Langsung ke konten utama

'apakah itu kamu, apakah itu dia?'

'…apakah itu kamu, apakah itu dia Selama ini kucari tanpa henti Apakah itu cinta, apakah itu cita Yang mampu melengkapi lubang di dalam hati Kumengira hanya dialah obatnya Tapi kusadari bukan itu yang kucari…'
Familiar dengan lirik di atas? ya, itu adalah penggalan lirik dari lagunya Letto yang berjudul Lubang di Hati. entah kenapa baru beberapa hari kemaren nemu tuh lagu, en sangat ear-catching (temennya eye-catching) banget pas dengerinnya. Semakin lama dengerin semakin merasa lirik2nya pas banget sama apa yg ku rasakan belakangan ini. tadinya denger di tv/radio gtu, trus langsung nyari mp3 nya dah di internet, gak mungkin gak ada lah jaman sekarang, hhe. gak puas ma lagunya doang, alhasil liriknya pun dicari2 juga, yah walaupun lagu indonesia tapi demi mendalami isi lagunya, lirik wajib didonlod juga dong. Lagu yg sangat ear-catcing di telinga gw ini sepertinya menyimpan banyak pesan tersembunyi loh di lirk-liriknya. Pilihan kata-katanya yang banyak be-rima (kaya pantun aja) membuatnya sedap didengar. Hebatnya, semua pilihan kalimat dan katanya saling berhubungan satu sama lain, gak ada yg gak nyambung gtu loh. Keren banget dah nih yg bikin lagu. abis membaca liriknya dari awal ampe akhir, bener2 nih lagu gue banget. mungkin bisa dibilang ‘soundtrack of my life’, paling gak untuk sekarang ini. Tanya kenapa? yah walaupun liriknya tidak banyak, tapi cukup menggambarkan rasa yg gw alamin akhir2 ini. (mgkn udah lama sih, tapi baru sadar skrg) apalagi menurut gw nih lagu ada unsur agamisnya loh (biar universal,bkan islami aja). coba liat aja dari awal lagunya. yang ini nih: "Kubuka mata dan kulihat dunia Telah kuterima anugerah cintaNya" dari sudut pandang gw, itu ngegambarin kaya bangun tidur deh. ya kan? pas bangun tentunya buka mata, terus ngeliat dunia di sekeliling kita (kecuali orang tunanetra sih). dan kalimat keduanya liat deh, ‘telah kuterima anugerah cintaNya..’ agamis banget gak sih? saat bangun tidur di pagi hari merupakan salah satu nikmat dari-Nya, setelah kita untuk sementara ‘dimatikan’, kita diberi kesempatan lagi untuk membuka mata, itulah bukti cinta dari-Nya terhadap kita. dan itu disebut dalam lirik tersebut. mantap gan..ya gak seh.. Well, itu baru awalnya doank, belum terlalu ngegambarin isi lagunya secara keseluruhan. Nah mulai dari syair yang ini nih bikin gw terenyuh n gimanaa gtu.. "Tak pernah aku menyesali yang kupunya Tapi kusadari ada lubang dalam hati" yah bisa dibilang gw gak mau en (mudah2an) gak akan pernah menyesali segala sesuatu yg gw punya. gile aja loe klo nyesel, gak tau ya masih byk org yg gak seberuntung kita men.. Namun ternyta gw baru sadar, seakan2 ada sesuatu yg ‘hilang’ atau ‘kurang’ di dalam diri ini. seperti sebuah ‘lubang’ di dalam hati, yg selalu menuntut untuk diisi. Entah kenapa baru sekarang itu gw sadari, mungkin krna sudah tak ada hal lain untuk diurusin (skolah,ujian,dll) kali ye. yeah, wlpun bgtu gw juga gak terlalu ngerti sebenernya lubang apa ini? apa yg harus aku lakukan supaya terisi dan takkan ada lagi lubang yg lain? "Kucari sesuatu yang mampu mengisi lubang ini Kumenanti jawaban apa yang dikatakan oleh hati" ya, tampaknya selama ini pula aku mencari, sesuatu yg dapat mengisi lubang ini. sesuatu yang memang benar2 diinginkan oleh hati ini, apa ya?. tak bisa banyak kupakai logika, karena hati adalah perasaan. aku hanya bisa menanti, jawaban dari hati untuk mengisi lubang ini. "Apakah itu kamu apakah itu dia Selama ini kucari tanpa henti" wah liriknya semakin meruncing,,tau aja nih yg gw pikirin..hahaha. kalo mendengar kata ‘dia’ atau ‘kamu’, pasti mikirnya itu orang kan? hehe,,padahal sebenernya itu bisa aja sebuah bentuk lain, gak harus orang. dia/kamu itu hanya sebagai simbol untuk menunjukkan hal itu aja. akan tetapi, jadi bingung, sebenernya apa sih yg gw cari selama ini? yg mungkin jga akan gw cari tanpa henti untuk menutup lubang hati ini? well, bila yg dimaksud itu bukan orang, gw gak tau itu apa. namun kalo itu orang, gw jadi lebih gak tau lagi sebenarnya itu siapa. aku hanya dapat berharap, dan bertanya pada udara kosong, apakah itu kamu, apakah itu dia? "Apakah itu cinta apakah itu cita Yang mampu melengkapi lubang didalam hati" semakin menjerumus ye..ah gokil, bisa pas banget neh.. hehe. yah, bila dikaitkan dengan pertanyaan sebelumnya, tampaknya semua merujuk pada satu kesimpulan. entah kesimpulan seperti apa yg teman2 dapat, namun buat gw itu bermuara pada satu hal: cinta. Mungkinkah lubang hati ini merindukan sesuatu atau bahkan seseorang untuk dapat mengisi dan melengkapinya? apakah suatu cinta terhadap cita yg luhur, atau cinta seorang wanita luar biasa yang diinginkan untuk melengkapi lubang hati ini? "Kumengira hanya dialah obatnya Tapi kusadari bukan itu yang kucari" gk bisa dipungkiri lagi bila gw (pernah) berharap seseorang (sebut saja fulanah) yg akan mengisi dan melengkapi lubang di hati ini, dan menemani sepanjang sisa hidup ini. gw berpikir, enak kali ya kalo begini sama si dia, bisa melakukan berbagai hal bareng dia, pokoke maknyus deh!! serasa akan hilang lubang hati ini bila bersamanya.. namun tampaknya masih terlalu cepat beberapa tahun buat gw memikirkan masalah itu. perjalanan masih panjang bung!! bukan itu yg harus gw lakukan sekarang.. "Ku teruskan perjalanan panjang yang begitu melelahkan Dan kuyakin kau tak ingin aku berhenti" Ya, tak ada pilihan lain selain terus melangkah, meneruskan perjalanan panjang ini. Walaupun melelahkan, namun aku yakin akhirnya akan menyenangkan. dan aku juga sangat yakin, apapun itu atau siapapun kamu ~yg dapat mengisi lubang hati ini~ tak ingin aku berhenti mencarimu di sini..

Postingan populer dari blog ini

obat-obatan: menyehatkan atau menyakitkan?

Huff,,sudah hampir genap 5 hari ini salah satu jari kaki terbalut oleh perban atau apa lah itu namanya. Sampe diperban gitu sih karena kulit bagian bawah jari kakinya mengalami luka toni eh maksudnya luka robek yg cukup lebar dan dalam. Alhasil kata bu dokter musti dijait biar cepet sembuh. En ternyata oh ternyata dikasih obat juga, kirain cukup dijait trus sembuh. Akhirnya mau gak mau rela gak rela rekor ‘anti obat’ ane berhenti deh. Sekilas mengenai rekor ini, sudah hampir 5 tahun lebih lah ane tuh gak pernah minum obat dari dokter ataupun obat yg ky suplemen buat tubuh gitu. Jadi alhamdulillah selama itu ane gak pernah mengalami sakit yg cukup parah sehingga membutuhkan obat khusus ataupun minum obat buat sekedar nenangin diri or nambah stamina. Tapi karena skrang obatnya udah dibeli, mau tak mau diabisin deh.. Sebenernya ane sangat anti-obat loh, obat yg bentuknya konkret tentunya. Obat yg mempunyai berbagai bentuk mulai dari puyer, sirup, tablet, kapsul, kaplet, und so weiter se…

Satu Tahun Kemudian

Ibarat film, blog ini mengalami percepatan lini masa ke satu tahun mendatang, sejak entri pos terakhir ada. Tidak sama persis sih, karena memang secara harfiah setahun (lebih) kemudian baru nulis lagi, bukan percepatan. Hahaha, cuma bisa ketawa miris xD

Banyak banget yang sudah terjadi selama setahun terakhir ini. Buat teman-teman saya yang terhubung di media sosial, khususnya facebook, tentunya tahu peristiwa bersejarah untuk saya tahun lalu: menikah. Sejak saat itu, dunia yang tadinya seakan diputar dalam pola warna grayscale dari kacamata seorang jomlo, berubah menjadi full color. :D

Prioritas

Seorang kawan pernah meminta masukan untuk memilih pasangan tempat kerja baru. Dari beberapa pilihan, dia sudah buatkan daftar perbandingan keduanya. Yang dibandingkan pun beragam, dari yg standar seperti lokasi & gaji, hingga visi misi. Di antara pilihan tersebut, jelas dia bingung karena tidak ada yang paling ideal. Pasti ada plus minusnya. Dalam seni membandingkan seperti ini, kita tak kan bisa membuat keputusan, tanpa satu hal: prioritas.
Dalam bukunya, Problem Solving 101, Ken Watanabe memberikan tips praktikal dalam membandingkan beragam pilihan dan membuat keputusan. Salah satu caranya adalah dengan membuat bobot dari kriteria yang kita bandingkan. Ken memberikan contoh seorang anak yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional, kebingungan dalam memilih sekolah SMA yang akan mendukung karirnya. Pilihannya antara dua: sekolah yang dekat dan sangat terkenal prestasi sepak bolanya, namun persaingan tinggi untuk klubnya. Yang kedua agak jauh dan tak kalah terkenal sepak bo…