Langsung ke konten utama

Coba aja!

sumber

Selama dua puluh dua tahun hidup, gak keitung berapa kali saya merasa menyesal karena tidak berbuat sesuatu. Ada benernya ye kata orang, kalau kita akan lebih menyesali hal-hal yang sebenarnya bisa kita lakukan, tapi gak kita lakukan, dibanding dengan apa yang telah kita lakukan. Kalau mau refleksi lebih dalam lagi, saya memang dulu orangnya cenderung takutan kalau mau nyoba hal yang baru, atau yang kurang nyaman. I was too afraid to face the consequences it might caused, though it was all based on my assumption. I was too afraid to fail, so I decided not to even try it. Yeah, I was a safe player :D

Lain dulu, lain sekarang. Kalau dulu suka takut-takut, atau malau-malu, sekarang insya Allah udah tersadarkan dan mudah-mudahan lebih berani lagi untuk melakukan atau mencoba sesuatu. Tapi ya masih belajar dikit2 lah, hehe. Nah, dari pengalaman ini saya jadi kepikiran, apakah ada orang lain yang punya masalah yang sama? atau malah banyak? atau bisa jadi, tiap orang pernah ngalamin saat dimana takut untuk mengambil keputusan atau melakukan suatu hal, dan akhirnya gak jadi ngelakuin, karena takut gagal.

Kejadian kayak gitu beberapa waktu lalu pernah saya hadapi. Jadi kan ceritanya saya mau ngambil tes IELTS gitu buat daftar beasiswa yg deadline tnaggal 10 januari. Nah setelah cek, tes terakhir 2013 itu pertengahan desember. Kalau daftar biayanya sekitar 2,3 juta bro, beuh ke laut aja gue kalo gagal (jadi nelayan atau awak kapal gitu kali ya buat ngumpulin duit lagi xD). Karena persiapannya bener2 minim, jadi bingung deh. Kalau daftar, harus all-out belajar buat siap2. Tapi kalau daftar terus tetep kurang berhasil mencapai target, duh tuh duit yg bisa buat beli hape baru bakal melayang begitu saja..

Mungkin kita semua pernah kali ya merasa takut gagal akan sesuatu. Tapi sesungguhnya, kita gak akan pernah tahu kalau gak mencoba. "The answer is always no if you never ask", begitu kata orang bijak. Ya, jawabannya akan selalu "tidak" kalau kita gak pernah nanya. Tapi ada yang bilang "Biarlah waktu yang akan menjawab", ya bisa juga sih, tapi emang kita bisa nanya sama waktu? xD. Intinya sih, adanya "jawaban" adalah karena adanya "pertanyaan". Adanya "hasil" adalah karena adanya "percobaan".

Alasan yang kadang membuat kita takut untuk mencoba adalah karena takut gagal. Dari dulu saya selalu mikir gitu. Ah males gini gitu ntar gagal. Tapi sekarang mikir, terus kenapa kalau gagal? iya ya, kalau gagal terus kenapa? ya tinggal coba lagi aja kalau emang masih mau, dengan cara yg lebih cerdas tentunya. Dan menurut saya jauh lebih baik gagal dalam percobaan daripada gak mencoba sama sekali. Jadi, kalau kita mulai merasa takut gagal, gak usah mikir lagi, coba aja! just try it!

Yak semoga ada manfaatnya buat kamu yg baca. Eh btw, saya gak jadi ambil tes IELTS bulan desember kemarin karena keabisan tempat, hehe. Mutusin akhirnya ikut udah h-5 sih, udah nelpon semua tempat emang udah penuh. Insya Allah jadinya tengah februari depan, doakan ya dapat tempat dan sukses! belum daftar juga nih, hehe, nunggu gajian dulu. Next post mungkin bakal cerita persiapannya n tujuan studi S2 yang saya inginkan.

Setelah tes, terlepas apapun hasilnya nanti, mungkin saya juga akan memberanikan diri untuk mencoba, tapi bukan coba2 lho, melakukan sesuatu yang sangat penting dalam hidup saya. Clue-nya udah ada di pos2 sebelumnya lho (kayak ada yg baca aja :p). Entah nanti akan berhasil atau gak, tapi setidaknya saya akan tahu jawabannya setelah mencoba. Insya Allah saya akan dapat lebih menerima kenyataan (kalo gagal) setelah mencoba, daripada gak mencoba sama sekali. Just like uncle Jordan say :)


sumber

Postingan populer dari blog ini

obat-obatan: menyehatkan atau menyakitkan?

Huff,,sudah hampir genap 5 hari ini salah satu jari kaki terbalut oleh perban atau apa lah itu namanya. Sampe diperban gitu sih karena kulit bagian bawah jari kakinya mengalami luka toni eh maksudnya luka robek yg cukup lebar dan dalam. Alhasil kata bu dokter musti dijait biar cepet sembuh. En ternyata oh ternyata dikasih obat juga, kirain cukup dijait trus sembuh. Akhirnya mau gak mau rela gak rela rekor ‘anti obat’ ane berhenti deh. Sekilas mengenai rekor ini, sudah hampir 5 tahun lebih lah ane tuh gak pernah minum obat dari dokter ataupun obat yg ky suplemen buat tubuh gitu. Jadi alhamdulillah selama itu ane gak pernah mengalami sakit yg cukup parah sehingga membutuhkan obat khusus ataupun minum obat buat sekedar nenangin diri or nambah stamina. Tapi karena skrang obatnya udah dibeli, mau tak mau diabisin deh.. Sebenernya ane sangat anti-obat loh, obat yg bentuknya konkret tentunya. Obat yg mempunyai berbagai bentuk mulai dari puyer, sirup, tablet, kapsul, kaplet, und so weiter se…

Satu Tahun Kemudian

Ibarat film, blog ini mengalami percepatan lini masa ke satu tahun mendatang, sejak entri pos terakhir ada. Tidak sama persis sih, karena memang secara harfiah setahun (lebih) kemudian baru nulis lagi, bukan percepatan. Hahaha, cuma bisa ketawa miris xD

Banyak banget yang sudah terjadi selama setahun terakhir ini. Buat teman-teman saya yang terhubung di media sosial, khususnya facebook, tentunya tahu peristiwa bersejarah untuk saya tahun lalu: menikah. Sejak saat itu, dunia yang tadinya seakan diputar dalam pola warna grayscale dari kacamata seorang jomlo, berubah menjadi full color. :D

Apa Mimpimu?

Salah satu waktu yang paling menyenangkan untuk saya adalah saat berbicara tentang mimpi. Entah dengan sahabat atau beberapa kawan, selalu ada nuansa positif saat kami saling bercerita tentang rencana masa depan (yang galau juga ada sih :p). Walau masa depan adalah suatu yang gak pasti, tapi sikap optimis selalu mendapat tempat dalam diri. Seakan, kami sudah berada di sana, di tempat yang kami inginkan. Telah menggapai kesuksesan, dengan definisinya masing-masing. Walaupun kita juga gak tau gimana caranya buat nyampe sono, hehe. Yah namanya juga anak muda, masa yang berapi-api kalau kata bang Haji :D.

Saya pun tak lepas menjadi Sang Pemimpi juga, yaitu orang yang memiliki impian untuk masa depan. Sebenernya sih udah dari dulu mikirin masa depan, pengen ini itu, tapi rasanya baru kali ini bener-bener serius untuk nyoba menggapainya. Saat pra-kuliah diberi materi life mapping, pikiran saya jadi lebih terbuka, dan mungkin bergairah juga, hehe. Saya coba mendaftar apa yang ingin saya capai…