Langsung ke konten utama

Revolusi

Selamat tahun baru 2016!

Mungkin itu ucapan yg paling ngetren di dunia hari ini. Momen tahun baru memang spesial untuk banyak orang, karena membawa semangat baru untuk berubah jd lebih baik. Kalo pake istilah pertamina, tahun baru itu momen paling pas buat 'dimulai dari 0 ya'. Terus pada bikin so-called 'resolusi', alias rencana2 perubahan diri di tahun ini.

Berbagai resolusi macem diet, nge-gym, lebih banyak olahraga, berenti ngerokok, sampe melepas kejombloan jadi contoh yg paling umum tuh biasanya. Dan biasanya juga, tiap tahun selalu jadi wacana, #eh :p. Terutama yg terakhir disebut tuh, sekarang udah ketiga kalinya jadi resolusi tahunan xD. Hehe, doanya kurang kenceng kali ya. Tapi setelah dipikir2, kalau cuma resolusi gitu doang mah biasanya emang cuma jadi wacana. Yang kita butuhkan bukan resolusi, tapi Revolusi.


Ya, revolusi diri. Kalau memang kita pengen jadi pribadi yang lebih baik, terlepas konteksnya apa, yang harus dilakukan adalah revolusi.
re·vo·lu·si /révolusi/ n 1 perubahan ketatanegaraan (pemerintahan atau keadaan sosial) yg dilakukan dng kekerasan (spt dng perlawanan bersenjata); 2 perubahan yg cukup mendasar dl suatu bidangdialah pelopor -- dl bidang arsitektur bangunan bertingkat; 3 peredaran bumi dan planet-planet lain dl mengelilingi matahari; 
Definisi nomor dua dari KBBI seperti dikutip di atas itulah yang harus kita lakukan. Lalu apa yg direvolusi? ya diri kita. Bisa hal-hal yg fundamental seperti pola pikir, kebiasaan, sikap, atau yang keliatan sederhana seperti gaya berpakaian, memperhatikan makanan yg masuk, membatasi belanja, dan lainnya. Intinya ya seperti deskripsi revolusi: perubahan yg cukup mendasar.
sumber

Hmm, tapi lagi-lagi selalu lebih mudah diucap daripada dijalani. Saya sendiri sering gagal untuk mengubah hal-hal dasar itu. Jadi, silakan cari referensi lain untuk mewujudkan revolusi anda di tahun ini. Hehe, niatnya emang bukan tulisan macem 'how-to' gitu, maklumi aja ya. :p

Seminggu sebelum 2015 berakhir, saya melakukan perjalanan tak biasa. Sekitar 8 hari berkeliling kota KL-Banda Aceh-P. Weh-Medan-Danau Toba-Bukit Tinggi-Padang dan kembali lagi ke Jakarta. Sebuah perjalanan reliji yang memberikan banyak wawasan baru untuk saya sebagai traveller pemula. Ntar deh dibikin catatan perjalanannya, mudah2an bulan ini. Yang ingin disampaikan adalah, perjalanan itu adalah salah satu revolusi saya yang berhasil.

Dulu kalau liburan, paling jauh cuma pernah ke Malang. Waktu itu mau naik gunung Semeru soalnya. Terus kemaren pas ada acara Garuda Travel Fair bulan oktober, tiba-tiba pengen aja jelajah nusantara. Setelah diskusi dengan teman yg hobi jalan2, akhirnya direncanakan lah untuk memulai jelajah ini dari titik nol km Indonesia di Pulau Weh. Lagi-lagi minjem istilah pertamina, dimulai dari nol ya :D

Setelah dipikir, ternyata itu bisa disebut sebagai revolusi liburan untuk saya. Dan alhamdulillah terlaksana. Kalau dipikir, yang bikin itu berjalan ya karena langsung dieksekusi aja. Pas Travel fair langsung beli tiket pulangnya, tiket perginya seminggu kemudian, terus cari info segala macem, pas saatnya tiba langsung jalan deh. Persis yg dibilang abang Shia Labeouf di video viralnya, just do it!

Kemudian tahun baru datang, dan harapan-harapan yang belum terlaksana di tahun lalu bertunas kembali. Akan tetapi jangan sampai itu hanya menjadi resolusi kosong seperti yg lalu, namun harus menjadi sebuah revolusi. Tentukan target, dan buat aksi-aksi kecil yang sejalan dengan itu. Aksi yang belum pernah kita coba sebelumnya. Aksi yang sampai saat ini kita pikir kita takkan pernah melakukannya. Lakukan saja. Paksain aja.

Tak perlu banyak berpikir, yang seringkali membuat khawatir, lakukan saja.
Jangan dikalahkan oleh kemalasan, karena akan selalu berujung penyesalan, lakukan saja.
Berhenti berasumsi, apa kata orang nanti, lakukan saja.
Dan berdoalah, agar Allah kuatkan kita dalam setiap langkah, dan tiap apa yg kita perjuangkan berujung kelak di jannah.

Lakukanlah.

Postingan populer dari blog ini

obat-obatan: menyehatkan atau menyakitkan?

Huff,,sudah hampir genap 5 hari ini salah satu jari kaki terbalut oleh perban atau apa lah itu namanya. Sampe diperban gitu sih karena kulit bagian bawah jari kakinya mengalami luka toni eh maksudnya luka robek yg cukup lebar dan dalam. Alhasil kata bu dokter musti dijait biar cepet sembuh. En ternyata oh ternyata dikasih obat juga, kirain cukup dijait trus sembuh. Akhirnya mau gak mau rela gak rela rekor ‘anti obat’ ane berhenti deh. Sekilas mengenai rekor ini, sudah hampir 5 tahun lebih lah ane tuh gak pernah minum obat dari dokter ataupun obat yg ky suplemen buat tubuh gitu. Jadi alhamdulillah selama itu ane gak pernah mengalami sakit yg cukup parah sehingga membutuhkan obat khusus ataupun minum obat buat sekedar nenangin diri or nambah stamina. Tapi karena skrang obatnya udah dibeli, mau tak mau diabisin deh.. Sebenernya ane sangat anti-obat loh, obat yg bentuknya konkret tentunya. Obat yg mempunyai berbagai bentuk mulai dari puyer, sirup, tablet, kapsul, kaplet, und so weiter se…

Hijrah

Selamat tahun baru 1438 Hijriah!

Gak penting sih selamat2 gitu, haha. Kalo kata Ustadz Farid Nu'man di channel telegram nya, beliau bilang seharusnya pergantian tahun hijriah itu menjadi momentum untuk kita umat muslim merefleksi kejadian hijrah yang dialami oleh Rasul dan para sahabatnya dahulu. Membaca, mempelajari, dan mengambil hikmah yang terkandung dalam kisahnya. Lebih bagus lagi jika kita bisa menerapkan pelajaran2 tersebut dalam konteks jaman sekarang. Karena salah satu makna hijrah yang dapat kita ambil, yaitu: berpindah (berubah) ke tempat (arah) yang lebih baik.

Klise sih, tapi ya entah kenapa tiap momen tahun baru selalu saja kita (at least gw sendiri sih xD) punya semacam 'resolusi' untuk menjadi lebih baik. Awalnya semangat 45, terus 2-3 bulan mulai males, tiba-tiba udah desember lagi. Repeat :p. Beda banget sama peristiwa hijrah Rasul dulu, yang benar-benar menandai awal kebangkitan Islam pada masanya. Terlepas dari suratan takdir yang memang Allah tetapkan, …

My IELTS Experience

At first I want to write this post in English, but ticket to UK is very expensive so I will just write this in Indonesia (krik...krik..krik..) xD

Yak sedikit jayusan mudah2an gak bikin ilfil ye, hehe. Alhamdulillah, siang tadi (sabtu 22/2), saya baru saja mengerjakan tes IELTS di Paramadina Graduate School, daerah SCBD. Nah aye mau sedikit cerita nih pengalaman ngambil tes IELTS, mulai dari persiapan, pendaftaran sampe penyesalan #eh. Semoga bisa bermanfaat.
Persiapan Hmm, nothing much to say xD
Karena saya orangnya sangat hemat (bisa jadi pelit), saya melakukan persiapan seadanya aja. Gak pake les persiapan, gak pake tes prediksi, gak pake jadwal tetap buat latihan. Kalo lagi mood, apalagi mendekati hari-H, barulah tergerak untuk belajar, hehe. Nah yang ini jangan ditiru ya. Emang bener dah (perfect) practice makes perfect.

Intinya sih saya siap2nya otodidak aja: baca beberapa buku tentang IELTS, nonton video pelajaran english di yutub, baca2 web tentang ielts atau english in genera…