Langsung ke konten utama

Seal - Kiss from A Rose

Batman forever version:

Full Version
one of the best song ever!! the lyric: "Kiss From A Rose" There used to be a graying tower alone on the sea. You became the light on the dark side of me. Love remained a drug that's the high and not the pill. But did you know, That when it snows, My eyes become large and The light that you shine can be seen. Baby, I compare you to a kiss from a rose on the grave. Ooh, The more I get of you, The stranger it feels, yeah. And now that your rose is in bloom. A light hits the gloom on the grave. There is so much a man can tell you, So much he can say. You remain, My power, my pleasure, my pain, baby To me you're like a growing addiction that I can't deny. Won't you tell me is that healthy, baby? But did you know, That when it snows, My eyes become large and the light that you shine can be seen. Baby, I compare you to a kiss from a rose on the grave. Ooh, the more I get of you The stranger it feels, yeah Now that your rose is in bloom. A light hits the gloom on the grave, I've been kissed by a rose on the grave, I've been kissed by a rose I've been kissed by a rose on the grave, ...And if I should fall along the way I've been kissed by a rose ...been kissed by a rose on the grave. There is so much a man can tell you, So much he can say. You remain My power, my pleasure, my pain. To me you're like a growing addiction that I can't deny, yeah Won't you tell me is that healthy, baby. But did you know, That when it snows, My eyes become large and the light that you shine can be seen. Baby, I compare you to a kiss from a rose on the grave. Ooh, the more I get of you The stranger it feels, yeah Now that your rose is in bloom, A light hits the gloom on the grave. Yes I compare you to a kiss from a rose on the grave Ooh, the more I get of you The stranger it feels, yeah And now that your rose is in bloom A light hits the gloom on the grave Now that your rose is in bloom, A light hits the gloom on the grave.

Postingan populer dari blog ini

obat-obatan: menyehatkan atau menyakitkan?

Huff,,sudah hampir genap 5 hari ini salah satu jari kaki terbalut oleh perban atau apa lah itu namanya. Sampe diperban gitu sih karena kulit bagian bawah jari kakinya mengalami luka toni eh maksudnya luka robek yg cukup lebar dan dalam. Alhasil kata bu dokter musti dijait biar cepet sembuh. En ternyata oh ternyata dikasih obat juga, kirain cukup dijait trus sembuh. Akhirnya mau gak mau rela gak rela rekor ‘anti obat’ ane berhenti deh. Sekilas mengenai rekor ini, sudah hampir 5 tahun lebih lah ane tuh gak pernah minum obat dari dokter ataupun obat yg ky suplemen buat tubuh gitu. Jadi alhamdulillah selama itu ane gak pernah mengalami sakit yg cukup parah sehingga membutuhkan obat khusus ataupun minum obat buat sekedar nenangin diri or nambah stamina. Tapi karena skrang obatnya udah dibeli, mau tak mau diabisin deh.. Sebenernya ane sangat anti-obat loh, obat yg bentuknya konkret tentunya. Obat yg mempunyai berbagai bentuk mulai dari puyer, sirup, tablet, kapsul, kaplet, und so weiter se…

Satu Tahun Kemudian

Ibarat film, blog ini mengalami percepatan lini masa ke satu tahun mendatang, sejak entri pos terakhir ada. Tidak sama persis sih, karena memang secara harfiah setahun (lebih) kemudian baru nulis lagi, bukan percepatan. Hahaha, cuma bisa ketawa miris xD

Banyak banget yang sudah terjadi selama setahun terakhir ini. Buat teman-teman saya yang terhubung di media sosial, khususnya facebook, tentunya tahu peristiwa bersejarah untuk saya tahun lalu: menikah. Sejak saat itu, dunia yang tadinya seakan diputar dalam pola warna grayscale dari kacamata seorang jomlo, berubah menjadi full color. :D

Prioritas

Seorang kawan pernah meminta masukan untuk memilih pasangan tempat kerja baru. Dari beberapa pilihan, dia sudah buatkan daftar perbandingan keduanya. Yang dibandingkan pun beragam, dari yg standar seperti lokasi & gaji, hingga visi misi. Di antara pilihan tersebut, jelas dia bingung karena tidak ada yang paling ideal. Pasti ada plus minusnya. Dalam seni membandingkan seperti ini, kita tak kan bisa membuat keputusan, tanpa satu hal: prioritas.
Dalam bukunya, Problem Solving 101, Ken Watanabe memberikan tips praktikal dalam membandingkan beragam pilihan dan membuat keputusan. Salah satu caranya adalah dengan membuat bobot dari kriteria yang kita bandingkan. Ken memberikan contoh seorang anak yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional, kebingungan dalam memilih sekolah SMA yang akan mendukung karirnya. Pilihannya antara dua: sekolah yang dekat dan sangat terkenal prestasi sepak bolanya, namun persaingan tinggi untuk klubnya. Yang kedua agak jauh dan tak kalah terkenal sepak bo…