Langsung ke konten utama

Nulis apa ya?


Yak judulnya sudah mencerminkan isi hati penulis akhir-akhir ini, hehe, curcol dikit lah. Bener sih, sejak liburan yang diisi dengan Kerja rodi Praktik rasanya kangen banget buat nulis sesuatu, even just a word. Gak satu kata juga sih, intinya ya nulis deh, apapun itu. Hasrat nulis itu untungnya sedikit tersalurkan dengan jejaring sosial yang namanya twitter. Yah walaupun hanya 140 karakter, setidaknya bisa lah ‘mengeluarkan’ pikiran dengan gaya baru. Tapi tetep sih, gak bisa menggantikan blog di hatiku..hihi

So, dengan semangat yang memang naik turun, dengan terpaksa senang hati penulis mulai membenahi blog ini yang lagi-lagi terbengkalai sejak terakhir kali mengikrarkan diri untuk lebih update. Berkaca dari pengalaman sebelumnya,,ceileh berkaca,,maka sekarang gak usah gembar-gembor deh pengen lebih sering nulis di blog. Let it flow ajah, lagi pengen nulis ya tuliis, lagi gak pengen ya udah jangan dipaksa (kecuali itu tugas kuliah :p).

Nah sekarang pertanyaannya: nulis apa ya?
Rasanya pertanyaan ini pernah muncul juga pas pertama kali bikin blog atau ngajakin temen bikin blog..dan jawaban normatifnya sih yaa nulis apa aja yang loe suka. Aha! Itu dia, nulis apa aja yg disukai..tp kalo suka sama seseorang gimana dong? Masa iya nulis tentang dia? Kan malu kalau dibaca sama orangnya.. Hehe, yang senyam-senyum pasti deh punya ‘sesuatu’ yang kayak gitu :p

Gak salah juga sih kalau nulis tentang itu, tapi mikir juga, apa manfaatnya? Sekedar mengeluarkan hasrat terpendam yg khawatir mebawa mudharat/keburukan jika disampaikan secara langsung? Yee sama aja dong, di blog jg gak lebih bagus, mendingan gak usah sekalian. Yang kayak gitu mah gak perlu jadi konsumsi publik kali—kayak banyak yg baca aja nih :p—cukuplah disimpan hingga waktunya tiba J. Masih banyak hal lain yang gak kalah asik kok untuk dibagi dalam sebuah tulisan.

Secara pribadi, penulis menjadikan blog sebagai ajang curahan pikiran (gak pake hati) yang sulit dilukiskan dengan kuas dan kanvas, karena emang penulis gak jago ngelukis, hehe. Intinya sih penulis ingin menyampaikan gagasan di dalam kehidupan yang fana ini. Topiknya random, namun satu hal yang sama, semua adalah gagasan dari kepala penulis. Insya Allah apapun itu, penulis berusaha membuatnya se-general mungkin agar bisa bermanfaat juga untuk para pembaca, sesuai dengan tagline blog ini: “menghimpun hikmah, menebar manfaat”. Jadi nulis blog gak hanya kayak diari doang, tapi ada sesuatu yang ingin penulis sampaikan pada para pemirsa. Kalau gitu, boleh kali ya galau-galau dikit, asal ada manfaatnya, hehe.

Yup segitu dulu deh, semoga gak labil lagi nulis gak nulisnya~~

Postingan populer dari blog ini

obat-obatan: menyehatkan atau menyakitkan?

Huff,,sudah hampir genap 5 hari ini salah satu jari kaki terbalut oleh perban atau apa lah itu namanya. Sampe diperban gitu sih karena kulit bagian bawah jari kakinya mengalami luka toni eh maksudnya luka robek yg cukup lebar dan dalam. Alhasil kata bu dokter musti dijait biar cepet sembuh. En ternyata oh ternyata dikasih obat juga, kirain cukup dijait trus sembuh. Akhirnya mau gak mau rela gak rela rekor ‘anti obat’ ane berhenti deh. Sekilas mengenai rekor ini, sudah hampir 5 tahun lebih lah ane tuh gak pernah minum obat dari dokter ataupun obat yg ky suplemen buat tubuh gitu. Jadi alhamdulillah selama itu ane gak pernah mengalami sakit yg cukup parah sehingga membutuhkan obat khusus ataupun minum obat buat sekedar nenangin diri or nambah stamina. Tapi karena skrang obatnya udah dibeli, mau tak mau diabisin deh.. Sebenernya ane sangat anti-obat loh, obat yg bentuknya konkret tentunya. Obat yg mempunyai berbagai bentuk mulai dari puyer, sirup, tablet, kapsul, kaplet, und so weiter se…

Satu Tahun Kemudian

Ibarat film, blog ini mengalami percepatan lini masa ke satu tahun mendatang, sejak entri pos terakhir ada. Tidak sama persis sih, karena memang secara harfiah setahun (lebih) kemudian baru nulis lagi, bukan percepatan. Hahaha, cuma bisa ketawa miris xD

Banyak banget yang sudah terjadi selama setahun terakhir ini. Buat teman-teman saya yang terhubung di media sosial, khususnya facebook, tentunya tahu peristiwa bersejarah untuk saya tahun lalu: menikah. Sejak saat itu, dunia yang tadinya seakan diputar dalam pola warna grayscale dari kacamata seorang jomlo, berubah menjadi full color. :D

Prioritas

Seorang kawan pernah meminta masukan untuk memilih pasangan tempat kerja baru. Dari beberapa pilihan, dia sudah buatkan daftar perbandingan keduanya. Yang dibandingkan pun beragam, dari yg standar seperti lokasi & gaji, hingga visi misi. Di antara pilihan tersebut, jelas dia bingung karena tidak ada yang paling ideal. Pasti ada plus minusnya. Dalam seni membandingkan seperti ini, kita tak kan bisa membuat keputusan, tanpa satu hal: prioritas.
Dalam bukunya, Problem Solving 101, Ken Watanabe memberikan tips praktikal dalam membandingkan beragam pilihan dan membuat keputusan. Salah satu caranya adalah dengan membuat bobot dari kriteria yang kita bandingkan. Ken memberikan contoh seorang anak yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional, kebingungan dalam memilih sekolah SMA yang akan mendukung karirnya. Pilihannya antara dua: sekolah yang dekat dan sangat terkenal prestasi sepak bolanya, namun persaingan tinggi untuk klubnya. Yang kedua agak jauh dan tak kalah terkenal sepak bo…