Langsung ke konten utama

Evaluasi Mimpi

sumber
Sekitar setahun yang lalu, saya pernah membuat pos yang sedikit berbagi tentang mimpi saya untuk setahun ke depannya (sampe taun ini). Tulisannya sih buat tahun 2013-2014, jadi masa berlakunya belum abis harusnya, hehe. Well, kalo ngeliat lagi 7+1 poin yg pernah ditulis itu, jujur aja belom ada yg tercapai satupun xD. Coba ya kita liat per poin:

  1. S2 di Inggris 2014-2015
    Realita: udah tes IELTS sih, dan alhamdulillah cukup lah buat daftar2. Masalahnya, telat banget daftar buat tahun ajaran 2014-15, juga jadwal penerimaan beasiswa LPDP yg diincer pas banget lagi gak buka. Intinya mah telat, jiwa deadliner nya masih kuat --"
  2. Edoocatia
    Realita: aduh merasa bersalah banget buat yg ini, karena gak bantu2 lagi sama sekali >.<
  3. Naik Rinjani
    Realita: Udah sempet ada wacana, tapi akhirnya malah naik gunung Papandayan sama Ciremai. Jaraknya yg lumayan jauh emang mesti disiapin dari jauh hari.
  4. Makmurin masjid
    Realita: Hmm, bingung sih sbenernya, apa paramater 'ikut memakmurkan masjid', pas bikin cuma ngepas2in doang sih kata2nya :p. Mudah2an ikut jamaah di masjid setiap waktu sholat keitung memakurkan masjid deh ya.
  5. Nambah/ningkatin skill
    Realita: ini juga parameternya kurang jelas. Tapi at least udah coba usaha sih, kayak ikut kelas BISA (belajar bahasa arab) yg via whatsapp gitu, walaupun di-DO pas udah ujian akhir xD.
  6. Aktif di komunitas sosial
    Realita: waduh no comment deh, kayaknya masih nol besar buat yg ini :v
  7. Hafalan
    Realita: argh tidaaak..bukannya nambah, malah rasanya byk yg ilang karena kebanyakan dosa (T_T)
Yak kira2 gitu pencapaian mimpi yg pernah ditulis setaun lalu Ada satu poin lagi sih, tapi gak perlu ditulis karena rasanya belum akan terlaksana tahun ini juga. Awalnya sedih banget deh gak ada yg tercapai secara tepat semuanya. Dan beberapa waktu belakangan ini jadi merenung, coba bener2 introspeksi diri, ngeliat lagi usaha2 yg udah dilakuin, udah maksimal belom sih?

Jawabannya ternyata sangat jelas: ya belom lah!

Mau daftar S2, dientar2. Ngerjain atau nyiapin ini itu dientar2. Duh kapan tobatnya dah jiwa deadliner begini? :x Setelah perenungan panjang, saya sadari betul, bahwa saya memang baru sampe tahap berani bermimpi doang, tapi masih minim aksi. Mungkin kebablasan baca cerita sukses tentang 'bermimpi', jadi ya bisanya cuma mentok sampe mimpi doang, gak ada usaha ekstra untuk meraihnya. Dan yg paling penting adalah: saya memang belum pantas untuk mendapat semua impian tersebut! jleb!

Itulah mengapa saya coba untuk evaluasi mimpi, mungkin lebih tepatnya evaluasi diri sih. Apakah mimpinya yg terlalu tinggi? atau usahanya yg masih minim? atau keduanya? saya tiba2 teringat kata om Mario Bros, eh Mario Teguh:
Tidak ada impian yang terlalu tinggi. Yang ada adalah tindakan yang tidak cukup.
Ya, most of the time, hanyalah usaha yg kurang, sehingga kita tak mencapai apa yg kita targetkan. Walau hasil adalah urusan Yang Maha Kuasa, namun Dia juga hanya akan memberikan sesuatu sesuai kadar usaha yg kita lakukan. Ah..

Oleh karena itu, saya coba untuk bermimpi kembali. Mungkin target yg sama seperti tahun lalu, namun kali ini akan lebih spesifik per poin untuk batas waktu dan paramater pencapaiannya. Insya Allah batas waktu semuanya adalah akhir tahun 2015. Setelah itu, apapun hasilnya, tentu setelah semua usaha telah diupayakan, saya takkan 'memperpanjang' masa berlaku impian yg sama lagi. Alias, move on! :D

Mudah2an bisa berbagi tentang planning tersebut di pos selanjutnya. Phew, lega juga akhirnya bisa nulis lagi. Semoga ada manfaat! :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Knowing

Hari rabu minggu lalu, entah setelah berapa lama akhirnya penulis berkesempatan untuk menonton bioskop lagi. Mungkin sudah lebih dari setengah tahun kali ya, selama itu nonton film ‘bioskop’nya di kelas atau gak laptop sendiri, hehe. Lumayan menghemat loh, misalkan paling murah tiket bioskop 10.000, sebulan paling gak ada satu film baru yang wajib tonton, 6x10000= 60.000! belum lagi ongkos, snack atau makannya, minum juga pastinya, benar2 menghemat kan. haha, perhitungan banget ye. Apapun itu, film yang berhasil ditonton minggu lalu adalah Knowing. Ada yang unik saat memutuskan untuk menonton film ini. Begini ceritanya, penulis memilih bioskop yang paling dekat rumah untuk menonton (hidup cijantung!), dan kebetulan film yang diputar salah satunya adalah Knowing. Ternyata Knowing itu satu-satunya film produksi luar negeri yang ada di daftar main bioskop itu, lainnya film dalam negeri. Sekedar informasi, di daerah sini memang yang lebih laku itu film lokal, film hollywood gitu cuma sedi

Daftar Pranala Blog-nya anak Jagung

Yak berikut daftar pranala blog anak fasilkom ui 2009 alias Jagung. Dicari dan diambil dari berbagai sumber secara brute force. Yang diambil adalah blog dengan domain sendiri atau yang ada di blogspot, wordpress, blogsome, deviantart, tumblr, .co.cc, dan livejournal. Selain itu seperti formspring dan twitter tidak dimasukkan karena kayaknya bukan termasuk kategori 'blog'. Kalau ada yang ingin menambahkan atau justru tidak ingin dimasukkan, feel free to contact me :)

Resensi: La Tahzan for Love

  Identitas buku Judul : La Tahzan for Love Judul Asli : Khaifatun Min al-Hubb Penulis : Najla Mahfudz Penerbit : Akar Media Sebuah buku yang berisi tentang berbagai macam cerita mengenai lika-liku kehidupan remaja. Salah satu seri dari buku berjudul ‘La Tahzan..’ ini mengkhususkan pembahasan tentang sebuah perasaan yang dialami semua orang, cinta. (liat dari judulnya juga bisa kan? hehe) Sejak Adam dan Hawa diciptakan, persoalan mengenai cinta selalu mewarnai kehidupan umat manusia. Cinta dapat memberikan perdamaian di muka bumi ini, namun cinta pula dapat menjadi penyebab hancur leburnya dunia di tangan manusia. Cinta atau kasih sayang bagai mawar merah yang indah, dia dapat memberikan kenyamanan untuk siapa saja yang melihatnya tetapi dia juga dapat melukai kulit bila kita tidak hati-hati dengannya. Terlebih lagi di jaman sekarang, para remaja yang sedang mencari jati diri sering merasa tersiksa akibat pengertian cinta yang salah. Mereka yang belum mengenal dan mencoba untuk