Langsung ke konten utama

Mission Impossible: Part 1 v1.0

Hari ini adalah sabtu, saat tulisan ini ditulis adalah malam minggu. (gak penting sih emang) Entah kenapa saat lagi mengecek blog ini rasanya tiba-tiba ingin menulis atau mengepos sesuatu di sini. Akhirnya muncullah tulisan ini akibat daripada keinginan tersebut. Anehnya saya tiba-tiba (lagi) memiliki ide yang cukup aneh tapi nyata, tentang sebuah mimpi atau keinginan akan sesuatu. Ide itu pun akirnya menjadi judul post ini. Mission Impossible! apaan tuh?? (sambil ngedipin sebelah mata jadi kayak jaja miharja waktu bawain acara kuis dangdut) Namanya seperti itu sih sebenarnya cuma buat keren-kerenan aja, biar eye-catching gitu deh. Yak, mission yang dimaksud di sini adalah misi untuk mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara-yang pasti halal,insya Allah-dalam jangka waktu 2 bulan. Target minimalnya ya 4 juta aja. aja??? Buat apa sih? gimana caranya? emang mau ngapain? kok cuma 4 juta? kamu gak lagi mimpi kan? kamu udah makan? dst(yg makin gak nyambung). Pasti itu adalah pertanyaan2 yang ditanyakan oleh orang yang mendengar atau melihat misi ini. Karena udah malem dan tambah males buat cerita lebih lanjut, jadinya dibikin bersambung deh. Judulnya juga udah ditambah pake "v1.0" yang berarti masih versi 1 dari entah berapa versi dalam mission inpossible part 1 ini. Ya doakan saja cepet rilis versi terbarunya. (biar lebih keren) To be continued..

Postingan populer dari blog ini

obat-obatan: menyehatkan atau menyakitkan?

Huff,,sudah hampir genap 5 hari ini salah satu jari kaki terbalut oleh perban atau apa lah itu namanya. Sampe diperban gitu sih karena kulit bagian bawah jari kakinya mengalami luka toni eh maksudnya luka robek yg cukup lebar dan dalam. Alhasil kata bu dokter musti dijait biar cepet sembuh. En ternyata oh ternyata dikasih obat juga, kirain cukup dijait trus sembuh. Akhirnya mau gak mau rela gak rela rekor ‘anti obat’ ane berhenti deh. Sekilas mengenai rekor ini, sudah hampir 5 tahun lebih lah ane tuh gak pernah minum obat dari dokter ataupun obat yg ky suplemen buat tubuh gitu. Jadi alhamdulillah selama itu ane gak pernah mengalami sakit yg cukup parah sehingga membutuhkan obat khusus ataupun minum obat buat sekedar nenangin diri or nambah stamina. Tapi karena skrang obatnya udah dibeli, mau tak mau diabisin deh.. Sebenernya ane sangat anti-obat loh, obat yg bentuknya konkret tentunya. Obat yg mempunyai berbagai bentuk mulai dari puyer, sirup, tablet, kapsul, kaplet, und so weiter se…

Satu Tahun Kemudian

Ibarat film, blog ini mengalami percepatan lini masa ke satu tahun mendatang, sejak entri pos terakhir ada. Tidak sama persis sih, karena memang secara harfiah setahun (lebih) kemudian baru nulis lagi, bukan percepatan. Hahaha, cuma bisa ketawa miris xD

Banyak banget yang sudah terjadi selama setahun terakhir ini. Buat teman-teman saya yang terhubung di media sosial, khususnya facebook, tentunya tahu peristiwa bersejarah untuk saya tahun lalu: menikah. Sejak saat itu, dunia yang tadinya seakan diputar dalam pola warna grayscale dari kacamata seorang jomlo, berubah menjadi full color. :D

Prioritas

Seorang kawan pernah meminta masukan untuk memilih pasangan tempat kerja baru. Dari beberapa pilihan, dia sudah buatkan daftar perbandingan keduanya. Yang dibandingkan pun beragam, dari yg standar seperti lokasi & gaji, hingga visi misi. Di antara pilihan tersebut, jelas dia bingung karena tidak ada yang paling ideal. Pasti ada plus minusnya. Dalam seni membandingkan seperti ini, kita tak kan bisa membuat keputusan, tanpa satu hal: prioritas.
Dalam bukunya, Problem Solving 101, Ken Watanabe memberikan tips praktikal dalam membandingkan beragam pilihan dan membuat keputusan. Salah satu caranya adalah dengan membuat bobot dari kriteria yang kita bandingkan. Ken memberikan contoh seorang anak yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional, kebingungan dalam memilih sekolah SMA yang akan mendukung karirnya. Pilihannya antara dua: sekolah yang dekat dan sangat terkenal prestasi sepak bolanya, namun persaingan tinggi untuk klubnya. Yang kedua agak jauh dan tak kalah terkenal sepak bo…