Langsung ke konten utama

Debu

Tahu gak, musim kemarau tahun ini diperkirakan bisa sampe akhir tahun? at least di jabodetabek, katanya lho. Kalo dulu kita pernah diajarin kan mestinya september ini udah masuk musim pancaroba alias peralihan, terus nanti paling telat oktober udah mulai sering ujan. Tapi sekarang, siangnya masih puanaas banget ga sih? ujan pun cuma sekali-kali, itu jg bentar. Ibarat abis keringetan n haus banget, dapet minum cuma seteguk dua teguk, padahal udah pengen banget mandi.
sumber

Di beberapa daerah, bahkan udah banyak yang gelar sholat istisqa, alias sholat sunah untuk mengharap diturunkan hujan. Akibat musim kemarau yg lama di daerah banyak yg ngalamin kekurangan air bersih, dan juga memperparah bencana asap di daerah riau dan sekitarnya. Tapi kalau di jakarta sendiri, selain panas terik ada lagi gak dampak musim kemarau panjang ini?

Kalau buat saya ada. Kecil sih, tapi rame-rame: debu.

Da aku mah apa atuh, cuma butiran debu. Mungkin itu ungkapan yang sering dipake berkaitan dengan 'debu'. Tapi sebenernya 'debu' bisa diganti dengan kata apa aja yang berbentuk 'butiran' sih, misalnya butiran jasjus, nutrisari, serbuk energen, dll. Oke itu gak penting xD.

Rumah, atau tepatnya lantai, yang saya tempati tiap hari biasa dibersihkan seminggu sekali. Tergantung debu yang kerasa di kaki sih sebenernya. Tapi musim kemarau gini, seminggu itu udah paling lama banget lah, nempel di kaki debunya. Pas musim ujan dulu sih seminggu gak disapu masih oke2 aja, walau gak lebih dari dua minggu sih. Itu dia yg cukup berasa buat saya di musim kemarau kali ini: debu yang tersebar di lantai rumah. Padahal debu kan kecil ye, tapi rame-rame dan merata di seluruh permukaan. Terus jadi mikir, tuh debu dari mana aja sih kok tiap hari nambah?

Dan ternyata, setelah sekian lama menyapu bersihin tuh debu2 tiap minggu, saya baru sadar suatu hal. Area atau wilayah rumah yang sering dilewatin orang itu lebih banyak debunya dibanding yang jarang dilewatin. Kesimpulan gampangnya, ternyata emang sumber utama debu di rumah itu ya manusia. Terus manusia bawa debu darimana? ya dari luar rumah, terutama jalanan. Well, karena pulang pergi kerja naek motor, rasanya bener banget teori itu.

Setiap hari, terutama hari kerja, tiap debu yang nempel ke jaket dan pakaian berjatuhan dan terakumulasi di lantai yang sering saya lewatin. Tangga, jalan ke wc, kamar, depan tv, jadi spot yang cenderung lebih padat konsentrasi debunya. Dan setelah sekian lama, jelas kaki jadi berasa gak enak, ada yang nempel-nempel bikin telapak jadi gelap. Kalau udah gitu ya mesti disapu deh sekalian dipel, sampe kinclong. Udah gitu aja terus tiap minggu.

Selama proses bersih-bersih itu saya juga sering mikir: kalau rumah aja perlu dibersihin rutin supaya nyaman ditempatin, jangan2 sebenernya hati juga perlu dibersihin supaya kita nyaman dalam hidup? Karena bisa jadi, tiap hari kita melakukan atau terkena dosa-dosa kecil, baik secara sadar ataupun tidak. Dosa-dosa tersebut terakumulasi dan jika tak rutin dibersihkan, maka akan makin membuat hati kita menjadi 'kotor' dan mengundang berbagai 'penyakit hati'. Mending kalau dosanya emang 'kecil-kecil', lah kalau dosa gede semacam fitnah gitu, nauzubiLlah min dzalik. Ya Allah jauhkanlah kami dari perbuatan2 seperti itu.

Terus, gimana dong cara bersihin hati yang mungkin berdebu itu? Sebagai muslim, sebenernya udah ada mekanismenya lho, yaitu sholat wajib 5 waktu. Yup, kewajiban sholat yang 5 waktu itu ternyata berfungsi juga untuk 'bersihin' diri kita. Seperti yang disabdakan Nabi Muhammad Saw. berikut, yang artinya:
“Tahukah kalian, seandainya ada sebuah sungai di dekat pintu salah seorang di antara kalian, lalu ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali, apakah akan tersisa kotorannya walau sedikit?” Para sahabat menjawab, “Tidak akan tersisa sedikit pun kotorannya.” Beliau berkata, “Maka begitulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapuskan dosa.” (HR. Bukhari no. 528 dan Muslim no. 667)
Teks lengkap dan pembahasan salah satunya bisa lihat di sini. Ternyata gak susah ya. Emang deh kalo kita nurutin Allah dan tuntunan Rasul, hidup bakal terasa nyaman deh, terlepas apapun kondisinya. Dalam keadaan lapang, kita bersyukur. Pas lagi sempit, bersabar dengan penuh ikhtiar. Kalau kata Ustadz Salim di bukunya, apapun kondisinya, berlapis-lapis keberkahan selalu dapat kita raih. Masya Allah..

Kalau sholat yang wajib aja udah seperti sungai yang membersihkan, akan lebih dahsyat lagi kalau kita tambah dengan yang sunah. Pagi ada dhuha, tiap sholat wajib ada sunah rawatibnya, sebelum tidur boleh witir dulu, sebelum masuk subuh bisa tahajud dulu. Yang disebut terakhir bahkan disebut dalam Al-Qur'an, banyak banget deh faedahnya. Tapi emang sih ngejalanin gak semudah ngucapin. But I'm very sure, it will worth every effort you done. Insha Allah.

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
Rabbij'alnii muqiimas shalaati wa min dzurriyyatii; rabbanaa wataqabbal du'aa'.
Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. (Q.S. Ibrahim : 40 )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Knowing

Hari rabu minggu lalu, entah setelah berapa lama akhirnya penulis berkesempatan untuk menonton bioskop lagi. Mungkin sudah lebih dari setengah tahun kali ya, selama itu nonton film ‘bioskop’nya di kelas atau gak laptop sendiri, hehe. Lumayan menghemat loh, misalkan paling murah tiket bioskop 10.000, sebulan paling gak ada satu film baru yang wajib tonton, 6x10000= 60.000! belum lagi ongkos, snack atau makannya, minum juga pastinya, benar2 menghemat kan. haha, perhitungan banget ye. Apapun itu, film yang berhasil ditonton minggu lalu adalah Knowing. Ada yang unik saat memutuskan untuk menonton film ini. Begini ceritanya, penulis memilih bioskop yang paling dekat rumah untuk menonton (hidup cijantung!), dan kebetulan film yang diputar salah satunya adalah Knowing. Ternyata Knowing itu satu-satunya film produksi luar negeri yang ada di daftar main bioskop itu, lainnya film dalam negeri. Sekedar informasi, di daerah sini memang yang lebih laku itu film lokal, film hollywood gitu cuma sedi

Daftar Pranala Blog-nya anak Jagung

Yak berikut daftar pranala blog anak fasilkom ui 2009 alias Jagung. Dicari dan diambil dari berbagai sumber secara brute force. Yang diambil adalah blog dengan domain sendiri atau yang ada di blogspot, wordpress, blogsome, deviantart, tumblr, .co.cc, dan livejournal. Selain itu seperti formspring dan twitter tidak dimasukkan karena kayaknya bukan termasuk kategori 'blog'. Kalau ada yang ingin menambahkan atau justru tidak ingin dimasukkan, feel free to contact me :)

Resensi: La Tahzan for Love

  Identitas buku Judul : La Tahzan for Love Judul Asli : Khaifatun Min al-Hubb Penulis : Najla Mahfudz Penerbit : Akar Media Sebuah buku yang berisi tentang berbagai macam cerita mengenai lika-liku kehidupan remaja. Salah satu seri dari buku berjudul ‘La Tahzan..’ ini mengkhususkan pembahasan tentang sebuah perasaan yang dialami semua orang, cinta. (liat dari judulnya juga bisa kan? hehe) Sejak Adam dan Hawa diciptakan, persoalan mengenai cinta selalu mewarnai kehidupan umat manusia. Cinta dapat memberikan perdamaian di muka bumi ini, namun cinta pula dapat menjadi penyebab hancur leburnya dunia di tangan manusia. Cinta atau kasih sayang bagai mawar merah yang indah, dia dapat memberikan kenyamanan untuk siapa saja yang melihatnya tetapi dia juga dapat melukai kulit bila kita tidak hati-hati dengannya. Terlebih lagi di jaman sekarang, para remaja yang sedang mencari jati diri sering merasa tersiksa akibat pengertian cinta yang salah. Mereka yang belum mengenal dan mencoba untuk