Langsung ke konten utama

Beribadah sambil Bekerja

sumber
Mungkin kita pernah mendengar pernyataan bahwa tiap pekerjaan yang kita lakukan dapat bernilai ibadah jika diniatkan untuk ibadah. Tentunya pekerjaan yang halal dan baik. Namun ingatkah kita apa tujuan Allah menciptakan jin dan manusia? Ya, beribadah, bukan bekerja. (Adz-Dzariyat : 56)

Hematnya, apapun yang kita lakukan sudah sepatutnya berorientasi dalam rangka beribadah kepada Allah, termasuk bekerja mencari nafkah. Namun pada kenyataannya memang gak mudah buat kita menjalani idealisme semacam ini. Seringkali malah pekerjaan membuat kita ‘menjauh’ dariNya. Contoh paling gampang, karena banyaknya kerjaan, kita jadi jarang sholat jamaah di awal waktu. Ibadah malam pun terasa berat sekali karena badan sudah terlalu letih.

Inilah mengapa saya bersyukur sekali bekerja di tempat kerja saat ini, Badr Interactive. Sejak bergabung sebagai part-time developer saat masih kuliah, Badr pun baru berdiri beberapa bulan, saya merasakan hal yang berbeda. Hal ini tercermin dalam visinya yang hingga kini relatif tak berubah: Meninggikan Islam melalui teknologi informasi.

Tiga cofounder, atau pendirinya, punya cita-cita untuk mengembalikan kejayaan Islam dengan expertise yang mereka miliki, yaitu di bidang teknologi informasi. Cita-cita ini yang ditularkan pada setiap anggota badr Interactive yang baru bergabung, dan terus diingatkan secara kontinu. Kalau dipikir secara logika, idealisme macam ini memang rasanya mustahil bisa bertahan dalam dunia industri yang serba praktis dan pragmatis. Tapi, alhamdulillah kemarin badr sudah menginjak usianya yang ke-3.

Dalam perjalanannya, jelas tidak datar-datar saja. Total sudah tiga kali kantornya pindah, dan dua kali ganti investor. Pernah badr terlambat membayar gaji karyawannya, dan gak jarang para direksinya menunda mengambil gaji hanya demi memenuhi hak karyawannya. Kalau pake istilah di startup, mungkin badr sudah pernah ngelewatin yang namanya death valley, fase dimana startup mengalami krisis di dua tahun pertama. Checkpoint yang biasanya menandakan hidup matinya sebuah startup pada tahun-tahun berikutnya.

Dari sisi operasional pun gak adem ayem aja. Gak sedikit yang masuk-keluar dengan berbagai alasan. Aturan-aturan operasional dan teknis sering berubah2, karena memang semua serba baru dan dalam tahap belajar. Namun satu hal yang dari dulu tak berubah, adalah nilai-nilai islami yang berusaha dipegang teguh oleh semua anggota. Contohnya, saat masuk waktu sholat, ruangan pasti kosong. Dulu bahkan sempat ada mutaba’ah yaumiyah untuk tiap anggota yang dapat dilihat oleh semua. Sekarang, tiap jam masuk kantor, jam 9, selama setengah jam kami rutin sesi ruhiyah dengan tilawah 7 halaman dalam kelompok-kelompok kecil.

Pada saat jam kantor 9-18 pun jangan heran jika melihat ada yang sedang tilawah, atau tidur. Ya, di sini juga cukup fleksibel. Selama target terpenuhi, silakan nikmati fasilitas kantor tanpa menggagu yang lain. Tiap minggu kami ada meetup, semacam gathering pekanan tempatnya semua anggota berkumpul dan juga pengumuman2 dari direksi. Seringkali pas meetup ini kami diingatkan tentang visi misi Badr, juga motivasi dalam bekerja. Bahwa bekerja jangan sekedar memenuhi kewajiban, tapi berkontribusi dalam perjalanan panjang kita mengembalikan kejayaan Islam. Kita lakukan yang terbaik, maka jaminan Allah untuk memberikan balasan yang terbaik untuk kita.

Mungkin seperti inilah yang disebut bekerja dengan niat ibadah, atau mungkin lebih enak disebut ibadah sambil bekerja. Kita tak perlu khawatir apakah bos kita di kantor akan puas dengan kerja kita, tapi justru kita harus bertanya: apakah Allah ridho terhadap apa yang kita kerjakan? waLlahu’alam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Knowing

Hari rabu minggu lalu, entah setelah berapa lama akhirnya penulis berkesempatan untuk menonton bioskop lagi. Mungkin sudah lebih dari setengah tahun kali ya, selama itu nonton film ‘bioskop’nya di kelas atau gak laptop sendiri, hehe. Lumayan menghemat loh, misalkan paling murah tiket bioskop 10.000, sebulan paling gak ada satu film baru yang wajib tonton, 6x10000= 60.000! belum lagi ongkos, snack atau makannya, minum juga pastinya, benar2 menghemat kan. haha, perhitungan banget ye. Apapun itu, film yang berhasil ditonton minggu lalu adalah Knowing. Ada yang unik saat memutuskan untuk menonton film ini. Begini ceritanya, penulis memilih bioskop yang paling dekat rumah untuk menonton (hidup cijantung!), dan kebetulan film yang diputar salah satunya adalah Knowing. Ternyata Knowing itu satu-satunya film produksi luar negeri yang ada di daftar main bioskop itu, lainnya film dalam negeri. Sekedar informasi, di daerah sini memang yang lebih laku itu film lokal, film hollywood gitu cuma sedi

Daftar Pranala Blog-nya anak Jagung

Yak berikut daftar pranala blog anak fasilkom ui 2009 alias Jagung. Dicari dan diambil dari berbagai sumber secara brute force. Yang diambil adalah blog dengan domain sendiri atau yang ada di blogspot, wordpress, blogsome, deviantart, tumblr, .co.cc, dan livejournal. Selain itu seperti formspring dan twitter tidak dimasukkan karena kayaknya bukan termasuk kategori 'blog'. Kalau ada yang ingin menambahkan atau justru tidak ingin dimasukkan, feel free to contact me :)

Resensi: La Tahzan for Love

  Identitas buku Judul : La Tahzan for Love Judul Asli : Khaifatun Min al-Hubb Penulis : Najla Mahfudz Penerbit : Akar Media Sebuah buku yang berisi tentang berbagai macam cerita mengenai lika-liku kehidupan remaja. Salah satu seri dari buku berjudul ‘La Tahzan..’ ini mengkhususkan pembahasan tentang sebuah perasaan yang dialami semua orang, cinta. (liat dari judulnya juga bisa kan? hehe) Sejak Adam dan Hawa diciptakan, persoalan mengenai cinta selalu mewarnai kehidupan umat manusia. Cinta dapat memberikan perdamaian di muka bumi ini, namun cinta pula dapat menjadi penyebab hancur leburnya dunia di tangan manusia. Cinta atau kasih sayang bagai mawar merah yang indah, dia dapat memberikan kenyamanan untuk siapa saja yang melihatnya tetapi dia juga dapat melukai kulit bila kita tidak hati-hati dengannya. Terlebih lagi di jaman sekarang, para remaja yang sedang mencari jati diri sering merasa tersiksa akibat pengertian cinta yang salah. Mereka yang belum mengenal dan mencoba untuk