Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2009

Sebuah puisi tentang Cinta

Apakah Cinta itu? Oleh: Tidak Diketahui Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab, Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan, Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian, Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir. Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan untuk menguji kita. Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam. Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya. Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik. Mengapa menunggu? Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa. Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono. Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu. Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu, Jika ingin ber…

We Will Not Go Down (a song for Gaza)

wew udah lama sejak terakhir kali ngepos, tadinya pengen bikin artikel tentang otak+daya ingat gtu deh, tapi belom sempet2. Terus pas beberapa saat tadi nemu lagu bagus tentang palestin, jadi ini dulu deh yang dipos. Langsung aja, ini liriknya: WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza) (Composed by Michael Heart) Copyright 2009 A blinding flash of white light Lit up the sky over Gaza tonight People running for cover Not knowing whether they’re dead or alive They came with their tanks and their planes With ravaging fiery flames And nothing remains Just a voice rising up in the smoky haze We will not go down In the night, without a fight You can burn up our mosques and our homes and our schools But our spirit will never die We will not go down In Gaza tonight Women and children alike Murdered and massacred night after night While the so-called leaders of countries afar Debated on who’s wrong or right But their powerless words were in vain And the bombs fell down like acid rain But throu…

Rihlah episode 2 part 2 FINAL

Setelah selesai sarapan dan berbincang-bincang tentang berbagai hal, akhirnya kami berangkat menuju tujuan utama rihlah kali ini, wisata air panas Gunung Pancar. Kami berdelapan menaiki satu mobil milik salah satu alumni, kalau tidak salah sih mobilnya daihatsu terios, bener gak ya? Dengan formasi 2-3-3 + barang2, alhamdulillah mobil masih bisa berjalan dengan lancar. Dipandu oleh tuan rumah yang katanya sudah pernah ke tempat tujuan, eh baru aja beberapa ratus meter kami kebingungan mencari jalannya alias nyasar. Ternyata yang kami lewati ini adalah jalur baru, jadi sang pemandu pun sebenarnya belum pernah lewat sini. Akhirnya mau gak mau kami pun bertanya ke penduduk setempat. Setelah itu pun, kami masih sedikit nyasar2 di jalanan yag aneh, yang keliatannya sih tempat buat belajar mobil. Sudah sekitar 30 menit setelah berputar2, akhirnya kami pun kembali ke jalan yang benar. Dibantu oleh sang navigator dengan map yang ada di hape canggihnya, kami semua sampai juga di tempat tujuan…

Rihlah episode 2 part 1

Hari Minggu Hari kedua rihlah berawal saat bangun pagi sekitar jam 4 pagi kurang sedikit. Sudah ada beberapa orang yang bangun, sisanya masih terlihat tiduran di tempat pembaringannya masing-masing. Sekitar jam 4 lewat 5 menit kami semua menuju masjid untuk melaksanakan qiyamul lail, mumpung masih sempat. Sekitar jam 4.20 waktu subuh sudah masuk, azan pun berkumandang di mana-mana, tak terkecuali masijd yang kami datangi ini. Ada sedikit keunikan di masjid ini, walaupun ane lupa apa nama masjidnya. Yang unik di sini adalah, ternyata ada 2 (dua) papan jadwal salat yang memang biasa terdapat di masjid-masjid. Salah satu papan dinamai ‘Jadwal Azan’, sedangkan yang satu lagi dinamai ‘Jadwal Iqamat’. Ya, memang begitu adanya. Setelah diperhatikan, ternyata yang jadwal iqamat itu waktunya sekitar 15 menit setelah waktu azan. Jadi ada jeda sekitar 15 menit setelah azan selesai dikumandangkan dan itu benar-benar dilaksanakan oleh para jamaah masjid di sana, walaupun 15 menit itu kadang ter…

Rihlah episode 1

Ini adalah tulisan tentang jalannya acara rihlah yang disebut pada postingan sebelumnya. Untuk kali ini baru hari pertamanya aja nih yang sempet ditulis, sisanya insya Allah akan segera menyusul. Hari Sabtu Sampai di tempat tujuan sekitar jam setengah empat lewat, berhenti dulu di sebuah masjid untuk menunaikan salat asar. Ba’da asar, semua langsung menuju rumahnya yang ternyata tidak jauh dari mesjid. Kami pun langsung memulai syuro (musyawarah) dan diskusi yang dipimpin oleh salah satu alumni. Dalam syuro kali ini poin utama yang dibahas adalah perencanaan dakwah sekolah selama semester ini, khususnya masalah kaderisasi yang akan dilakukan kelas 2. Dalam syuro tersebut, anak kelas 2 yang hadir ada empat orang, kelas 3 dua orang, alumni dari angkatan 2008 dua orang, angkatan 2006 dua orang, angkatan 2003 dua orang. Totalnya bisa dihitung sendiri lah ya. Acara berjalan lancar, semua pihak mengeluarkan suaranya di sini, tapi untung suaranya gak ada yang ketinggalan di sana..hehe. Ac…

Rihlah ROHIS 8 dan YAI

Pada hari sabtu kemarin, 3 Januari '09, telah diadakan rihlah 'tandem' antara rohis 8 dan YAI (Yayasan Al-Irfan), sebuah yayasan yang dikelola oleh alumni rohis 8. Rihlah diadakan di bukit sentul (bukan sirkuit ya), tepatnya di sebuah rumah yang dimiliki oleh keluarga salah satu Alda (alumni muda) rohis. Siapa ya..ada deh, :) . Untuk sementara ini dulu yang ditulis karena ada sesuatu yang lebih wajib kudu harus dikerjakan. Ya untuk anak 8 kelas 3 pasti tau lah ya. Tulisan selanjutnya akan ada jalannya acara dari awal hingga akhir, insya Allah kalau ada waktu dan tidak lupa. Doakan saja.