Langsung ke konten utama

Monolog #4

Hai kamu, apa kabar? sudah lama kita tak berbincang
Ada perlu apa?

sumber
Hey jangan jutek gitu dong, aku kan cuma ingin tahu kabarmu. katanya tahun ini mau S2 ke luar negeri?
Insya Allah

Terus mau 'itu' juga?
..itu apa?

Ah pura2 gak tahu, 'itu' yg sebenernya aku gak suka kalau kamu ngejalaninnya, yg dianjurkan sama Nabimu buat para pemuda.
Oh itu, pengennya sih gitu.

Pengennya? berarti belum mulai nyari? yes! iyalah itu mah nanti2 aja, nikmati dulu aja sekarang mumpung masih single..
Siapa bilang belum mulai?

Oh berarti lagi proses?
Kepo banget sih

Yaa aku kan cuma nanya, gak harus dijawab kok
Sebenernya kamu sendiri udah tahu kan

Yah ketauan deh. iya sih aku emang tau kalau kamu lagi fokus untuk yg lain dulu kan? kabar gembira begini sih aku pasti tau lah
Kok kabar gembira?

Iyalah kabar gembira, kamu belum akan melaksanakan 'itu', dan artinya aku masih leluasa untuk 'menemanimu'! haha!
Cih, iya jg sih. Tapi jangan harap kau akan seleluasa sebelumnya.

Hehe, walau kau selalu bilang begitu, tapi aku selalu berhasil membujukmu sesekali. Makanya saat kau kemarin mencoba untuk inisiasi 'itu', aku sangat khawatir, aku akan lebih sulit lagi menjalankan tugas.
Heuh, kau memang tak pernah lelah menggodaku. Aku merencanakan itu taun ini memang salah satunya supaya bisa menyulitkanmu.

Aku sudah tahu itu, jelas banget lah. Untung usaha pertamamu kemarin itu langsung gagal, kalau gak matilah aku. Makasih loh akhirnya nunda usaha untuk itu..
Cih enak aja, aku memilih untuk fokus ke yg lain, bukan menunda yg itu.

Lah sama aja toh? fokus untuk dapet beasiswa kan? sama aja nunda usaha buat itu.
Ya, mungkin terlihat seperti itu, tapi aku tetap mengusahakan buat itu jg walau hanya dengan doa.

Ah, buat apa kau berdoa? tak ada gunanya! tanpa usaha nyata, bukankah itu tindakan yg sia2?
Tak ada doa yg sia2, yg ada hanya keyakinan yg kurang.

Emang kalau kamu doa, pasti dikabulin gitu? bukannya dari dulu banyak doamu yg gak terkabul?
Ya, memang gak semua dikabulkan persis seperti yg aku harap, tapi Allah selalu memberi apa yg aku butuhkan, dengan caraNya sendiri.

Argh..aku nyerah deh kalau kamu udah bilang gitu. Yah silakan aja berdoa, toh kamu belum akan segera untuk itu kan.
Siapa bilang? walau aku lagi gak fokus untuk itu, tapi jika Allah berkehendak, apapun bisa terjadi.

Heh jangan sok yakin deh, gimana ceritanya coba kamu gak mengusahakan itu tapi tetep terlaksana? mustahil!
Gak ada yg mustahil untuk Allah. Bisa aja tiba2 ada proposal masuk, dan ternyata emang jodoh, ya bakal terlaksana juga.

Hehe, lagi ngimpi ya? itu mah kemungkinannya cuma satu dari semilyar..
Err..iya sih, itu cuma contoh aja. Masih banyak kemungkinan lain. Intinya apapun bisa terjadi.

Hm iya sih. Tapi statistically speaking, peluang terjadinya itu dalam waktu dekat tetep kecil banget. Cukup lah membuatku jadi tenang.
Iya sih emang peluangnya kecil, tapi tetep mungkin terjadi. Walaupun emang likely belum akan terlaksana dalam waktu dekat, tapi jangan harap kau akan leluasa.

Gertak sambal lagi..haha, mau ngomong apa juga, selama kau masih sendiri aku tetap akan mudah untuk membujukmu.
Aku gak sendiri.

Heh? emang sama siapa?
Allah bersamaku.

What?! duh, jika memang benar begitu, aku benar2 gak bisa berkutik lagi. Tapi aku akan terus mengintaimu, memanfaatkan peluang sekecil apapun, terutama saat kau lengah, he he he..
Ya ya, terserah apa katamu. Aku akan sekuat tenaga memfokuskan diri untuk berusaha menggapai impian, agar tak ada lagi energi tersisa yg dapat kau salah gunakan.

Aku tahu dirimu sejak dulu, makanya aku takkan terlalu panik. Lihat saja nanti..eh tapi ngomong2, kenapa akhirnya kau memilih untuk fokus ke yg lain dulu? bukankah kau sudah ingin untuk itu dari dulu?
Aku ingin berusaha semaksimal mungkin, makanya memilih untuk fokus ke sini aja. Kalau berbarengan takutnya jadi gak maksimal di keduanya, buru2 lah deadliner lah gak siap lah, pas gagal nyesel deh. Kalau usaha udah maksimal, apapun hasilnya gak akan nyesel insya Allah.

Oh gitu. Berarti lebih bagus kalau akhirnya dapet ya, jadi kan kamu gak sempet untuk itu tahun ini, yeay!
Siapa bilang? kayak tadi aja, apapun bisa terjadi.

Hm iya sih. Kalau ngomong kemungkinan mah gak bakalan ada habisnya. Sudahlah, kita buktikan saja klaim kita masing2, aku yakin aku akan tetap menang darimu..huehue
Ok, kita lihat saja!

Postingan populer dari blog ini

obat-obatan: menyehatkan atau menyakitkan?

Huff,,sudah hampir genap 5 hari ini salah satu jari kaki terbalut oleh perban atau apa lah itu namanya. Sampe diperban gitu sih karena kulit bagian bawah jari kakinya mengalami luka toni eh maksudnya luka robek yg cukup lebar dan dalam. Alhasil kata bu dokter musti dijait biar cepet sembuh. En ternyata oh ternyata dikasih obat juga, kirain cukup dijait trus sembuh. Akhirnya mau gak mau rela gak rela rekor ‘anti obat’ ane berhenti deh. Sekilas mengenai rekor ini, sudah hampir 5 tahun lebih lah ane tuh gak pernah minum obat dari dokter ataupun obat yg ky suplemen buat tubuh gitu. Jadi alhamdulillah selama itu ane gak pernah mengalami sakit yg cukup parah sehingga membutuhkan obat khusus ataupun minum obat buat sekedar nenangin diri or nambah stamina. Tapi karena skrang obatnya udah dibeli, mau tak mau diabisin deh.. Sebenernya ane sangat anti-obat loh, obat yg bentuknya konkret tentunya. Obat yg mempunyai berbagai bentuk mulai dari puyer, sirup, tablet, kapsul, kaplet, und so weiter se…

Satu Tahun Kemudian

Ibarat film, blog ini mengalami percepatan lini masa ke satu tahun mendatang, sejak entri pos terakhir ada. Tidak sama persis sih, karena memang secara harfiah setahun (lebih) kemudian baru nulis lagi, bukan percepatan. Hahaha, cuma bisa ketawa miris xD

Banyak banget yang sudah terjadi selama setahun terakhir ini. Buat teman-teman saya yang terhubung di media sosial, khususnya facebook, tentunya tahu peristiwa bersejarah untuk saya tahun lalu: menikah. Sejak saat itu, dunia yang tadinya seakan diputar dalam pola warna grayscale dari kacamata seorang jomlo, berubah menjadi full color. :D

Prioritas

Seorang kawan pernah meminta masukan untuk memilih pasangan tempat kerja baru. Dari beberapa pilihan, dia sudah buatkan daftar perbandingan keduanya. Yang dibandingkan pun beragam, dari yg standar seperti lokasi & gaji, hingga visi misi. Di antara pilihan tersebut, jelas dia bingung karena tidak ada yang paling ideal. Pasti ada plus minusnya. Dalam seni membandingkan seperti ini, kita tak kan bisa membuat keputusan, tanpa satu hal: prioritas.
Dalam bukunya, Problem Solving 101, Ken Watanabe memberikan tips praktikal dalam membandingkan beragam pilihan dan membuat keputusan. Salah satu caranya adalah dengan membuat bobot dari kriteria yang kita bandingkan. Ken memberikan contoh seorang anak yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional, kebingungan dalam memilih sekolah SMA yang akan mendukung karirnya. Pilihannya antara dua: sekolah yang dekat dan sangat terkenal prestasi sepak bolanya, namun persaingan tinggi untuk klubnya. Yang kedua agak jauh dan tak kalah terkenal sepak bo…