Langsung ke konten utama

Apakah Cinta itu? (part 2 of 5)

Oke, ini bagian ke-2 dari 5 yang direncanakan. Gak asyik kan kalo kita ngebahas tentang cinta tapi gak ngerti apa artinya (kita? penulis aja kalee..zzz) Cinta, sebuah kata sederhana namun dalam maknanya. Jika ingin mengetahui artinya, mungkin kau tak akan puas dengan pemaparan para ahli. Namun saat kau sudah merasakannya, mungkin sepatah kata pun kau tak kan bisa terucap untuk menggambarkannya. Cinta memang misteri, namun banyak orang yang ingin menikmati. Cinta itu aneh, dan bisa membuat orang bertingkah aneh. Mungkin, pada dasarnya cinta itu relatif, tergantung pada siapa dia melekat. Ada sebuah puisi indah mengenai arti cinta di folder penulis..didapat dari seorang senior di sekolah, namun tak diketahui siapa pengarang puisi tersebut. Sebenernya udah pernah penulis posting di blog juga sih, tapi udah lamaa..jadi silakan dibaca aja:
Apakah Cinta itu? Oleh: Tidak Diketahui Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab, Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan, Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian, Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir. Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan untuk menguji kita. Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam. Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya. Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik. Mengapa menunggu? Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa. Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono. Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.
Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu, Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu, Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu. Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada. Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada. Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius. Perlu kau ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam waktu semalam, Kota Roma tidak dibangun dalam sehari, Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan, Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan. Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, dan penantian kita tidaklah sia-sia. Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal—iman, keberanian, dan pengharapan –penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan. Pada akhirnya. Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting.
Wuiii..so sweeet... hehehe. Terlepas dari pengertian cinta, yang pasti setiap orang pasti pernah mengenal dan merasakannya kan. Nah kalau jatuh cinta? Hm, ini baru menarik.. Ada lagu yang bilang..jatuh cinta, berjuta rasanya.. bener gak sih kayak gitu? Mungkin bener juga sih. Yah selama yang dialami penulis sih, kalau jatuh cinta itu emang campur aduk rasanya. Antara bergairah, seneng, semangat, sedih, khawatir, was-was, takut,dll semua jadi satu atau bergiliran datengnya. Pokoknya aneh deh, pasti ngerti lah yang udah pernah ngerasain juga. Penulis jadi berpikir-pikir, kenpa ya orang bisa jatuh cinta? Apa karena kesandung terus jadi jatuh ke cinta? (krik krik krik) kalau tentang ini kayaknya bakal dibahas di tulisan berikutnya aja deh, bakalan panjang urusannya.. Pertanyaan yang lain aja deh, sebenernya wajar gak sih kalau kita jatuh cinta? (dalam konteks lawan jenis loh ya) Hehe, mungkin terdengar bodoh kali ye pertanyaannya. Ya pasti wajar lah. Yang gak wajar justru kalo gak pernah sekalipun merasa suka, minimal tertarik, dengan lawan jenis. Jangan-jangan...hii ogah deh. Yup, rasa cinta itu memang fitrah manusia, sifat dasar yang dimiliki manusia. Sehingga jatuh cinta pun sebenernya sah-sah saja, bisa terjadi pada siapa saja kapan saja dimana saja. Semua orang pasti bisa merasakan jatuh cinta, bahkan orang ter-alim sekalipun. Namun entah kenapa, untuk orang kalangan tertentu mereka dianggap gak pernah ngalamin kayak gitu2. Seperti cerita yang penulis baca di eramuslim, cuplikannya sebagai berikut:
(eramuslim lagi maen tenis..)
Tuh, kenapa orang-orang kebanyakan berpikir seperti itu ya? Padahal si tokoh itu juga kan manusia, tentunya bisa jatuh cinta. Namun apa yang membuat mereka (dianggap) berbeda? Yup tepat sekali! Cara mereka untuk mengatasi rasa itu lah yang membedakan mereka dari orang lain..dan sebenernya menurut penulis pun, sudah seharusnya setiap umat muslim memang berlaku seperti itu. tapi yah semua kembali lagi ke diri masing-masing. Sip deh, rasanya cukup sampai disini saja dulu. Selanjutnya akan membahas mengenai kenapa sih kita bisa jatuh cinta? Dan tentunya lanjutan dari yang terakhir, apa aja sih bentuk penyikapan dari rasa jatuh cinta? Kalo penulis sendiri gimana penyikapannya..to be continued!

Postingan populer dari blog ini

obat-obatan: menyehatkan atau menyakitkan?

Huff,,sudah hampir genap 5 hari ini salah satu jari kaki terbalut oleh perban atau apa lah itu namanya. Sampe diperban gitu sih karena kulit bagian bawah jari kakinya mengalami luka toni eh maksudnya luka robek yg cukup lebar dan dalam. Alhasil kata bu dokter musti dijait biar cepet sembuh. En ternyata oh ternyata dikasih obat juga, kirain cukup dijait trus sembuh. Akhirnya mau gak mau rela gak rela rekor ‘anti obat’ ane berhenti deh. Sekilas mengenai rekor ini, sudah hampir 5 tahun lebih lah ane tuh gak pernah minum obat dari dokter ataupun obat yg ky suplemen buat tubuh gitu. Jadi alhamdulillah selama itu ane gak pernah mengalami sakit yg cukup parah sehingga membutuhkan obat khusus ataupun minum obat buat sekedar nenangin diri or nambah stamina. Tapi karena skrang obatnya udah dibeli, mau tak mau diabisin deh.. Sebenernya ane sangat anti-obat loh, obat yg bentuknya konkret tentunya. Obat yg mempunyai berbagai bentuk mulai dari puyer, sirup, tablet, kapsul, kaplet, und so weiter se…

Satu Tahun Kemudian

Ibarat film, blog ini mengalami percepatan lini masa ke satu tahun mendatang, sejak entri pos terakhir ada. Tidak sama persis sih, karena memang secara harfiah setahun (lebih) kemudian baru nulis lagi, bukan percepatan. Hahaha, cuma bisa ketawa miris xD

Banyak banget yang sudah terjadi selama setahun terakhir ini. Buat teman-teman saya yang terhubung di media sosial, khususnya facebook, tentunya tahu peristiwa bersejarah untuk saya tahun lalu: menikah. Sejak saat itu, dunia yang tadinya seakan diputar dalam pola warna grayscale dari kacamata seorang jomlo, berubah menjadi full color. :D

Apa Mimpimu?

Salah satu waktu yang paling menyenangkan untuk saya adalah saat berbicara tentang mimpi. Entah dengan sahabat atau beberapa kawan, selalu ada nuansa positif saat kami saling bercerita tentang rencana masa depan (yang galau juga ada sih :p). Walau masa depan adalah suatu yang gak pasti, tapi sikap optimis selalu mendapat tempat dalam diri. Seakan, kami sudah berada di sana, di tempat yang kami inginkan. Telah menggapai kesuksesan, dengan definisinya masing-masing. Walaupun kita juga gak tau gimana caranya buat nyampe sono, hehe. Yah namanya juga anak muda, masa yang berapi-api kalau kata bang Haji :D.

Saya pun tak lepas menjadi Sang Pemimpi juga, yaitu orang yang memiliki impian untuk masa depan. Sebenernya sih udah dari dulu mikirin masa depan, pengen ini itu, tapi rasanya baru kali ini bener-bener serius untuk nyoba menggapainya. Saat pra-kuliah diberi materi life mapping, pikiran saya jadi lebih terbuka, dan mungkin bergairah juga, hehe. Saya coba mendaftar apa yang ingin saya capai…