Langsung ke konten utama

Sebuah Pengingat


Sepotong nasihat dari murabbi, tentang totalitas dalam setiap amal perbuatan, menjawab masalah ketidak-teraturannya kegiatanku minggu ini..

Sekelumit kisah dari kawan, mengenai bagaimana dia menjalani hidupnya, membuat 'kantong' motivasi terisi lagi tuk terus berkarya lebih..

Sebuah pesan singkat dari sahabat, berisi pengingat bahwa kematian sesungguhnya amatlah dekat, menyadarkanku bahwasanya diri ini masih amat jauh dari Dia Sang Pemilik Kehidupan..

Semua hal tersebut mengingatkanku satu hal, perjalanan masih jauh..

Perjalanan memampukan diri sebelum bertanggung jawab atas orang lain, perjalanan menghasilkan mahakarya bermanfaat untuk umat, dan perjalanan panjang dengan kendaraan istiqamah menuju jannah-Nya..

Komentar

  1. sebuah pesan singkat dari sahabat..
    kayanya saya tahu nih siapa sahabatnya.. :p

    ingatlah wahai kawan, keseimbangan (tawazun) dalam kehidupan itu hal yang penting. Dan totalitas dalam keseimbangan itu jauh lebih penting. Karena usaha yang setengah-setengah, bagaikan kehidupan tanpa darah..

    usahakan kalau sudah memutuskan "sesuatu", total dikerjain ya.. :p

    btw foto siapa tuh? XD

    BalasHapus
  2. subhanallah, tolong ajarin ya master kehidupan :p

    n.b: au dah poto siapa, dikasih mbah gugel

    BalasHapus
  3. terimakasih sudah mengingatkan :)
    ayo saling mengingatkan~~

    kayaknya tau nih siapa sahabatnya *ikut-ikutan* :P

    BalasHapus
  4. yah biar pas aja belakangnya, kan jadi enak dibaca :D

    BalasHapus

Posting Komentar

silakan komentar

Postingan populer dari blog ini

obat-obatan: menyehatkan atau menyakitkan?

Huff,,sudah hampir genap 5 hari ini salah satu jari kaki terbalut oleh perban atau apa lah itu namanya. Sampe diperban gitu sih karena kulit bagian bawah jari kakinya mengalami luka toni eh maksudnya luka robek yg cukup lebar dan dalam. Alhasil kata bu dokter musti dijait biar cepet sembuh. En ternyata oh ternyata dikasih obat juga, kirain cukup dijait trus sembuh. Akhirnya mau gak mau rela gak rela rekor ‘anti obat’ ane berhenti deh. Sekilas mengenai rekor ini, sudah hampir 5 tahun lebih lah ane tuh gak pernah minum obat dari dokter ataupun obat yg ky suplemen buat tubuh gitu. Jadi alhamdulillah selama itu ane gak pernah mengalami sakit yg cukup parah sehingga membutuhkan obat khusus ataupun minum obat buat sekedar nenangin diri or nambah stamina. Tapi karena skrang obatnya udah dibeli, mau tak mau diabisin deh.. Sebenernya ane sangat anti-obat loh, obat yg bentuknya konkret tentunya. Obat yg mempunyai berbagai bentuk mulai dari puyer, sirup, tablet, kapsul, kaplet, und so weiter se…

Satu Tahun Kemudian

Ibarat film, blog ini mengalami percepatan lini masa ke satu tahun mendatang, sejak entri pos terakhir ada. Tidak sama persis sih, karena memang secara harfiah setahun (lebih) kemudian baru nulis lagi, bukan percepatan. Hahaha, cuma bisa ketawa miris xD

Banyak banget yang sudah terjadi selama setahun terakhir ini. Buat teman-teman saya yang terhubung di media sosial, khususnya facebook, tentunya tahu peristiwa bersejarah untuk saya tahun lalu: menikah. Sejak saat itu, dunia yang tadinya seakan diputar dalam pola warna grayscale dari kacamata seorang jomlo, berubah menjadi full color. :D

Resensi: La Tahzan for Love

Identitas buku Judul : La Tahzan for Love
Judul Asli : Khaifatun Min al-Hubb
Penulis : Najla Mahfudz
Penerbit : Akar Media

Sebuah buku yang berisi tentang berbagai macam cerita mengenai lika-liku kehidupan remaja. Salah satu seri dari buku berjudul ‘La Tahzan..’ ini mengkhususkan pembahasan tentang sebuah perasaan yang dialami semua orang, cinta. (liat dari judulnya juga bisa kan? hehe)

Sejak Adam dan Hawa diciptakan, persoalan mengenai cinta selalu mewarnai kehidupan umat manusia. Cinta dapat memberikan perdamaian di muka bumi ini, namun cinta pula dapat menjadi penyebab hancur leburnya dunia di tangan manusia. Cinta atau kasih sayang bagai mawar merah yang indah, dia dapat memberikan kenyamanan untuk siapa saja yang melihatnya tetapi dia juga dapat melukai kulit bila kita tidak hati-hati dengannya. Terlebih lagi di jaman sekarang, para remaja yang sedang mencari jati diri sering merasa tersiksa akibat pengertian cinta yang salah. Mereka yang belum mengenal dan mencoba untuk mengeta…