Langsung ke konten utama

Tanda

Sudah hampir dua bulan gak nulis di sini, padahal seenggaknya sebulan sekali nulis sesuatu. Hm, kira-kira ada kenapa ya? yg nulis sendiri aja bingung, gimana yg baca :p. Ada dua kemungkinan sih, bisa karena memang belum ada hal yang bisa dibagikan dalam bentuk tulisan, atau justru terlalu banyak hal berputar di kepala tapi gak tau gimana nulisnya. Well, intinya sih sama, lagi gak tau mau nulis apa..

Sejak terakhir nulis september kemarin, banyak hal yang terjadi dan membuat saya banyak merenung. Biasanya klo gitu at least ada suatu hikmah yg saya rasakan dan akhirnya dibikin tulisannya. Namun entah kenapa 'perenungan' kali ini rasanya tak berujung, belum bisa melihat gambaran utuh yang hikmahnya dapat dituliskan. Hanya berupa potongan-potongan yg tak tahu dimana hilirnya.

Beberapa waktu lalu saya naik KRL setelah isya. Alhamdulillah udah bagus sekarang, tiap mau masuk stasiun ada pengumumannya stasiun apa. Sangat membantu apalagi pas malem, gak bisa ngeliat ke luar buat tau udah nyampe mana. Pengumuman di dalem KRL jadi tanda kereta udah sampe mana. Dan saat itu rasanya baru sadar, mungkin 'potongan' kehidupan yg dialami saat ini sesungguhnya adalah 'tanda' dari yg Maha Kuasa.

Bisa dibilang sekarang saya mengalami masa pencarian jati diri kedua *tsaah* :p. Setelah rencana S2 tahun ini belum terlaksana, ya akhirnya mencoba ikhtiar untuk hal lain. Salah satunya tentang karir, dan lainnya yaa you know lah :D. Tapi emang gak semua hal bakal berjalan sesuai keinginan kita ya. Dan dalam perjalanan untuk menemukan 'jati diri' ini, jangan-jangan ada banyak 'tanda' dari Yang Maha Kuasa untuk kebaikan kita, namun diri ini terlalu sombong untuk menyadarinya. AstaghfiruLlah..

sumber

Kadang, tanda itu berupa tak terjadinya harapan kita saat ada kesempatan mendapatkannya. Mungkin, itu pertanda bahwa kita belum benar-benar siap menerima amanah tersebut. Kadang, tanda itu berupa berbagai peluang lain yg dapat kita ambil. Mungkin, itu pertanda bahwa jalan yg harus diambil tak selalu harus sama dengan yg kita bayangkan. Kadang, tanda itu berupa kegalauan saat memikirkan masa depan. Mungkin, itu pertanda kita mulai jauh dariNya, dan lupa tuk hanya menyandarkan harapan pada Rabb semesta alam. AstaghfiruLlah..

Bisa jadi, segala hal yg tak kita duga atau harapkan terjadi, adalah tanda-tanda cintaNya pada kita. Karena Hanya Dia Yang Maha Mengetahui, yg mengerti apa yg dibutuhkan hambaNya. Bisa jadi apa yg kita impikan, sesungguhnya tak pernah baik untuk kita. Dan boleh jadi apa yg kita tak suka, tersimpan berjuta kebaikan di dalamnya.

"... Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (Q.S. 2 : 216)

Konteks ayat di atas memang untuk kewajiban berperang pada jaman Rasul, namun Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebut kalimat tersebut berlaku secara umum. Memang lebih mudah diucap daripada bertindak. Namun, jangan sampai kita menyerah untuk selalu berprasangka baik pada setiap ketetapanNya. Semoga Allah jadikan kita hamba yang peka pada tiap tanda cintaNya..

---
Rumah, minggu malam,
setelah tottenham-chelsea imbang 0-0,
pertanda kursi pelatih Mou masih panas
:D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

obat-obatan: menyehatkan atau menyakitkan?

Huff,,sudah hampir genap 5 hari ini salah satu jari kaki terbalut oleh perban atau apa lah itu namanya. Sampe diperban gitu sih karena kulit bagian bawah jari kakinya mengalami luka toni eh maksudnya luka robek yg cukup lebar dan dalam. Alhasil kata bu dokter musti dijait biar cepet sembuh. En ternyata oh ternyata dikasih obat juga, kirain cukup dijait trus sembuh. Akhirnya mau gak mau rela gak rela rekor ‘anti obat’ ane berhenti deh. Sekilas mengenai rekor ini, sudah hampir 5 tahun lebih lah ane tuh gak pernah minum obat dari dokter ataupun obat yg ky suplemen buat tubuh gitu. Jadi alhamdulillah selama itu ane gak pernah mengalami sakit yg cukup parah sehingga membutuhkan obat khusus ataupun minum obat buat sekedar nenangin diri or nambah stamina. Tapi karena skrang obatnya udah dibeli, mau tak mau diabisin deh.. Sebenernya ane sangat anti-obat loh, obat yg bentuknya konkret tentunya. Obat yg mempunyai berbagai bentuk mulai dari puyer, sirup, tablet, kapsul, kaplet, und so weiter se…

Resensi: La Tahzan for Love

Identitas buku Judul : La Tahzan for Love
Judul Asli : Khaifatun Min al-Hubb
Penulis : Najla Mahfudz
Penerbit : Akar Media

Sebuah buku yang berisi tentang berbagai macam cerita mengenai lika-liku kehidupan remaja. Salah satu seri dari buku berjudul ‘La Tahzan..’ ini mengkhususkan pembahasan tentang sebuah perasaan yang dialami semua orang, cinta. (liat dari judulnya juga bisa kan? hehe)

Sejak Adam dan Hawa diciptakan, persoalan mengenai cinta selalu mewarnai kehidupan umat manusia. Cinta dapat memberikan perdamaian di muka bumi ini, namun cinta pula dapat menjadi penyebab hancur leburnya dunia di tangan manusia. Cinta atau kasih sayang bagai mawar merah yang indah, dia dapat memberikan kenyamanan untuk siapa saja yang melihatnya tetapi dia juga dapat melukai kulit bila kita tidak hati-hati dengannya. Terlebih lagi di jaman sekarang, para remaja yang sedang mencari jati diri sering merasa tersiksa akibat pengertian cinta yang salah. Mereka yang belum mengenal dan mencoba untuk mengeta…

Satu Tahun Kemudian

Ibarat film, blog ini mengalami percepatan lini masa ke satu tahun mendatang, sejak entri pos terakhir ada. Tidak sama persis sih, karena memang secara harfiah setahun (lebih) kemudian baru nulis lagi, bukan percepatan. Hahaha, cuma bisa ketawa miris xD

Banyak banget yang sudah terjadi selama setahun terakhir ini. Buat teman-teman saya yang terhubung di media sosial, khususnya facebook, tentunya tahu peristiwa bersejarah untuk saya tahun lalu: menikah. Sejak saat itu, dunia yang tadinya seakan diputar dalam pola warna grayscale dari kacamata seorang jomlo, berubah menjadi full color. :D