Langsung ke konten utama

Lagi - Lagi Gitu Lagi..

Well, (lagi-lagi) selamat datang di blog ini! Luar biasa, sudah lama sekali ya penulis tidak mengupdate blog ini..:p. Penulis jadi merasa bersalah nih, sudah berulang kali penulis menyatakan akan lebih sering untuk mengisi blog ini, namun kenyataannya malah sebaliknya. Oleh karena itu, kali ini penulis gak janji deh bakal terus update secara reguler. hehe Satu hal yang paling menghalangi penulis mengupdate blog ini adalah keterbatasan waktu luang, atau mungkin sebenarnya adalah penyediaan waktu khusus untuk menulis. Asal tahu aja, penulis tuh terkadang orangnya perfeksionis, sesuatu yang dikerjain tuh harus sempurna, gak asal-asalan, gak asal jeblak! (bahasa apaan tuh..) Namun sayangnya hal itu dialami penulis hanya ketika akan menulis untuk blog ini ataupun notes di fesbuk. Beda kalau tugas gitu, selesai aja udah alhamdulillah..xD Intinya, penulis masih kurang bisa spontan dalam menulis. Maksudnya, ketika ingin menulis sesuatu, menyampaikan suatu ide atau gagasan melalui tulisan, penulis selalu memikirkannya dengan sangat lama dan lama-lama malah gak jadi deh nulisnya. Keburu gak dapet resource lagi di otak ini, keabisan sama kerjaan-kerjaan lain yang baru dateng. Jadi agak iri sama teman-teman penulis yang bisa sangat ekspresif dan cepat ketika menulis di blognya. Sebenernya simpel aja sih ya, lagi mau nulis ya tulis aja..tapi takutnya gak ada yang baca, takutnya ada yg salah ngerti, takutnya pada mikir macem2 tentang gw..nah itu dia yg bikin penulis agak ragu kalau mau memuat suatu tulisan. Takut citranya jadi jelek. (yah curcol deh..xD) OKE!! Mulai saat ini penulis akan coba meninggalkan metode lama, perfeksionis, menjadi agak pragmatis aja..tapi tetep, metode yang baru ini meng-inherit dan override metode yang lama tersebut..hehe. Jadi sekarang kalau mau nulis ya langsung tulis aja, gak usah mikir macem2, toh belum terjadi. Nah kalau udah ditulis, baru diedit-edit supaya hasilnya maksimal. Gitu deh.. Sip, kalau boleh jujur (emang harus jujur kalee..) ini adalah contoh tulisan yang cukup spontan itu..hehe. Udah ah, see you at next posting!

Postingan populer dari blog ini

obat-obatan: menyehatkan atau menyakitkan?

Huff,,sudah hampir genap 5 hari ini salah satu jari kaki terbalut oleh perban atau apa lah itu namanya. Sampe diperban gitu sih karena kulit bagian bawah jari kakinya mengalami luka toni eh maksudnya luka robek yg cukup lebar dan dalam. Alhasil kata bu dokter musti dijait biar cepet sembuh. En ternyata oh ternyata dikasih obat juga, kirain cukup dijait trus sembuh. Akhirnya mau gak mau rela gak rela rekor ‘anti obat’ ane berhenti deh. Sekilas mengenai rekor ini, sudah hampir 5 tahun lebih lah ane tuh gak pernah minum obat dari dokter ataupun obat yg ky suplemen buat tubuh gitu. Jadi alhamdulillah selama itu ane gak pernah mengalami sakit yg cukup parah sehingga membutuhkan obat khusus ataupun minum obat buat sekedar nenangin diri or nambah stamina. Tapi karena skrang obatnya udah dibeli, mau tak mau diabisin deh.. Sebenernya ane sangat anti-obat loh, obat yg bentuknya konkret tentunya. Obat yg mempunyai berbagai bentuk mulai dari puyer, sirup, tablet, kapsul, kaplet, und so weiter se…

Satu Tahun Kemudian

Ibarat film, blog ini mengalami percepatan lini masa ke satu tahun mendatang, sejak entri pos terakhir ada. Tidak sama persis sih, karena memang secara harfiah setahun (lebih) kemudian baru nulis lagi, bukan percepatan. Hahaha, cuma bisa ketawa miris xD

Banyak banget yang sudah terjadi selama setahun terakhir ini. Buat teman-teman saya yang terhubung di media sosial, khususnya facebook, tentunya tahu peristiwa bersejarah untuk saya tahun lalu: menikah. Sejak saat itu, dunia yang tadinya seakan diputar dalam pola warna grayscale dari kacamata seorang jomlo, berubah menjadi full color. :D

Prioritas

Seorang kawan pernah meminta masukan untuk memilih pasangan tempat kerja baru. Dari beberapa pilihan, dia sudah buatkan daftar perbandingan keduanya. Yang dibandingkan pun beragam, dari yg standar seperti lokasi & gaji, hingga visi misi. Di antara pilihan tersebut, jelas dia bingung karena tidak ada yang paling ideal. Pasti ada plus minusnya. Dalam seni membandingkan seperti ini, kita tak kan bisa membuat keputusan, tanpa satu hal: prioritas.
Dalam bukunya, Problem Solving 101, Ken Watanabe memberikan tips praktikal dalam membandingkan beragam pilihan dan membuat keputusan. Salah satu caranya adalah dengan membuat bobot dari kriteria yang kita bandingkan. Ken memberikan contoh seorang anak yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional, kebingungan dalam memilih sekolah SMA yang akan mendukung karirnya. Pilihannya antara dua: sekolah yang dekat dan sangat terkenal prestasi sepak bolanya, namun persaingan tinggi untuk klubnya. Yang kedua agak jauh dan tak kalah terkenal sepak bo…