Langsung ke konten utama

Allah Maha Mendengar

sumber
Pernah gak ngalamin hal yang serupa dengan ini: saat kita tiba – tiba terpikir sudah lama tidak bertemu dengan seseorang, eh gak lama setelahnya kita ketemu sama dia, dalam kesempatan yg gak sengaja. Kalau ngeliat lebih umumnya, jadi kita mikirin sesuatu sekilas aja, entah itu keinginan atau khayalan semata, eh ternyata bener kejadian. Pernah kan?

Fenomena ‘kebetulan’ seperti itu sering banget saya denger dari orang. Dan mungkin saya sendiri beberapa kali mengalaminya langsung. Yang saya inget sih ada dua cerita, walau mungkin sudah sering ngalamin hal yg serupa. Cuma kepikiran sekali dua kali, terus lupa, blas! ternyata jadi kenyataan. Masya Allah..

Pertama waktu bulan puasa dan lebaran kemarin. Kalau gak salah inget, sebelum puasa atau pas bulan puasanya, seperti biasa saya becanda sama adik yang masih SD. Nah waktu itu saya bilang: “Ntar pas lebaran ayaya (saya) mau motong sendiri ah ayamnya, biar dapet banyak, hehe”, biasa lah maksudnya buat godain si adik :D. Nah biasanya pas lebaran itu emang selalu motong ayam di tempat nenek, yg motong kakek saya. Biasanya motongnya gak bilang2, jadi pas mau makan udah ada aja tuh ayamnya, hehe. Eh pas lebaran kemaren malah ditawarin mau nyoba potong ayam gak. Ya udah karena emang belom pernah, nyobain deh. Alhamdulillah, ayamnya mati pada percobaan pertama..:D

Cerita yang kedua temanya mirip, masih tentang penyembelihan hewan. Kalau yang pertama pas lebaran puasa, yang ini pas lebaran haji atau lebaran Kurban. Yak betul! Kali ini saya berhasil menyembelih seekor domba dengan sukses! Alhamdulillah.. Tapi itu bukan hewan kurban sendiri sih, entah punya siapaa gitu, hehe. Semoga diterima kurbannya walau dipotong sama newbie seperti saya, aamiin. Wow, benar-benar pengalaman yang cukup spesial, untuk pertama kalinya menyembelih domba. Cuma satu sih emang, tapi lumayan membekas sampe sekarang. Rasanya pengen nyembelih lagi deh, kayak nikmat gtu ngeliat pisau/golok membelah tenggorokan hewan, sret sret. Hii, buat sebagian orang mungkin jijik kali ya, tapi saya suka sensasi motongnya, haha.

Dari kedua pengalaman itu, ada kemiripan yang saya rasakan. Dua-duanya gak saya rencanakan, cuma pernah kepikiran aja walau cuma selintas. Mungkin waktu itu saya tiba-tiba berpikir gini: “Ya Allah, pengen deh nyobain motong ayam/kambing sendiri, pengen tau caranya siapa tau berguna.” Terus abis itu udah, hampir gak kepikiran lagi keinginan kayak gitu. Paling, pas mendekati momennya aja kepikiran lagi, dan ternyata kesempatannya begitu terbuka, padahal sebelum2nya gak pernah. Dan gak cuma dua cerita ini sih kayaknya, masih banyak lagi. Waw, semua kisah itu, baik pengalaman sendiri ataupun orang lain, membuat saya makin yakin bahwa Allah memang Maha Mendengar. :)

Ada yang bilang, hati-hati dengan ucapan yang kita keluarkan, karena itu bisa menjadi ‘doa’. Menurut saya, memang ada benarnya pernyataan itu. Bahkan gak hanya ucapan aja, lintasan pikiran pun bisa jadi doa juga. Karena hakikatnya, apa yang kita ucapkan, pikirkan, rasakan, semuanya tercatat dengan baik oleh malaikat yang bertugas. Catatan itu nantinya akan menjadi bukti di hari perhitungan kelak, entah sebagai bukti pendukung kebaikan kita atau justru pemberat hukuman. Karena Allah, Maha Mendengar apa yang berbunyi maupun tersembunyi dalam hati..

So, kita mesti lebih perhatian lagi nih terhadap apa yang kita ucapkan dan pikirkan. Kalau keselip alias gak sengaja ngomong atau mikir yang enggak2, cepet2 istighfar. Mudah2an yg keselip itu gak jadi pemberat hukuman kelak, nauzubilah jangan sampe deh. Keep positive thinking and feeling aja lah, dan terus berdoa kepada Allah, tentang kebaikan apapun yang kita inginkan. Yang selintas aja dikabulin, apalagi yg selalu kita sebut setiap kesempatan berdoa. Kalau gak dapet sesuai dengan yg didoain? Ya ngaca dulu aja. Ngaca? Iya ngaca, supaya kita lebih bersiap2 lagi, karena Allah sedang menyiapkan yang terbaik untuk kita. Aamiin.. :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Knowing

Hari rabu minggu lalu, entah setelah berapa lama akhirnya penulis berkesempatan untuk menonton bioskop lagi. Mungkin sudah lebih dari setengah tahun kali ya, selama itu nonton film ‘bioskop’nya di kelas atau gak laptop sendiri, hehe. Lumayan menghemat loh, misalkan paling murah tiket bioskop 10.000, sebulan paling gak ada satu film baru yang wajib tonton, 6x10000= 60.000! belum lagi ongkos, snack atau makannya, minum juga pastinya, benar2 menghemat kan. haha, perhitungan banget ye. Apapun itu, film yang berhasil ditonton minggu lalu adalah Knowing. Ada yang unik saat memutuskan untuk menonton film ini. Begini ceritanya, penulis memilih bioskop yang paling dekat rumah untuk menonton (hidup cijantung!), dan kebetulan film yang diputar salah satunya adalah Knowing. Ternyata Knowing itu satu-satunya film produksi luar negeri yang ada di daftar main bioskop itu, lainnya film dalam negeri. Sekedar informasi, di daerah sini memang yang lebih laku itu film lokal, film hollywood gitu cuma sedi

Daftar Pranala Blog-nya anak Jagung

Yak berikut daftar pranala blog anak fasilkom ui 2009 alias Jagung. Dicari dan diambil dari berbagai sumber secara brute force. Yang diambil adalah blog dengan domain sendiri atau yang ada di blogspot, wordpress, blogsome, deviantart, tumblr, .co.cc, dan livejournal. Selain itu seperti formspring dan twitter tidak dimasukkan karena kayaknya bukan termasuk kategori 'blog'. Kalau ada yang ingin menambahkan atau justru tidak ingin dimasukkan, feel free to contact me :)

Resensi: La Tahzan for Love

  Identitas buku Judul : La Tahzan for Love Judul Asli : Khaifatun Min al-Hubb Penulis : Najla Mahfudz Penerbit : Akar Media Sebuah buku yang berisi tentang berbagai macam cerita mengenai lika-liku kehidupan remaja. Salah satu seri dari buku berjudul ‘La Tahzan..’ ini mengkhususkan pembahasan tentang sebuah perasaan yang dialami semua orang, cinta. (liat dari judulnya juga bisa kan? hehe) Sejak Adam dan Hawa diciptakan, persoalan mengenai cinta selalu mewarnai kehidupan umat manusia. Cinta dapat memberikan perdamaian di muka bumi ini, namun cinta pula dapat menjadi penyebab hancur leburnya dunia di tangan manusia. Cinta atau kasih sayang bagai mawar merah yang indah, dia dapat memberikan kenyamanan untuk siapa saja yang melihatnya tetapi dia juga dapat melukai kulit bila kita tidak hati-hati dengannya. Terlebih lagi di jaman sekarang, para remaja yang sedang mencari jati diri sering merasa tersiksa akibat pengertian cinta yang salah. Mereka yang belum mengenal dan mencoba untuk