oda-sensei, dia yang paling tahu akhir ceritanya mungkin senyam senyum aja ngeliat respon atau teori2 dari fans One Piece, hehe.

Saya jadi teringat perkataan, bahwa tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Masing-masing dari kita sudah punya grand design yang disusun olehNya. Tiap pertemuan, perpisahan, keberhasilan, kegagalan semuanya adalah bagian dari desain tersebut. Mungkin kita pernah ingin sesuatu, namun tak bisa mencapainya. Mungkin juga kita tak pernah terpikir suatu hal, namun malah mendapatkan hal tersebut. Atau juga kita memimpikan sesuatu, harus menunggu lama sebelum akhirnya meraihnya. Itu semua tak lain dan tak bukan adalah bagian dari rencana agung-Nya untuk kita.

Saya pernah punya keinginan tahun 2013, namun sampai sekarang belum tercapai juga. Pernah juga tercetus ingin sesuatu, dan gak lama bisa langsung terlaksana. Well, namanya juga rencana manusia. Namun, satu hal yang pasti sih, selama kita gini-gini aja, ya hasilnya juga akan gitu-gitu aja. Maksudnya? seperti yang ada di surat Ar Ra'du ayat 11. Mungkin itu salah satu kuncinya. Dan entah kenapa, rasanya tahun ini akan jadi tahun pembuktian..

Minggu depan, insya Allah saya akan bertualang ke daerah Bali dan Lombok. Tujuan utamanya: mendaki Rinjani. Ini salah satu mimpi dari tahun 2013, ada juga di tautan yang di atas itu. Tadinya udah hampir gak jadi karena gak tau ama siapa, eh akhirnya gugling2 nemu deh opentrip ke sana. Setelah nanya2 ke temen yg pernah ke sana juga, rasanya opentrip ini cukup worth lah, daripada nyiap2in semuanya sendiri. Dan setelah pulang dari Rinjani, saya berencana untuk lebih serius berusaha mencapai keinginan yang pernah dicanangkan pada 2013 juga. Apa itu? ya apalagi buat bujangan perak, haha.

Terlebih, berbagai kejadian sejak awal tahun ini, mungkin beberapa di antaranya bisa jadi adalah clue atau petunjuk ke arah sana. Well, gak ada yang namanya kebetulan kan? iya sih, tapi yang ada namanya ke-ge-er-an, haha. Auk ah, rasanya sekarang udah gak terlalu peduli lagi bakal gimana2 hasilnya nanti, yang penting dijalanin dengan serius dan niat murni untuk beribaadah kepada Allah. #azeek

Yak, semoga petualangan minggu depan lancar dan dapat mengubah diri menjadi lebih baik lagi. Aamiin..

Postingan populer dari blog ini

obat-obatan: menyehatkan atau menyakitkan?

Huff,,sudah hampir genap 5 hari ini salah satu jari kaki terbalut oleh perban atau apa lah itu namanya. Sampe diperban gitu sih karena kulit bagian bawah jari kakinya mengalami luka toni eh maksudnya luka robek yg cukup lebar dan dalam. Alhasil kata bu dokter musti dijait biar cepet sembuh. En ternyata oh ternyata dikasih obat juga, kirain cukup dijait trus sembuh. Akhirnya mau gak mau rela gak rela rekor ‘anti obat’ ane berhenti deh. Sekilas mengenai rekor ini, sudah hampir 5 tahun lebih lah ane tuh gak pernah minum obat dari dokter ataupun obat yg ky suplemen buat tubuh gitu. Jadi alhamdulillah selama itu ane gak pernah mengalami sakit yg cukup parah sehingga membutuhkan obat khusus ataupun minum obat buat sekedar nenangin diri or nambah stamina. Tapi karena skrang obatnya udah dibeli, mau tak mau diabisin deh.. Sebenernya ane sangat anti-obat loh, obat yg bentuknya konkret tentunya. Obat yg mempunyai berbagai bentuk mulai dari puyer, sirup, tablet, kapsul, kaplet, und so weiter se…

Satu Tahun Kemudian

Ibarat film, blog ini mengalami percepatan lini masa ke satu tahun mendatang, sejak entri pos terakhir ada. Tidak sama persis sih, karena memang secara harfiah setahun (lebih) kemudian baru nulis lagi, bukan percepatan. Hahaha, cuma bisa ketawa miris xD

Banyak banget yang sudah terjadi selama setahun terakhir ini. Buat teman-teman saya yang terhubung di media sosial, khususnya facebook, tentunya tahu peristiwa bersejarah untuk saya tahun lalu: menikah. Sejak saat itu, dunia yang tadinya seakan diputar dalam pola warna grayscale dari kacamata seorang jomlo, berubah menjadi full color. :D

Apa Mimpimu?

Salah satu waktu yang paling menyenangkan untuk saya adalah saat berbicara tentang mimpi. Entah dengan sahabat atau beberapa kawan, selalu ada nuansa positif saat kami saling bercerita tentang rencana masa depan (yang galau juga ada sih :p). Walau masa depan adalah suatu yang gak pasti, tapi sikap optimis selalu mendapat tempat dalam diri. Seakan, kami sudah berada di sana, di tempat yang kami inginkan. Telah menggapai kesuksesan, dengan definisinya masing-masing. Walaupun kita juga gak tau gimana caranya buat nyampe sono, hehe. Yah namanya juga anak muda, masa yang berapi-api kalau kata bang Haji :D.

Saya pun tak lepas menjadi Sang Pemimpi juga, yaitu orang yang memiliki impian untuk masa depan. Sebenernya sih udah dari dulu mikirin masa depan, pengen ini itu, tapi rasanya baru kali ini bener-bener serius untuk nyoba menggapainya. Saat pra-kuliah diberi materi life mapping, pikiran saya jadi lebih terbuka, dan mungkin bergairah juga, hehe. Saya coba mendaftar apa yang ingin saya capai…