Langsung ke konten utama

[Berbagi] Biar belajar jadi lebih efektif…part2

Oke, ini adalah tulisan lanjutan menyambung tulisan sebelumnya di sini. Jika sebelumnya yang ditulis adalah persiapan belajar, sekarang yang mau ane tulis yaitu Prinsip-Prinsip Dasar Belajar. Sebagian dari kita mungkin pernah mengalami hal yang aneh dalam belajar. Misalnya begini, kita udah belajar biologi tiap hari terus-terusan di sekolah di rumah sama temen lah, pokoknya sampe bosen banget deh. Akan tetapi pas ujian/tesnya ternyata kita enggak terlalu bisa menyelesaikannya, en hasilnya pun gak memuaskan atau mungkin masih di bawah SKM. Aneh kan? Sebenernya itu pengalaman ane pribadi sih, mudah2an temen2 gak ada yang kaya gitu ya..hhe. Dulu ane sering denger keluhan temen2 di sekeliling yang bilang, gw kok gak bisa2 sih ngerjain ini itu padahal gw udah belajar terus, atau, ah belajar gak belajar sama aja gw gak bakalan bisa ngerjain itu. Ya gak sih? Jangan2 selama ini ane salah denger lagi..hehe. Sebenarnya apa yang salah sih? eh perasaan ini udah ditanyain di notes yang sebelumnya ya..ah biarin. Tapi percayalah kawan, tidak ada manusia normal yang dari sononya emang bodoh, kita semua dilahirkan dalam kondisi yang kira2 sama, cuma beda tempat, waktu, dan orang tua. :-D Potensi otak manusia itu, minimal secara biologi, sama untuk setiap orang. Yang membedakan hanyalah bagaimana proses pembelajaran yang diterima orang itu sehingga dia bisa memaksimalkan potensi otaknya. Jadi, yang paling mungkin merupakan kesalahan sehingga kita sering mengeluh kesulitan dalam belajar adalah cara kita belajar selama ini. Dari buku yang ane baca, hal itu disebabkan karena sebagian besar dari kita belum menerapkan prinsip-prinsip dasar dalam belajar, yang sesuai cara kerja alamiah dari otak sebagai organ paling penting dalam proses belajar. Berbuhubung ada banyak poin dalam prinsip belajar ini, langsung aja ane sebutin, ini dia:

Prinsip-Prinsip Dasar dalam Belajar

  • Pelajari yang Mudah dulu, baru yang susah
  • Jika besok ada ujian/tryout bahasa inggris dan matematika (emang bener ya? hhe), mana yang akan kita pelajari terlebih dahulu di rumah? Tebak2 buah manggis sih pasti banyak yang jawab belajar matematika dulu. Padahal akan lebih bagus jika kita pelajari yag lebih mudah dulu. Dengan mempelajari yang lebih mudah dulu, otak kita bisa dibilang lagi ‘pemanasan’. Juga karena dianggap mudah, biasanya kita akan lebih optimis untuk mempelajari yang lebih sulit setelahnya. Percaya deh, yang ini udah ane buktiin sendiri.
  • Membaca tidak selalu dari awal buku
  • Untuk belajar yang sifatnya hapalan, sebaiknya kita baca bukunya langsung dari bab yang kita gak bisa aja, gak perlu diulang dari awal.
  • Beri batasan waktu belajar dan buat beberapa sesi
  • Dalam sebuah penelitian menunjukkan, saat belajar, waktu optimal penyerapan informasi adalah di waktu awal dan akhir sesi belajar. Jadi dengan memberi batas waktu dan membagi waktu belajar menjadi beberapa sesi, kemungkinan informasi yang kita serap akan semakin besar. Jeda waktu antarsesi digunakan untuk istirahat 5-10 menit.
  • Jangan SKS!!
  • Nah ini dia nih biasanya yang jadi favorit anak2 sekolahan kalau kepepet, ya kan..hehe. Selain kurang efektif, metode ini juga terlalu memforsir otak untuk mengingat sebanyak2nya dalam tempo yang sesingkat2nya. Akibatnya informasi yang diserap akan cepat pula hilangnya dan membuat otak cepat lelah.
  • Cukup tidur dan berkualitas
  • Waktu tidur standar yang bagus sih katanya sekitar 8 jam. Intinya jangan keseringan kurang tidur dari 7 jam. Otak juga butuh istirahat loh supaya gak ‘panas’.
  • Variasikan subjek
  • Ini juga lumayan penting. Saat belajar disarankan jangan hanya satu pelajaran aja yang dipelajari. Tujuannya agar otak tidak cepat bosan saat mencerna/menyerap informasi.
  • Asosiasi
  • Maksudnya ialah nyambung2in sesuatu yang lagi dipelajari dengan hal-hal yang sebelumnya kita udah tau/pelajari. Ini buat memperkuat ingatan kita akan informasi yang baru kita pelajari.
  • Big picture first!
  • Gampangnya sih kita harus tau, Apa yang sedang kita pelajari? Minimal kita tau bab apa yang lagi dibaca. Gambaran umum penting untuk memudahkan otak biar ‘nyambung’.
  • Use Your Own Word
  • Kata-kata yang kita baca di buku pelajaran kan karya pengarangya. Alangkah lebih baiknya jika kita tulis lagi bagian2 yang penting dengan kata2 sendiri supaya lebih mudah diingat.
  • Minum yang cukup
  • Otak merupakan salah satu organ tubuh kita juga, ada yg gak setuju? Artinya otak juga butuh energi dan nutrisi supaya dapat digunakan dengan maksimal. Itulah mengapa kita sering merasa haus/lapar sekali setelah mengerjakan ujian/tes yang ‘menguras’ otak banget.
  • Gunakan banyak warna
  • Mungkin udah ada yang tahu kalau warna2 yang berbeda akan lebih memberi kesan terhadap otak. Jadi jangan ragu buat ngewarnain buku pelajaran supaya lebih mudah diingat.
  • Visualisasi
  • Setelah membaca/mempelajari sesuatu, cobalah dengan mata tertutup, bayangkan apa yang baru saja dibaca. Bayangan itu bisa ditambahin sesuai imajinasi kita, tapi jangan hilangkan bagian intinya. Ini sangat berguna terutama untuk memahami bagian yang bersifat proses.
  • Ajarkan hal itu!
  • Setelah kita selesai mempelajari sesuatu dan merasa sudah cukup memahaminya, segera ajarkan hal itu kepada teman kita, baik yang belum bisa ataupun yang udah bisa juga. Hal ini menjadi tolak ukur sudah seberapa pahamkah kita akan materi tersebut. Einstein pernah berkata,”If you can’t explain it simply, you don’t understand it well enough.” Yang artinya, kalo loe jelasinnya ribet, berarti loe belom ngerti banget! hehe.
Wew, ternyata lumayan panjang juga yah. Sorry deh klo ada yang jadi males bacanya. Walaupun panjang, semoga kita semua dapat mengambil sesuatu yang bermanfaat dan berguna untuk diri kita pribadi dan orang lain. Gile aja tulisan sepanjang ini masa’ gak da yang bermanfaat ye.. Semua yang ane tulis berdasarkan sebuah buku yang berjudul Be An Absolute Genius! karangan bapak Sutanto Widura kalau gak salah sih. Ane juga masih dalam proses dalam mengaplikasikan itu semua. Ane mohon maaf juga kalau ada kata2 yg kurang berkenan, en makasih banget buat yang menyempatkan diri membaca ini semua. Sumpeh, gak ada kerjaan banged loe bisa baca ini sampe abis,,hehe, bcanda2. Tungguin notes satu lagi ya sebelum simak, tentang persiapan SIMAK, insya Allah besok jadi. http://yahyaman.blogspot.com

Postingan populer dari blog ini

obat-obatan: menyehatkan atau menyakitkan?

Huff,,sudah hampir genap 5 hari ini salah satu jari kaki terbalut oleh perban atau apa lah itu namanya. Sampe diperban gitu sih karena kulit bagian bawah jari kakinya mengalami luka toni eh maksudnya luka robek yg cukup lebar dan dalam. Alhasil kata bu dokter musti dijait biar cepet sembuh. En ternyata oh ternyata dikasih obat juga, kirain cukup dijait trus sembuh. Akhirnya mau gak mau rela gak rela rekor ‘anti obat’ ane berhenti deh. Sekilas mengenai rekor ini, sudah hampir 5 tahun lebih lah ane tuh gak pernah minum obat dari dokter ataupun obat yg ky suplemen buat tubuh gitu. Jadi alhamdulillah selama itu ane gak pernah mengalami sakit yg cukup parah sehingga membutuhkan obat khusus ataupun minum obat buat sekedar nenangin diri or nambah stamina. Tapi karena skrang obatnya udah dibeli, mau tak mau diabisin deh.. Sebenernya ane sangat anti-obat loh, obat yg bentuknya konkret tentunya. Obat yg mempunyai berbagai bentuk mulai dari puyer, sirup, tablet, kapsul, kaplet, und so weiter se…

Satu Tahun Kemudian

Ibarat film, blog ini mengalami percepatan lini masa ke satu tahun mendatang, sejak entri pos terakhir ada. Tidak sama persis sih, karena memang secara harfiah setahun (lebih) kemudian baru nulis lagi, bukan percepatan. Hahaha, cuma bisa ketawa miris xD

Banyak banget yang sudah terjadi selama setahun terakhir ini. Buat teman-teman saya yang terhubung di media sosial, khususnya facebook, tentunya tahu peristiwa bersejarah untuk saya tahun lalu: menikah. Sejak saat itu, dunia yang tadinya seakan diputar dalam pola warna grayscale dari kacamata seorang jomlo, berubah menjadi full color. :D

Prioritas

Seorang kawan pernah meminta masukan untuk memilih pasangan tempat kerja baru. Dari beberapa pilihan, dia sudah buatkan daftar perbandingan keduanya. Yang dibandingkan pun beragam, dari yg standar seperti lokasi & gaji, hingga visi misi. Di antara pilihan tersebut, jelas dia bingung karena tidak ada yang paling ideal. Pasti ada plus minusnya. Dalam seni membandingkan seperti ini, kita tak kan bisa membuat keputusan, tanpa satu hal: prioritas.
Dalam bukunya, Problem Solving 101, Ken Watanabe memberikan tips praktikal dalam membandingkan beragam pilihan dan membuat keputusan. Salah satu caranya adalah dengan membuat bobot dari kriteria yang kita bandingkan. Ken memberikan contoh seorang anak yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional, kebingungan dalam memilih sekolah SMA yang akan mendukung karirnya. Pilihannya antara dua: sekolah yang dekat dan sangat terkenal prestasi sepak bolanya, namun persaingan tinggi untuk klubnya. Yang kedua agak jauh dan tak kalah terkenal sepak bo…