Langsung ke konten utama

Rihlah episode 2 part 1

Hari Minggu Hari kedua rihlah berawal saat bangun pagi sekitar jam 4 pagi kurang sedikit. Sudah ada beberapa orang yang bangun, sisanya masih terlihat tiduran di tempat pembaringannya masing-masing. Sekitar jam 4 lewat 5 menit kami semua menuju masjid untuk melaksanakan qiyamul lail, mumpung masih sempat. Sekitar jam 4.20 waktu subuh sudah masuk, azan pun berkumandang di mana-mana, tak terkecuali masijd yang kami datangi ini. Ada sedikit keunikan di masjid ini, walaupun ane lupa apa nama masjidnya. Yang unik di sini adalah, ternyata ada 2 (dua) papan jadwal salat yang memang biasa terdapat di masjid-masjid. Salah satu papan dinamai ‘Jadwal Azan’, sedangkan yang satu lagi dinamai ‘Jadwal Iqamat’. Ya, memang begitu adanya. Setelah diperhatikan, ternyata yang jadwal iqamat itu waktunya sekitar 15 menit setelah waktu azan. Jadi ada jeda sekitar 15 menit setelah azan selesai dikumandangkan dan itu benar-benar dilaksanakan oleh para jamaah masjid di sana, walaupun 15 menit itu kadang terasa sangat lama. Jadi kalau kira-kira waktu untuk iqamat sudah masuk, jamaah yang datang belakangan tidak melaksanakan salat sunah dulu, tetapi langsung menunggu iqamat. Begitu pun sebaliknya, jamaah yang datang duluan dan jika sudah selesai salat sunah, menunggu dengan sabar hingga waktu iqamat. Entah apa alasan pengurus masjid itu untuk menggunakan pola jadwal seperti itu. Menurut ane sih, itu dilakukan untuk menolerir para jamaah yang rumahnya agak jauh dari masjid tersebut. Maklum lah, perumahan di Sentul memang luas sekali. Setiap sekian rumah ada kompleknya sendiri dan di dalam komplek kayaknya sih tidak ada masjidnya, jadi cuma ada di depan komplek. Jadi waktu 15 menit itu digunakan untuk menunggu para jamaah yang memang agak jauh rumahnya dari masjid. Ya mungkin itu salah satu alasannya. Wallahu’alam. Jam 5 pagi kami semua sudah sampai di rumah lagi setelah salat subuh. Beberapa orang ada yang mengisi waktu dengan tilawah (membaca) Al-Qur’an, ada yang baca buku, baca al matsurat, istirahat lagi, ada juga yang tidur-tidur ayam. Lalu sekitar jam setengah 6 sang tuan rumah mengajak kami semua untuk jalan-jalan pagi keliling komplek. Akhirnya berangkatlah kami semua mengelilingi jalan lingkar dalam komplek ini. Suasananya enak banget, sejuk berangin, pemandangan yang masih alami, masih sepi, pokoknya asyik deh. Kami pun tidak melewatkan kesempatan ini untuk berfoto ria. Bukannya kami narsis,melainkan buat kenang-kenangan lah potonya,hehe. Setelah asyik jalan-jalan dan berfoto-foto, akhirnya nyampe rumah lagi deh jam setengah 7. Di rumah ternyata masih belum ada kegiatan khusus, jadinya kami semua ‘kongkow2’ aja deh di depan rumah, lumayan lah udaranya masih sejuk, gak kaya di jakarta. Sambil ngobrol2 gitu, eh ada alda (alumni muda) yang mau belajar mobil. Padahal jalanan di komplek situ agak ‘ekstrem’ untuk belajar mobil, tapi itu tidak menyurutkan semangat dia. Ditemani oleh seorang instruktur dari angkatan 2006, dan disaksikan oleh yang lain. Oya, kami juga tidak lupa untuk foto-foto sebentar di depan rumah loh..hehe. Sambil makan gorengan, melihat orang belajar mobil di tanjakan, wah seru juga. Setelah belajarnya selesai dan gorengan habis kami pun masuk ke dalam rumah lagi untuk sarapan. Menu sarapannya itu nasi goreng agak pedas ditambah mie rebus. Wah nasinya ternyata kebanyakan, jadi gak abis deh, mienya sih langsung ludes. Saat dan setelah selesai makan tiba-tiba saja terjadi diskusi kecil membahas tentang weblog alias blog dan internet. Kebetulan yang datang tuh ada 2 orang dari Fasilkom UI,juga satu orang dari FE yang tertarik internet marketing, jadi lumayan nambah ilmu juga deh. Selain tentang itu ada beberapa topik lain yang jadi bahan pembicaraan pagi itu, yaitu tentang bank syariah, pemikiran sekuler, buku tentang tarbiyah/dakwah, sampai tentang film pokemon. Ya kan hari minggu, kebetulan yang lagi disetel film itu, wah ternyata ada dua orang penggemar berat pokemon,hhe. Pembicaraan pun akhirnya meleber jadi tentang komik dan manga, ya doraemon, eyeshield, dan pastinya Naruto lah. Ternyata alumni yang dari ang’03 juga ngikutin cerita mangascannya loh..subhanallah. :D masih to be continued.. oh iya, untuk foto2nya, bisa diliat di sini.

Postingan populer dari blog ini

obat-obatan: menyehatkan atau menyakitkan?

Huff,,sudah hampir genap 5 hari ini salah satu jari kaki terbalut oleh perban atau apa lah itu namanya. Sampe diperban gitu sih karena kulit bagian bawah jari kakinya mengalami luka toni eh maksudnya luka robek yg cukup lebar dan dalam. Alhasil kata bu dokter musti dijait biar cepet sembuh. En ternyata oh ternyata dikasih obat juga, kirain cukup dijait trus sembuh. Akhirnya mau gak mau rela gak rela rekor ‘anti obat’ ane berhenti deh. Sekilas mengenai rekor ini, sudah hampir 5 tahun lebih lah ane tuh gak pernah minum obat dari dokter ataupun obat yg ky suplemen buat tubuh gitu. Jadi alhamdulillah selama itu ane gak pernah mengalami sakit yg cukup parah sehingga membutuhkan obat khusus ataupun minum obat buat sekedar nenangin diri or nambah stamina. Tapi karena skrang obatnya udah dibeli, mau tak mau diabisin deh.. Sebenernya ane sangat anti-obat loh, obat yg bentuknya konkret tentunya. Obat yg mempunyai berbagai bentuk mulai dari puyer, sirup, tablet, kapsul, kaplet, und so weiter se…

Satu Tahun Kemudian

Ibarat film, blog ini mengalami percepatan lini masa ke satu tahun mendatang, sejak entri pos terakhir ada. Tidak sama persis sih, karena memang secara harfiah setahun (lebih) kemudian baru nulis lagi, bukan percepatan. Hahaha, cuma bisa ketawa miris xD

Banyak banget yang sudah terjadi selama setahun terakhir ini. Buat teman-teman saya yang terhubung di media sosial, khususnya facebook, tentunya tahu peristiwa bersejarah untuk saya tahun lalu: menikah. Sejak saat itu, dunia yang tadinya seakan diputar dalam pola warna grayscale dari kacamata seorang jomlo, berubah menjadi full color. :D

Apa Mimpimu?

Salah satu waktu yang paling menyenangkan untuk saya adalah saat berbicara tentang mimpi. Entah dengan sahabat atau beberapa kawan, selalu ada nuansa positif saat kami saling bercerita tentang rencana masa depan (yang galau juga ada sih :p). Walau masa depan adalah suatu yang gak pasti, tapi sikap optimis selalu mendapat tempat dalam diri. Seakan, kami sudah berada di sana, di tempat yang kami inginkan. Telah menggapai kesuksesan, dengan definisinya masing-masing. Walaupun kita juga gak tau gimana caranya buat nyampe sono, hehe. Yah namanya juga anak muda, masa yang berapi-api kalau kata bang Haji :D.

Saya pun tak lepas menjadi Sang Pemimpi juga, yaitu orang yang memiliki impian untuk masa depan. Sebenernya sih udah dari dulu mikirin masa depan, pengen ini itu, tapi rasanya baru kali ini bener-bener serius untuk nyoba menggapainya. Saat pra-kuliah diberi materi life mapping, pikiran saya jadi lebih terbuka, dan mungkin bergairah juga, hehe. Saya coba mendaftar apa yang ingin saya capai…