Langsung ke konten utama

[Berbagi] Biar belajar jadi lebih efektif…part1

Belajar buat kita sebagai pelajar merupakan sebuah kewajiban. Kita disebut sebagai pelajar pun karena kita melakukan aktivitas belajar di sekolah. Apalagi buat kelas 3 yang seminggu lagi akan menghadapi Simak UI. Mungkin dulu jauh sebelum sekarang, kita masih sering ‘main-main’ untuk belajar. Dulunya belajar buat ulangan kebanyakan pas H-1, bisa diartikan H-sehari atau pun H-sejam, hhe. Kontras sekali dengan sekarang, yang bisa dibilang tiada hari tanpa belajar atau mengerjakan soal, walaupun tes yang akan dihadapi masih agak lama. Tentunya ini adalah sebuah kemajuan, peningkatan dalam volume dan kuantitas belajar. Akan tetapi hingga saat ini masih banyak dari kita yang merasa masih sangat kurang belajarnya, termasuk ane juga sih. Mungkin sudah sekian tumpuk buku soal kita kerjakan atau berpuluh-puluh kali kita mendengar pembahasan soal dari teman/guru bimbel, tapi kalau menemukan soal baru yang belum pernah kita lihat, kita sering menemukan kesulitan untuk menjawabnya. Sebenarnya apa yang salah sih? Entah kitanya yang geblek atau emang soalnya yang susah banget ya. Atau mungkin kita sebenernya udah dihipnotis Romy Rafael supaya gak bisa ngerjain soal apa pun..hehe, gak mungkin banget ye. Perasaan masih kurang cukup belajar itu sebenarnya bisa jadi cuma sugesti aja, perasaan ketakutan yang berlebihan akan susahnya tes nanti, padahal kita udah overload belajarnya. Nah untuk itu ane bermaksud untuk sedikit berbagi/sharing bagaimana sih cara belajar yang lebih efektif supaya bisa lebih memanfaatkan waktu belajar yang tinggal sedikit ini.

Persiapan Belajar

Suatu kegiatan pasti butuh persiapan. Mau berangkat sekolah pasti ada persiapan, mau hang out bareng temen pun butuh persiapan kan, minimal ada duit. Pun begitu dengan belajar, persiapan harus dilakukan supaya bisa efektif belajarnya. Ada dua jenis persiapan, yaitu teknis dan nonteknis. Ane hanya bahas yang nonteknisnya aja, jangan protes ya..
  1. Tujuan -> AMBAK, BASAHIN
  2. Kita harus pikirkan dan pahami dengan benar tujuan kita belajar. Tujuan belajar sangat penting untuk otak kita menyerap informasi. Kalau tujuannya gak penting, pasti otak kita akan ‘membuang’ informasi tersebut, akhirnya jadi lupa deh. Dalam buku yang ane baca, munculkan pertanyaan: Apa Manfaat ini BAgiKu? (ambak), yang kalau versi ane jadinya: Buat Apa Sih guA Harus belajar INi? Agak maksa ye, hehe. Dalam sebuah penelitian yang insya Allah emang bener, saat tidur otak akan memilah-milah informasi/ingatan, mana yang worth atau penting untuk diingat dan mana yang gak penting, yang akhirnya ‘dibuang’ alias dilupakan. Jadi, kita harus mempunyai alasan atau manfaat yang sangat kuat untuk belajar. Misal, gw belajar ini supaya bisa lulus SIMAK! Atau: dengan belajar ini gw bisa ngalahin si dia! Terserah kita mau apa alasannya, yang penting itu harus bisa membangkitkan motivasi belajar kita dan memberikan ‘tanda’ penting untuk informasi yang akan diserap, supaya bisa diingat dengan baik oleh otak kita.
  3. Siapkan otak Anda!
  4. Setelah kita menemukan arti/manfaat/alasan belajar di atas, berikutnya yang perlu disiapkan tentu saja organ terpenting dalam proses belajar, yaitu otak. Bagusnya, kita tidak boleh langsung belajar begitu aja. Tiba-tiba abis pulang jalan-jalan langsung belajar mat ipa misalnya, ngeliat nomor soalnya aja mungkin udah enek kali ya. Mobil aja kalau mau dipake bagusnya dipanasin dulu kan, alias disiapkan dulu. Persiapan otak diperlukan supaya siap untuk digunakan menyerap informasi, seperti halnya mobil diapanaskan agar siap pakai. Dalam hal ini ada sedikitnya dua hal yang bisa dilakukan, yaitu: Visualisasi dan Relaksasi. Visualisasi bertujuan untuk menyeimbangkan keaktifan otak kiri dan kanan karena kebanyakan dari kita, dalam keadaan normal, otak kirinya lebih aktif dari yang kanan. Cara yang bisa dilakukan salah satunya adalah teknik melting snowman. Langkah2nya kira-kira gini:
    • Pejamkan mata
    • Tarik napas dalam2 dan hembuskan, sebanyak 3x
    • Bayangkan dengan sangat jelas sebuah snowman, lengkap dengan syalnya
    • Hitung mundur dari 30, lalu sambil menghitung bayangkan snowman tadi mencair dari atas kepalanya terus sampai snowmannya mencair semuanya. Usahakan saat hitungan habis, snowmannya juga pas udah mencair semua.
    • Tarik napas dalam2 dan hembuskan, sebanyak 3x
    • Buka mata
    Masih ada beberapa cara lain, tetapi yang cukup mudah en bagus hasilnya sih menurut ane yang ini.
  5. AYE (Activate Your Emotion)
  6. Coba deh duduk di kursi atau sofa, terus bayangkan berbagai persoalan yang sedang menimpa. Terus langsung bayangkan kalau kita lagi bermain tinju atau bola yang pertandingannya itu seru banget, biasanya sih kita langsung ngerasa pengen bergerak, memperagakan bayangan kita. Hm, mungkin kurang dapat dimengerti ya contoh di atas, hhe. Intinya, apa yang sedang kita rasakan itu akan mempengaruhi perbuatan atau keinginan kita. Gampangnya gini, Emotion <-> Motion Sebelum belajar, coba bayangkan saat kita berada dalam masa2 kejayaan kita. Misal pernah dapet nilai 10, menang lomba, atau bayangkan kita udah keterima di ptn, dll. Yang penting itu harus bisa membangkitkan emosi positif kita.
Wew, ternyata lumayan panjang juga ya. Kirain tadi cuma dikit aja, eh jadi sepanjang ini. Padahal ini masih part1 loh, masih ada part 2 nya nanti, doakan saja. Langkah2 di atas ane rangkum dari sebuah buku berjudul Be An Absolute Genius, mungkin udah pernah ada yang baca? Mantap dah isi bukunya.. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi siapa aja yang membacanya. Apabila ada pertanyaan silakan langsung tanya aja di sini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Knowing

Hari rabu minggu lalu, entah setelah berapa lama akhirnya penulis berkesempatan untuk menonton bioskop lagi. Mungkin sudah lebih dari setengah tahun kali ya, selama itu nonton film ‘bioskop’nya di kelas atau gak laptop sendiri, hehe. Lumayan menghemat loh, misalkan paling murah tiket bioskop 10.000, sebulan paling gak ada satu film baru yang wajib tonton, 6x10000= 60.000! belum lagi ongkos, snack atau makannya, minum juga pastinya, benar2 menghemat kan. haha, perhitungan banget ye. Apapun itu, film yang berhasil ditonton minggu lalu adalah Knowing. Ada yang unik saat memutuskan untuk menonton film ini. Begini ceritanya, penulis memilih bioskop yang paling dekat rumah untuk menonton (hidup cijantung!), dan kebetulan film yang diputar salah satunya adalah Knowing. Ternyata Knowing itu satu-satunya film produksi luar negeri yang ada di daftar main bioskop itu, lainnya film dalam negeri. Sekedar informasi, di daerah sini memang yang lebih laku itu film lokal, film hollywood gitu cuma sedi

Daftar Pranala Blog-nya anak Jagung

Yak berikut daftar pranala blog anak fasilkom ui 2009 alias Jagung. Dicari dan diambil dari berbagai sumber secara brute force. Yang diambil adalah blog dengan domain sendiri atau yang ada di blogspot, wordpress, blogsome, deviantart, tumblr, .co.cc, dan livejournal. Selain itu seperti formspring dan twitter tidak dimasukkan karena kayaknya bukan termasuk kategori 'blog'. Kalau ada yang ingin menambahkan atau justru tidak ingin dimasukkan, feel free to contact me :)

Resensi: La Tahzan for Love

  Identitas buku Judul : La Tahzan for Love Judul Asli : Khaifatun Min al-Hubb Penulis : Najla Mahfudz Penerbit : Akar Media Sebuah buku yang berisi tentang berbagai macam cerita mengenai lika-liku kehidupan remaja. Salah satu seri dari buku berjudul ‘La Tahzan..’ ini mengkhususkan pembahasan tentang sebuah perasaan yang dialami semua orang, cinta. (liat dari judulnya juga bisa kan? hehe) Sejak Adam dan Hawa diciptakan, persoalan mengenai cinta selalu mewarnai kehidupan umat manusia. Cinta dapat memberikan perdamaian di muka bumi ini, namun cinta pula dapat menjadi penyebab hancur leburnya dunia di tangan manusia. Cinta atau kasih sayang bagai mawar merah yang indah, dia dapat memberikan kenyamanan untuk siapa saja yang melihatnya tetapi dia juga dapat melukai kulit bila kita tidak hati-hati dengannya. Terlebih lagi di jaman sekarang, para remaja yang sedang mencari jati diri sering merasa tersiksa akibat pengertian cinta yang salah. Mereka yang belum mengenal dan mencoba untuk