Langsung ke konten utama

Random

Terkadang, sulit itu bukan saat memulai sesuatu, tapi menjaga konsistensi setelah memulainya.. (Yahya Muhammad, 2011)

Ada anekdot yg mungkin pernah kita dengar bahwa hari yang paling tepat untuk memulai diet adalah hari Esok. Yah artinya sih orang kalo mau diet paling susah tuh mulainya, katanya sih. Model kayak gini mungkin gak hanya untuk masalah diet aja sih, yang lain juga bisa. Apalagi mahasiswa, yang konon katanya berpedoman "ngapain ngerjain sekarang kalo besok masih bisa". Marilah sama-sama kita beristigfar, astagfirullahaladzim.. Berat untuk memulai sesuatu yang baru, itulah yang sering terjadi pada orang, lagi-lagi katanya. Namun penulis merasa yang sulit justru bukan saat memulai, namun istiqamah alias konsisten dalam menjalankan apa yang sudah dimulai itu..

Konsisten, mungkin ini kunci sebenarnya. Kunci untuk menuntaskan apa yang telah dimulai, atau menjaga kesinambungan hingga nyawa merenggang. Sayangnya penulis merasa seringkali kehilangan kunci ini, entah jatuh atau terselip di mana. Contoh sederhananya nulis di blog ini. Waktu itu udah mulai dipatok tiap minggu harus nulis sesuatu, sedikit ataupun banyak. Nyatanya, beberapa minggu terakhir penulis absen nulis. Walau sudah dimulai, bukan jaminan untuk berjalan terus kan.. Makanya penulis berpendapat bahwa sesungguhnya yang penting adalah konsistensi dalam pelaksanaannya, dan juga sesungguhnya hanya perlu sekali lecutan untuk memulai sesuatu.

Bagai reaksi kimia, dimana diperlukan panas yang cukup agar reaksi kimia itu terjadi, yang disebut juga energi aktivasi. Namun energi ini hanya diperlukan sekali di awal reaksi, hanya di saat reaksi mulai. Layaknya saat kita akan memulai sesuatu, kita hanya perlu motivasi yang akan melecut kita memulainya, hanya itu aja. Seterusnya adalah reaksi yang membutuhkan ketepatan ukuran dari tiap-tiap unsur di dalamnya, agar tercapai yang namanya kesetimbangan. Kelebihan volume atau konsentrasi salah satu unsur yang tidak seimbang dapat mengakibatkan kejenuhan reaksi dan akhirnya hanya menghasilkan sedikit-bahkan tidak sama sekali-unsur yang diinginkan. Itulah konsistensi, menjaga agar pelaksanaan terus berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Huaaah..sebenernya lagi agak kesel nih sama diri sendiri, kenapa sih suka gak konsisten?? rasanya berat banget gitu. Makanya judulnya random, karena suka gak jelas lagi semangat atau enggak, dalam hal ini menjaga konsistensi. Tiba-tiba semangat nulis, buka blog, new entry, ketik judul, dhuer! bagai petir tiba-tiba jadi males lagi nulisnya. Padahal udah banyak banget yang pengen ditulis atau ceritain, tapi fungsi randomnya masih nyala jadi suka labil deh. Ah sudahlah, jangan dipikirkan, ini paragraf random kok.

Alhamdulillah sekitar seminggu terakhir ini rasanya mendapat energi ulang untuk reaktor semangat-mengejar-impian. Walau sempat terkena guncangan galau 8.9 skala hati, bahkan ada tsunami tugas dan ujian, untungnya gak sampai meledak dan menyebarkan radioaktif ke lingkungan sekitar. Jum'at minggu lalu mungkin jadi salah satu momen penting titik balik ini. Mendapat teguran yang keras dari seseorang yang keras, membuat hati rasanya mengeras juga, dalam artian positif tentunya. Insya Allah akan dibuat satu edisi tulisan khusus yang ngebahas teguran itu.

Untuk sekarang, penulis hanya ingin sedikit mengobati kerinduan menulis..ah rasanya masih jauh sekali buat bikin tulisan yang keren, duh random lagi kan xD. Oya satu lagi deh, mungkin salah satu yang bikin reaktor semangat-mengejar-impian menyala lagi adalah impian itu sendiri, yang sedikit banyak terkatalisasi salah satunya oleh tulisan ini: http://www.eramuslim.com/oase-iman/aisyah-untukmu-calon-suamiku.htm. jleb..

Postingan populer dari blog ini

obat-obatan: menyehatkan atau menyakitkan?

Huff,,sudah hampir genap 5 hari ini salah satu jari kaki terbalut oleh perban atau apa lah itu namanya. Sampe diperban gitu sih karena kulit bagian bawah jari kakinya mengalami luka toni eh maksudnya luka robek yg cukup lebar dan dalam. Alhasil kata bu dokter musti dijait biar cepet sembuh. En ternyata oh ternyata dikasih obat juga, kirain cukup dijait trus sembuh. Akhirnya mau gak mau rela gak rela rekor ‘anti obat’ ane berhenti deh. Sekilas mengenai rekor ini, sudah hampir 5 tahun lebih lah ane tuh gak pernah minum obat dari dokter ataupun obat yg ky suplemen buat tubuh gitu. Jadi alhamdulillah selama itu ane gak pernah mengalami sakit yg cukup parah sehingga membutuhkan obat khusus ataupun minum obat buat sekedar nenangin diri or nambah stamina. Tapi karena skrang obatnya udah dibeli, mau tak mau diabisin deh.. Sebenernya ane sangat anti-obat loh, obat yg bentuknya konkret tentunya. Obat yg mempunyai berbagai bentuk mulai dari puyer, sirup, tablet, kapsul, kaplet, und so weiter se…

Satu Tahun Kemudian

Ibarat film, blog ini mengalami percepatan lini masa ke satu tahun mendatang, sejak entri pos terakhir ada. Tidak sama persis sih, karena memang secara harfiah setahun (lebih) kemudian baru nulis lagi, bukan percepatan. Hahaha, cuma bisa ketawa miris xD

Banyak banget yang sudah terjadi selama setahun terakhir ini. Buat teman-teman saya yang terhubung di media sosial, khususnya facebook, tentunya tahu peristiwa bersejarah untuk saya tahun lalu: menikah. Sejak saat itu, dunia yang tadinya seakan diputar dalam pola warna grayscale dari kacamata seorang jomlo, berubah menjadi full color. :D

Apa Mimpimu?

Salah satu waktu yang paling menyenangkan untuk saya adalah saat berbicara tentang mimpi. Entah dengan sahabat atau beberapa kawan, selalu ada nuansa positif saat kami saling bercerita tentang rencana masa depan (yang galau juga ada sih :p). Walau masa depan adalah suatu yang gak pasti, tapi sikap optimis selalu mendapat tempat dalam diri. Seakan, kami sudah berada di sana, di tempat yang kami inginkan. Telah menggapai kesuksesan, dengan definisinya masing-masing. Walaupun kita juga gak tau gimana caranya buat nyampe sono, hehe. Yah namanya juga anak muda, masa yang berapi-api kalau kata bang Haji :D.

Saya pun tak lepas menjadi Sang Pemimpi juga, yaitu orang yang memiliki impian untuk masa depan. Sebenernya sih udah dari dulu mikirin masa depan, pengen ini itu, tapi rasanya baru kali ini bener-bener serius untuk nyoba menggapainya. Saat pra-kuliah diberi materi life mapping, pikiran saya jadi lebih terbuka, dan mungkin bergairah juga, hehe. Saya coba mendaftar apa yang ingin saya capai…