Langsung ke konten utama

20

Dua ribu sebelas, tahun ini, merupakan salah satu tahun yang bersejarah buatku. Walau belum berakhir, namun ku yakin, tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang telah lalu. Apa yang membuat berbeda? tentu banyak, misal mata kuliah, aktifitas organisasi, kesibukan pribadi, target tahunan, dan lainnya. Namun satu hal yang pasti berbeda tiap tahun, seperti nilai variabel dalam perulangan for yang selalu bertambah atau berkurang hingga batasnya, adalah usia..

Usia atau umur, bisa dilihat sebagai variabel dengan nilai yg terus bertambah atau berkurang. Terserah mau milih sudut pandang mana, yang pasti ada batasnya.. iih serem deh kalo mikirin batas hidup alias kematian. Jadi kita cerita yang laen aja ya, hehe.

Ah, rasanya baru kemaren sore aku masuk di fasilkom UI. Terus kemaren siangnya lagi asik duduk melingker bareng temen rohis sman 8, paginya malah becanda ngobrol ngalor ngidul sama geng smp. Kalau di flashback lebih jauh,  bisa-bisa rasanya aku baru lahir tiga hari lalu, nah lo. Cepat sekali ya waktu berlalu.

 Pren, ngomong2 tentang waktu, inget hadis tentang lima perkara waktu gak? yang ini loh..:
Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara :
[1] Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,
[2] Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,
[3] Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,
[4] Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,
[5] Hidupmu sebelum datang kematianmu.”
(HR. Al Hakim)

Ugh, jleb banget dah kalau dihayati maknanya. Sengaja ada bagian yg ditebelin, karena itu yg mau sedikit diceritain di sini. Kalau versiku sih ya, makna dari yg ditebelin itu kayak gini: hoy anak muda! manpaatin tuh waktu lu sekarang, nanti kalo udah tua gak bisa ngapa2in lho! kira-kira gitu deh maknanya, yg gak setuju ke laut aje sono...tapi ke lautnya abis baca tulisan ini ampe selesai yak! xD

Lima perkara esensial dalam hadis tersebut, salah satunya menyangkut 'masa muda' masa yg berapi-api. Kenapa ye masa muda disebut dalam hadis, pertamax lagi! hm, jadi mikir sendiri, apa aja ya yg udah aku perbuat hingga saat ini? soalnya lagi masa muda kan nih..

Udah belom ya manfaatin masa muda ini sebaik-baiknya? ah, rasanya masih jauh sekali..apalagi kalau ngeliat orang-orang di sekeliling, masya Allah, bagai punguk merindukan bulan kali ye! ada yang IP nya cum laude mulu, suka menang lomba ini itu, sering ikut atau ngisi acara dimana-mana, punya karya segudang, jadi mapres lah, wuih kepanjangan dah kalo disebut semua!

Huff..malu aku malu, pada semut merah, yang berbaris di dinding, eh keterusan.. Iya malu, padahal hari ini, bulan ini, tahun ini, aku sudah bukan lagi seorang teenager, tapi power ranger, yeah! bukan itu maksudnya! xD. Aku kini bukan lagi anak belasan tahun, atau anak sd, apalagi balita..sekarang aku sudah menginjak umur 20 tahun.



Tidak! secepat inikah? lah lo kemane aja? malu rasanya hingga saat ini belum banyak berbuat, belum banyak berubah, belum banyak bermanfaat untuk sesama. Sementara di sisi lain, orang2 seumuran di sekelilingku udah banyak yang berprestasi dan berkarya, setidaknya menjadi panutan dan kawan yang baik.

Aku mungkin belum bisa berbuat apa-apa, namun aku sangat bersyukur dikelilingi orang-orang seperti itu. Banyak hal yang mengisi hari-hariku selama dua puluh tahun ini berbuah inspirasi. Dimulai saatku lahir, ibuku bertaruh nyawa agar aku hadir di dunia ini, aku belajar pengorbanan. Saat TK, ibu guru mengajarkan menggambar dan bernyanyi, aku belajar ketulusan. Saat SD, mulai diberikan banyak PR, aku belajar bertanggung jawab. Saat SMP, dengan teman yang makin beragam, aku belajar bertoleransi. Saat SMA, ikut kegiatan organisasi, aku belajar bekerja sama. Dan tentu saja, saat aku mulai kuliah hingga saat ini..

Hampir setiap segmen kehidupan, mungkin seluruhnya, dari awal masuk kuliah hingga detik ini, selalu terisi oleh inspirasi dari orang-orang yang hebat. Sebut saja bang Nunug yg bisa jadi ketua BEM Fasilkom '10, bang Jay Mapres ke-2 tingkat UI dan sekarang jd anggota MWA UI UM, bang Big yg eksis dimana-mana, bang Topan jadi ketua Salam, bu kasiyah yang sangat perhatian, dosen2 luar biasa yg sering ngasih nasihat, bang rido, bang yunus, bang desta, bang fajri, bang adani, bang dori, bang ardi, mbak diane, mbak eka, mbak cabe (eh harusnya mas kali ya? xD), abang & mbak fasilkom 2008 lain yg luar biasa prestasinya, bang eko ketua dpm ui, mbak septi kakom pengawasan (yg ini harusnya mas jg kali ya :p), dan abang2 juga mbak2 lain yg susah disebut satu2 (sebenernya lupa :p).

Uaah..belom lagi temen2 seangkatan di fasilkom yang subhanallah sekali, selalu mengisi hari-hari di fasilkom. Biar adil n gak capek, gak usah ada yg disebut deh, hehe. Tapi aku sangat berterima kasih pada kalian semua yg udah banyak membantu dan memberiku pelajaran dalam banyak hal, secara tersurat ataupun tersirat. Yah mungkin special thanks to dadan yg udah jd ketua angkatan yg baik, temen2 menanti_syurga'09 yg selalu ceria, firza rizka ipin yg brsedia jd tim sukses, klompok kecil pmb firefox (fender,nizar,falen,rizka,devita,agus,husen,ka'fahri kubo) mohon maaf waktu itu gk bsa jadi ketua yg baik, klompok besar pmb Panda khususnya sang ketua yulistiyan :p, bang amri yg subhanallah sekali mindset-nya, pepe yg semangat sekali compfestnya (gud luck bro!), uthe nanda dkk yg selalu mengundang tawa, dan semuanya dah..eeaa jadi disebutin juga :p

Nyambung gak nyambung isi satu paragraf dengan paragraf lainnya semoga tidak Anda hiraukan. Intinya, terima kasih banyak untuk teman-teman semua yang telah mewarnai kehidupanku selama dua puluh tahun terakhir ini, aku banyak belajar dari kalian semua! juga mohon maaf atas banyak kekuranganku yg pastinya kalian tidak sukai, mohon bantuannya dalam bentuk apapun yg membangun, agar aku bisa terus memperbaiki diri dan pada akhirnya dapat menjadi lebih bermanfaat untuk sesama..semoga kita semua menjadi orang yang lebih dan terus bermanfaat!
at last, selamat menikmati (gambar) kuenya :D



Postingan populer dari blog ini

obat-obatan: menyehatkan atau menyakitkan?

Huff,,sudah hampir genap 5 hari ini salah satu jari kaki terbalut oleh perban atau apa lah itu namanya. Sampe diperban gitu sih karena kulit bagian bawah jari kakinya mengalami luka toni eh maksudnya luka robek yg cukup lebar dan dalam. Alhasil kata bu dokter musti dijait biar cepet sembuh. En ternyata oh ternyata dikasih obat juga, kirain cukup dijait trus sembuh. Akhirnya mau gak mau rela gak rela rekor ‘anti obat’ ane berhenti deh. Sekilas mengenai rekor ini, sudah hampir 5 tahun lebih lah ane tuh gak pernah minum obat dari dokter ataupun obat yg ky suplemen buat tubuh gitu. Jadi alhamdulillah selama itu ane gak pernah mengalami sakit yg cukup parah sehingga membutuhkan obat khusus ataupun minum obat buat sekedar nenangin diri or nambah stamina. Tapi karena skrang obatnya udah dibeli, mau tak mau diabisin deh.. Sebenernya ane sangat anti-obat loh, obat yg bentuknya konkret tentunya. Obat yg mempunyai berbagai bentuk mulai dari puyer, sirup, tablet, kapsul, kaplet, und so weiter se…

Satu Tahun Kemudian

Ibarat film, blog ini mengalami percepatan lini masa ke satu tahun mendatang, sejak entri pos terakhir ada. Tidak sama persis sih, karena memang secara harfiah setahun (lebih) kemudian baru nulis lagi, bukan percepatan. Hahaha, cuma bisa ketawa miris xD

Banyak banget yang sudah terjadi selama setahun terakhir ini. Buat teman-teman saya yang terhubung di media sosial, khususnya facebook, tentunya tahu peristiwa bersejarah untuk saya tahun lalu: menikah. Sejak saat itu, dunia yang tadinya seakan diputar dalam pola warna grayscale dari kacamata seorang jomlo, berubah menjadi full color. :D

Prioritas

Seorang kawan pernah meminta masukan untuk memilih pasangan tempat kerja baru. Dari beberapa pilihan, dia sudah buatkan daftar perbandingan keduanya. Yang dibandingkan pun beragam, dari yg standar seperti lokasi & gaji, hingga visi misi. Di antara pilihan tersebut, jelas dia bingung karena tidak ada yang paling ideal. Pasti ada plus minusnya. Dalam seni membandingkan seperti ini, kita tak kan bisa membuat keputusan, tanpa satu hal: prioritas.
Dalam bukunya, Problem Solving 101, Ken Watanabe memberikan tips praktikal dalam membandingkan beragam pilihan dan membuat keputusan. Salah satu caranya adalah dengan membuat bobot dari kriteria yang kita bandingkan. Ken memberikan contoh seorang anak yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional, kebingungan dalam memilih sekolah SMA yang akan mendukung karirnya. Pilihannya antara dua: sekolah yang dekat dan sangat terkenal prestasi sepak bolanya, namun persaingan tinggi untuk klubnya. Yang kedua agak jauh dan tak kalah terkenal sepak bo…