Langsung ke konten utama

Handbook for Muslim Blogger

Judul : Handbook for Muslim Blogger Halaman : 8+154 Tahun terbit pertama: 2008 Penulis : Rully Nasrullah Penerbit : Mashun Pengguna internet umumnya memanfaatkan internet untuk mencari informasi. Namun akhir-akhir ini internet juga menjadi tempat untuk berbagi dan menyampaikan pendapat. Ada istilah webforum dimana para pengguna internet berkumpul dan mendiskusikan suatu topik tertentu. Juga ada blog—dari kata weblog—berupa situs atau webpage yang berisi tulisan seseorang tentang berbagai hal. Yang terakhir disebutkan, blog, akhir-akhir ini semakin populer di kalangan netter Indonesia. Terlepas dari pemberitaan baik atau buruk, blog menjadi pilihan banyak orang untuk menyuarakan pendapatnya. Bahkan kini banyak komunitas blog ataupun gerakan untuk memajukan dunia per-blog-an Indonesia. Mudahnya seseorang membuat blog mungkin menjadi salah satu alasan semakin berkembangnya penggunaan blog. Siapa saja dapat membuat blog asal terhubung dengan internet. Buku-buku baru pun banyak yang membahas mengenai pembuatan dan pengelolaan blog, sehingga blog dapat tampil ciamik dan menarik. Namun sangat sedikit buku yang membahas tentang panduan umum ber-blog ria. Layaknya memiliki sebuah kendaraan, walaupun mungkin kita sudah dapat mengendarainya, tapi tetap dibutuhkan sebuah buku panduan untuk pengoperasiannya. Sudah seharusnya dalam memiliki blog pun kita memiliki sebuah panduan umum agar blog dapat lebih bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain, sehingga terhindar dari kesia-siaan. Buku ‘Handbook’ karya Rully Nasrullah ini menjawab hal itu. Sebuah buku yang membahas tentang etika dan perencanaan blog yang seharusnya untuk seorang muslim. Dalam pergaulan dunia nyata tentunya Islam memiliki aturan-aturan yang jelas. Nah pun dalam dunia maya, harus ada rambu-rambu yang dipatuhi oleh seorang muslim, khususnya dalam pengelolaan blog. Bukan itu saja yang dibahas dalam buku ini, tapi ada juga sejarah dan manfaat blog dalam sudut pandang umum. Mulai dari pengenalan blog, alasan membuat blog, manfaat blog, dan Do&Don’t dalam blog. Penulis mengemas buku dengan gaya bahasa yang santai namun mudah dicerna, tapi bukan makanan loh ya. :) Alur tulisan yang mengalir akan membuat pembaca sulit untuk berhenti membacanya lebih lanjut. Penulis seakan mengerti perasaan dan keinginan seorang muslim dalam membuat blog. Contohnya, tulisannya mengenai manfaat memiliki blog sangat cocok seperti yang dialami oleh saya. Karakter seorang blogger dalam dunia nyata beserta motifnya menjadi blogger pun diuraikan oleh penulis dengan cukup jelas. Alasan kebanyakan orang memiliki sebuah blog secara gamblang tertulis dalam buku ini. Dari yang hanya iseng dan ikut-ikutan, sampai perasaan minder di dunia nyata ternyata merupakan alasan orang membuat sebuah blog. Belum lagi motif atau tujuan mereka yang beragam. Dari berbagai latar belakang tersebut, penulis menyampaikan berbagai hal mengenai bagaimana seharusnya seorang muslim menjadi blogger. Secara lugas penulis memaparkan apa saja yang sebaiknya dilakukan oleh seorang muslim blogger dalam membuat isi dan tampilan blognya. Penulis juga memberikan rambu-rambu mengenai etika ber-blog, yang boleh dan tidak boleh dilakukan, agar tidak dicap sebagai seseorang yang caper ataupun ‘bad guys’. Penulis menyadari bahwa setiap muslim diwajibkan untuk berdakwah, seperti apapun keadaan orang itu. Itulah yang ditekankan dalam salah satu babnya, sehingga seorang muslim blogger dapat menjadikan blognya salah satu media dakwah. Selain panduan umum bertindak sebagai seorang muslim blogger, penulis memberikan tips dan trik agar kita dapat berdakwah melalui blog. Contoh yang diberikan adalah memasang aplikasi waktu sholat di blog, sehingga diharapkan pembaca blog yang Islam dapat mengetahui waktu sholat dan tidak lalai. Didasari oleh beberapa ayat Al-Qur’an dan Hadis, penulis mengajak muslim blogger agar memanfaatkan blog selain sebagai media dakwah juga sumber amal shaleh untuk kita, terutama dalam nasehat menasehati. Buku ini sangat cocok sekali untuk Anda yang memiliki blog atau baru ingin membuat blog dan beragama Islam tentunya. Walau tidak terlalu banyak yang dibahas, buku ini saya rekomendasikan sebagai pedoman umum sebagai muslim blogger. Agar blog tidak menjadi suatu yang sia-sia dan menjadi sumber pahala kita yang baru, rasanya buku ini cukup membantu kita untuk menuju ke arah sana. Pada akhirnya, semua adalah pilihan. Terserah kepada kita yang memiliki blog. Menjadikan blog sebagai sarana dakwah dan ladang amal pun pilihan, tapi kalau gak dipilih awas ya! blogger-emoticon.blogspot.com

Postingan populer dari blog ini

obat-obatan: menyehatkan atau menyakitkan?

Huff,,sudah hampir genap 5 hari ini salah satu jari kaki terbalut oleh perban atau apa lah itu namanya. Sampe diperban gitu sih karena kulit bagian bawah jari kakinya mengalami luka toni eh maksudnya luka robek yg cukup lebar dan dalam. Alhasil kata bu dokter musti dijait biar cepet sembuh. En ternyata oh ternyata dikasih obat juga, kirain cukup dijait trus sembuh. Akhirnya mau gak mau rela gak rela rekor ‘anti obat’ ane berhenti deh. Sekilas mengenai rekor ini, sudah hampir 5 tahun lebih lah ane tuh gak pernah minum obat dari dokter ataupun obat yg ky suplemen buat tubuh gitu. Jadi alhamdulillah selama itu ane gak pernah mengalami sakit yg cukup parah sehingga membutuhkan obat khusus ataupun minum obat buat sekedar nenangin diri or nambah stamina. Tapi karena skrang obatnya udah dibeli, mau tak mau diabisin deh.. Sebenernya ane sangat anti-obat loh, obat yg bentuknya konkret tentunya. Obat yg mempunyai berbagai bentuk mulai dari puyer, sirup, tablet, kapsul, kaplet, und so weiter se…

Satu Tahun Kemudian

Ibarat film, blog ini mengalami percepatan lini masa ke satu tahun mendatang, sejak entri pos terakhir ada. Tidak sama persis sih, karena memang secara harfiah setahun (lebih) kemudian baru nulis lagi, bukan percepatan. Hahaha, cuma bisa ketawa miris xD

Banyak banget yang sudah terjadi selama setahun terakhir ini. Buat teman-teman saya yang terhubung di media sosial, khususnya facebook, tentunya tahu peristiwa bersejarah untuk saya tahun lalu: menikah. Sejak saat itu, dunia yang tadinya seakan diputar dalam pola warna grayscale dari kacamata seorang jomlo, berubah menjadi full color. :D

Apa Mimpimu?

Salah satu waktu yang paling menyenangkan untuk saya adalah saat berbicara tentang mimpi. Entah dengan sahabat atau beberapa kawan, selalu ada nuansa positif saat kami saling bercerita tentang rencana masa depan (yang galau juga ada sih :p). Walau masa depan adalah suatu yang gak pasti, tapi sikap optimis selalu mendapat tempat dalam diri. Seakan, kami sudah berada di sana, di tempat yang kami inginkan. Telah menggapai kesuksesan, dengan definisinya masing-masing. Walaupun kita juga gak tau gimana caranya buat nyampe sono, hehe. Yah namanya juga anak muda, masa yang berapi-api kalau kata bang Haji :D.

Saya pun tak lepas menjadi Sang Pemimpi juga, yaitu orang yang memiliki impian untuk masa depan. Sebenernya sih udah dari dulu mikirin masa depan, pengen ini itu, tapi rasanya baru kali ini bener-bener serius untuk nyoba menggapainya. Saat pra-kuliah diberi materi life mapping, pikiran saya jadi lebih terbuka, dan mungkin bergairah juga, hehe. Saya coba mendaftar apa yang ingin saya capai…