Langsung ke konten utama

Tiba-tiba

Tiba-tiba, ingin menulis. Tapi gak tau, apa yg mau ditulis. Nah loh..

Sebenernya banyak sih ide tulisan yg mau ditulis, tapi bukan sekarang waktu yg pas. Udah cukup malam, besok pagi harus berangkat kerja lagi, dan seterusnya. Tapi entah kenapa, setelah ngeliat nama-nama orang di list chat fb, gtalk, dll, jadi ingin menulis. Loh kok gitu?

Entahlah, random aja. Abis ngeliat mereka masih pada online jam segini (11 malem), apa ya yg sedang mereka lakukan? mungkin emang hobinya online browsing gitu2, stalking, atau mungkin ada yg ngerjain tugas, bikin makalah, ngerjain proyek, atau cuma ngegalau aja? ya, bisa apapun.

Yang pasti sih, satu orang lagi nulis. Ya ini yang nulis post ini xD

Oke, mungkin penulis coba refleksi tulisan akhir2 ini, dimana kalau para pemirsa ikuti dengan seksama, ada satu tema besar dari beberapa tulisan terakhir di blog ini sangat tergambar jelas. Gak usah disebutin juga kali ya, baca aja sendiri kalau mau tau :p.

Untuk tahun 2013 ini, insya Allah penulis akan coba lebih variatif dalam milih tema tulisan. Biar gak keliatan galau mulu. Eh, ketauan deh! xD..random abiiez xD. Yak pokoknya gitu lah. Penulis ingin coba mengambil hikmah dari setiap kejadian sehari-hari di sekitar kita. Dari setahun lalu sebenernya banyak banget idenya, tapi gak kesampean ditulis, padahal udah dicatet. Spoilernya nih: tentang si rambut putih, kisah si lebah, cerita biker, pesan untuk pemimpin, "mengapa robot tak pacaran", dll.

Bismillah, harus bisa produktif! YOSH!

Sekian aja kali ya..namanya juga random, hahaha..

sumber gambar: 
http://s3.amazonaws.com/creattica/uploaded-images/0000/5680/random_logo-ouruub.jpg

Postingan populer dari blog ini

obat-obatan: menyehatkan atau menyakitkan?

Huff,,sudah hampir genap 5 hari ini salah satu jari kaki terbalut oleh perban atau apa lah itu namanya. Sampe diperban gitu sih karena kulit bagian bawah jari kakinya mengalami luka toni eh maksudnya luka robek yg cukup lebar dan dalam. Alhasil kata bu dokter musti dijait biar cepet sembuh. En ternyata oh ternyata dikasih obat juga, kirain cukup dijait trus sembuh. Akhirnya mau gak mau rela gak rela rekor ‘anti obat’ ane berhenti deh. Sekilas mengenai rekor ini, sudah hampir 5 tahun lebih lah ane tuh gak pernah minum obat dari dokter ataupun obat yg ky suplemen buat tubuh gitu. Jadi alhamdulillah selama itu ane gak pernah mengalami sakit yg cukup parah sehingga membutuhkan obat khusus ataupun minum obat buat sekedar nenangin diri or nambah stamina. Tapi karena skrang obatnya udah dibeli, mau tak mau diabisin deh.. Sebenernya ane sangat anti-obat loh, obat yg bentuknya konkret tentunya. Obat yg mempunyai berbagai bentuk mulai dari puyer, sirup, tablet, kapsul, kaplet, und so weiter se…

Satu Tahun Kemudian

Ibarat film, blog ini mengalami percepatan lini masa ke satu tahun mendatang, sejak entri pos terakhir ada. Tidak sama persis sih, karena memang secara harfiah setahun (lebih) kemudian baru nulis lagi, bukan percepatan. Hahaha, cuma bisa ketawa miris xD

Banyak banget yang sudah terjadi selama setahun terakhir ini. Buat teman-teman saya yang terhubung di media sosial, khususnya facebook, tentunya tahu peristiwa bersejarah untuk saya tahun lalu: menikah. Sejak saat itu, dunia yang tadinya seakan diputar dalam pola warna grayscale dari kacamata seorang jomlo, berubah menjadi full color. :D

Prioritas

Seorang kawan pernah meminta masukan untuk memilih pasangan tempat kerja baru. Dari beberapa pilihan, dia sudah buatkan daftar perbandingan keduanya. Yang dibandingkan pun beragam, dari yg standar seperti lokasi & gaji, hingga visi misi. Di antara pilihan tersebut, jelas dia bingung karena tidak ada yang paling ideal. Pasti ada plus minusnya. Dalam seni membandingkan seperti ini, kita tak kan bisa membuat keputusan, tanpa satu hal: prioritas.
Dalam bukunya, Problem Solving 101, Ken Watanabe memberikan tips praktikal dalam membandingkan beragam pilihan dan membuat keputusan. Salah satu caranya adalah dengan membuat bobot dari kriteria yang kita bandingkan. Ken memberikan contoh seorang anak yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional, kebingungan dalam memilih sekolah SMA yang akan mendukung karirnya. Pilihannya antara dua: sekolah yang dekat dan sangat terkenal prestasi sepak bolanya, namun persaingan tinggi untuk klubnya. Yang kedua agak jauh dan tak kalah terkenal sepak bo…