Langsung ke konten utama

Hijrah

Selamat tahun baru 1438 Hijriah!

Gak penting sih selamat2 gitu, haha. Kalo kata Ustadz Farid Nu'man di channel telegram nya, beliau bilang seharusnya pergantian tahun hijriah itu menjadi momentum untuk kita umat muslim merefleksi kejadian hijrah yang dialami oleh Rasul dan para sahabatnya dahulu. Membaca, mempelajari, dan mengambil hikmah yang terkandung dalam kisahnya. Lebih bagus lagi jika kita bisa menerapkan pelajaran2 tersebut dalam konteks jaman sekarang. Karena salah satu makna hijrah yang dapat kita ambil, yaitu: berpindah (berubah) ke tempat (arah) yang lebih baik.

Klise sih, tapi ya entah kenapa tiap momen tahun baru selalu saja kita (at least gw sendiri sih xD) punya semacam 'resolusi' untuk menjadi lebih baik. Awalnya semangat 45, terus 2-3 bulan mulai males, tiba-tiba udah desember lagi. Repeat :p. Beda banget sama peristiwa hijrah Rasul dulu, yang benar-benar menandai awal kebangkitan Islam pada masanya. Terlepas dari suratan takdir yang memang Allah tetapkan, idealnya 'hijrah' diri kita tiap tahunnya pun seharusnya menandai awal 'kebangkitan' kita menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Sulit, pasti. Tapi bisa.

Disclaimer: itu buat self reminder sih, karena saya juga belum berhasil melakukannya, hehe. Saya jadi inget kata pak Arief Munandar, yang kira-kira isinya seperti ini: kalau mau berubah itu harus sekaligus, gak bisa sedikit-sedikit atau pelan-pelan. Beliau memberi contoh kayak orang mau berhenti merokok. Kalau mau berhenti ya harus langsung stop, gak akan bisa kalau caranya dengan dikurangi-kurangi dari yg 2 bungkus sehari jd sebungkus misalnya. Itu pendapat beliau sih, tapi ya rasa-rasanya ada benarnya juga sih.
sumber

Beberapa waktu lalu, saya nonton live action dari manga Silver Spoon, manga-nya jg dibaca sih. Ceritanya tentang seorang anak baru SMA, namanya Hachiken, yang memilih untuk 'hijrah' alias kabur ke sekolah semacam SMK pertanian gitu, hanya karena dia dianggap gagal memenuhi ekspektasi ayahnya dalam hal akademik. Walau pada awalnya dia bilang tidak punya impian apa-apa setelah lulus, namun seiring perjalanan akhirnya dia menemukan sesuatu yang sangat ingin dia raih: membuat produk makanan (pizza) terbaik dari hasil pertanian dan peternakan lokal.

Dari kisah Hachiken ini, baik manga dan movienya, salah satu yang bisa kita ambil hikmahnya adalah: apapun motivasi/latar belakang 'hijrah' yg kita lakukan, tetap akan membuka peluang ke arah yang lebih baik. Seperti kata di filmnya, yang terjemahan bebasnya kira-kira begini,
"Kau menganggap 'kabur' itu sesuatu yang buruk? Namun bukankah jika kita 'kabur' dari hal negatif itu adalah suatu kebaikan?"

Pas bagian ini jadi keinget konsep hijrah, terus inget minggu lalu tahun baru hijriah, terus tergerak buat nulis tentang ini deh, hehe. Momentum yang pas buat mengingatkan diri sendiri khususnya, dan kita semua untuk selalu berusaha 'berhijrah' dari kebiasan-kebiasaan kita yg masih sia-sia menjadi kebiasaan baru yang lebih produktif. Tapi bentuk hijrah itu bisa macem-macem sih, hijrah dari 'single' menjadi 'double' misalnya, hahaha. xD

Dan jangan lupa berdoa agar Allah selalu membimbing kita dalam tiap langkah dan meneguhkan hati kita di jalan yang diridhoi-Nya. Aaamiin..

Postingan populer dari blog ini

obat-obatan: menyehatkan atau menyakitkan?

Huff,,sudah hampir genap 5 hari ini salah satu jari kaki terbalut oleh perban atau apa lah itu namanya. Sampe diperban gitu sih karena kulit bagian bawah jari kakinya mengalami luka toni eh maksudnya luka robek yg cukup lebar dan dalam. Alhasil kata bu dokter musti dijait biar cepet sembuh. En ternyata oh ternyata dikasih obat juga, kirain cukup dijait trus sembuh. Akhirnya mau gak mau rela gak rela rekor ‘anti obat’ ane berhenti deh. Sekilas mengenai rekor ini, sudah hampir 5 tahun lebih lah ane tuh gak pernah minum obat dari dokter ataupun obat yg ky suplemen buat tubuh gitu. Jadi alhamdulillah selama itu ane gak pernah mengalami sakit yg cukup parah sehingga membutuhkan obat khusus ataupun minum obat buat sekedar nenangin diri or nambah stamina. Tapi karena skrang obatnya udah dibeli, mau tak mau diabisin deh.. Sebenernya ane sangat anti-obat loh, obat yg bentuknya konkret tentunya. Obat yg mempunyai berbagai bentuk mulai dari puyer, sirup, tablet, kapsul, kaplet, und so weiter se…

My IELTS Experience

At first I want to write this post in English, but ticket to UK is very expensive so I will just write this in Indonesia (krik...krik..krik..) xD

Yak sedikit jayusan mudah2an gak bikin ilfil ye, hehe. Alhamdulillah, siang tadi (sabtu 22/2), saya baru saja mengerjakan tes IELTS di Paramadina Graduate School, daerah SCBD. Nah aye mau sedikit cerita nih pengalaman ngambil tes IELTS, mulai dari persiapan, pendaftaran sampe penyesalan #eh. Semoga bisa bermanfaat.
Persiapan Hmm, nothing much to say xD
Karena saya orangnya sangat hemat (bisa jadi pelit), saya melakukan persiapan seadanya aja. Gak pake les persiapan, gak pake tes prediksi, gak pake jadwal tetap buat latihan. Kalo lagi mood, apalagi mendekati hari-H, barulah tergerak untuk belajar, hehe. Nah yang ini jangan ditiru ya. Emang bener dah (perfect) practice makes perfect.

Intinya sih saya siap2nya otodidak aja: baca beberapa buku tentang IELTS, nonton video pelajaran english di yutub, baca2 web tentang ielts atau english in genera…