Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Prioritas

Seorang kawan pernah meminta masukan untuk memilih pasangan tempat kerja baru. Dari beberapa pilihan, dia sudah buatkan daftar perbandingan keduanya. Yang dibandingkan pun beragam, dari yg standar seperti lokasi & gaji, hingga visi misi. Di antara pilihan tersebut, jelas dia bingung karena tidak ada yang paling ideal. Pasti ada plus minusnya. Dalam seni membandingkan seperti ini, kita tak kan bisa membuat keputusan, tanpa satu hal: prioritas.
Dalam bukunya, Problem Solving 101, Ken Watanabe memberikan tips praktikal dalam membandingkan beragam pilihan dan membuat keputusan. Salah satu caranya adalah dengan membuat bobot dari kriteria yang kita bandingkan. Ken memberikan contoh seorang anak yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional, kebingungan dalam memilih sekolah SMA yang akan mendukung karirnya. Pilihannya antara dua: sekolah yang dekat dan sangat terkenal prestasi sepak bolanya, namun persaingan tinggi untuk klubnya. Yang kedua agak jauh dan tak kalah terkenal sepak bo…

Menunggu

Tiap saya harus pergi ke jakarta naik KRL dari depok, hampir dapat dipastikan keretanya akan menunggu antrian masuk menuju stasiun Manggarai. Anker alias anak kereta pasti tahu betul rasanya gimana. Kalau pas lagi buru-buru pasti langsung merasa gelisah, berkeringat dingin, gigit bibir, berulang kali ngecek jam, dan waktu berjalan terasa lambat sekali. Mungkin juga tanpa sadar bergumam, 'Ya Allah lama banget berentinya, kapan jalannya nih kereta...'
Pengalaman mengantri atau menunggu dalam antrian itu pasti pernah kita rasakan sehari-hari. Bisa jadi saat mengurus paspor di imigrasi, berobat ke dokter, membuat/perpanjang sim-stnk, atau sesederhana antre buat isi bensin. Tak jarang saat menunggu giliran kita, waktu berasa sangat lambat, entah karena kita lagi buru-buru atau memang pelayanannya lambat banget. Dan tak sadar, suasana hati kita berubah cuma gara-gara menunggu.
Menunggu, apalagi jika tidak jelas kapan atau berapa lama lagi giliran kita, memang gak pernah enak rasanya. …

Batas

Jum'at kemarin, di Jakarta, khususnya daerah monas menjadi lautan manusia dengan mayoritas beratribut putih-putih. Kabarnya jumlah massa mencapai satu juta lebih, berasal dari jabodetabek dan luar kota lainnya. Aksi yang bertajuk 'Aksi Bela Islam' pada 4 November 2016 kemarin, jadi salah satu aksi terbesar yang pernah terjadi sepanjang masa reformasi di negeri ini. Sudah cukup banyak yang membahasnya, baik sisi positif pun negatif, di sosial media juga di media massa.

Semua itu berawal dari sebuah video gubernur yg kini sedang nonaktif, Ahok, yang sedang berbicara dengan gayanya ceplas-ceplos dan agak kelewat batas hingga akhirnya melukai perasaan umat Islam. Batas yg dimaksud di sini adalah tuduhan kepada 'ulama yang dikatakan Ahok 'membohongi' orang dengan surat Al-Ma'idah ayat 51. Walau memang dikenal suka berkata kasar dan asal ngomong, tapi untuk yang satu ini rasanya beliau sudah terlalu jauh melewati batasnya. Tak heran jika sebagian umat Islam menjad…

Tergesa

Pernah naik wahana halilintar di Dufan? pasti inget dong rasanya gimana: berjalan pelan di awal, dibawa ke atas, kemudian dilepas ke hukum alam dan kita hanya dapat pasrah berdoa pada Yang di Atas. :D
Entah kenapa jadi teringat pengalaman itu akhir-akhir ini. Sekitar 2 minggu belakangan ini memang rasanya kondisi hati alias mood saya seakan lagi naik roller coaster; naik dan turun secara tiba-tiba. Dari kerjaan, lagi ada deadline proyek yang lumayan 'legendaris', yang mungkin menyangkut hajat hidup banyak pihak. Dan dari urusan pribadi pun, lagi ada sesuatu yang gak kalah pentingnya. Entah kenapa, hal-hal penting tersebut terjadi di saat yang bersamaan. Alhasil, rasanya jadi tak bisa maksimal dimana-mana..
Saat mengingat bagaimana saya bekerja dua minggu terakhir ini, rasanya seperti lagi sprint di lari marathon terus di tengah trek banyak antrian tahu bulat ngalangin jalan. Banyak jarak yang harus ditempuh, tapi larinya mesti sprint, eh terus banyak obstacle yang bikin lambat. …

Hijrah

Selamat tahun baru 1438 Hijriah!

Gak penting sih selamat2 gitu, haha. Kalo kata Ustadz Farid Nu'man di channel telegram nya, beliau bilang seharusnya pergantian tahun hijriah itu menjadi momentum untuk kita umat muslim merefleksi kejadian hijrah yang dialami oleh Rasul dan para sahabatnya dahulu. Membaca, mempelajari, dan mengambil hikmah yang terkandung dalam kisahnya. Lebih bagus lagi jika kita bisa menerapkan pelajaran2 tersebut dalam konteks jaman sekarang. Karena salah satu makna hijrah yang dapat kita ambil, yaitu: berpindah (berubah) ke tempat (arah) yang lebih baik.

Klise sih, tapi ya entah kenapa tiap momen tahun baru selalu saja kita (at least gw sendiri sih xD) punya semacam 'resolusi' untuk menjadi lebih baik. Awalnya semangat 45, terus 2-3 bulan mulai males, tiba-tiba udah desember lagi. Repeat :p. Beda banget sama peristiwa hijrah Rasul dulu, yang benar-benar menandai awal kebangkitan Islam pada masanya. Terlepas dari suratan takdir yang memang Allah tetapkan, …

Alasan

Minggu lalu, gim PĆ³kemon Go resmi tersedia di Indonesia dan beberapa negara asia lainnya. Tapi yaa dari awal peluncurannya pas lebaran kita udah bisa maenin sih. Temen-temen di kantor pun pada maenin, sampe bikin grup whatsapp sendiri khusus bahas ini. Hype banget emang nih game, dari yg remaja sampe kakek-kakek gak mau ketinggalan.
Tapi yah setelah sebulan, kayaknya banyak yang mulai berenti maen. Entah karena target levelnya udah tercapai atau simply mulai bosen aja. Kemaren pas saya lagi ngebuka game-nya, ada yg nyeletuk, 'Masih maen itu (pokemon) aja'. Ya saya sih nyengir aja, karena emang masih asik aja maeninnya. Oh dan tentu saja, maeninnya sesuai dengan yang dimaksud oleh developer-nya, gak pake cara curang alias fake gps atau bot2 gitu, hehe.
Dari kejadian di atas saya sadar, ternyata tiap orang punya alasannya sendiri dalam melakukan suatu hal. Kayak maen pokemon go ini: mungkin ada yang cuma ikut-ikutan tren aja, mau nostalgia, suka sama series2 gim sebelumnya, dan la…

Kompetisi

Sejak kemarin siang (30 juli) hingga tadi siang, ada pemilihan ketua Ikatan Alumni UI (Iluni UI) untuk periode 2016-2019. Entah karena baru pertama kali jadi voter atau emang lagi rame, pemilihan kali ini rasanya yg paling heboh. Pertama dari bakal calon kandidatnya, tadinya ada lebih dari 6 apa ya, tapi yang resmi jadi calon ada 6. Dari yang paling muda angkatan '08, sampe yg senior pangkat jenderal. Terus berdinamika sampe akhirnya tinggal 4 yang bisa dipilih kemaren.

Nah dari 4 calon yang ada, uniknya 3 diantaranya berhubungan sama almamater sekolah SMA saya dulu, SMAN 8 Jakarta. Calon nomor 1 dan 2 alumninya tahun '03 dan '84, nomor 3 suaminya temen seangkatan, haha. Di linimasa pesbuk pun akhirnya ramai kampanye dari ketiga kandidat tersebut. Kompetisi yang unik ini ujung-ujungnya bikin saya jadi bingung, mau milih siapa yaa. 

Uniknya, setelah voting banyak yg ngepos udah milih dan milih siapa. Tapi alhamdulillah, gak kayak pemilu nasional atau daerah, walaupun byk yg t…

Overdreaming

Hari sabtu ini secara kebetulan ada tiga undangan akad-walimah pada jam yang sama. Satu teman SMP, satu teman SMA, satu teman kuliah. Dan tiga-tiganya pernah sekelas. Wew, sejak tahun lalu rasanya memang angkatan '09 lagi musim nikah nih. Yang dateng tadi juga banyak yg udah sama pasangan sahnya. Gak sedikit juga yg udah gendong anak, bahkan udah mau dua. Sementara itu, seorang jomblo hanya bisa curcol di blog-nya yg jauh dari keramaian..xD

Dulu, pas datang akad atau walimah, saya sering merenung: bagaimana kisah (pernikahan) saya nanti? Karena setelah mendengar berbagai macam cerita orang lain tentang perjalanan sebelum ijob qabul yang beragam, rasanya memang tiap orang akan punya pengalaman yang unik. Ada yang lancar sekali langsung dapet, ada yang udah oke sama bakal calon tapi kepentok di ortu, ada yang sekian kali mencoba baru jadi, dan banyak lainnya.

Akhirnya, tak jarang saya bermimpi: mungkin akan begini atau begitu, bersama si ini atau si itu, lalu kami akan ke sini ke situ…

Overthinking

Pernah gak, sesekali merasa cemas berlebih hanya karena overthinking akan sesuatu yang belum terjadi? Sebagai seorang yg katanya cenderung introvert, saya sering banget ngerasain kayak gitu. Misalnya aja tulisan ini, atau blog ini. Pas lagi nulis sering banget muncul pertanyaan: kalo nulis gini ada yg ngerti gak ya? atau ada yg tersinggung gak ya? nyambung gak ya? ada yg suka gak ya? atau malah ada yg baca gak ya? dan pertanyaan 'gak ya' lainnya..

Dan gak jarang, akhirnya saya menahan sesuatu yang tadinya mau ditulis atau dilakukan. Yang sering juga dirasakan adalah pas interaksi sosial, saya seringkali menahan untuk bertanya ini itu hanya karena khawatir orang lain akan merasa terganggu. Atau tersinggung. Atau dianggap tak sopan. Atau dianggap orang aneh. Atau ini dan itu lainnya. Akhirnya, kalo gak butuh banget ya diem aja deh, end.

Untuk orang yang tidak dekat dan atau baru kenal, pastilah mengira saya orang yang pendiam. Gak salah sih, tapi bukan berarti diamnya saya itu gak…

Siklus

Hidup kita, sadar atau tidak, adalah bagian dari banyak siklus. Walau waktu bersifat linear dan tak mungkin (sampai saat ini) dikembalikan, namun seluruh kehidupan tak bisa lepas dari berbagai macam siklus yang berputar atau berulang. Seumur hidup kita mungkin dapat dianggap sebagai perjalanan dari satu siklus ke siklus lainnya.

Dahulu saat baru lahir, siklus umum kita mungkin hanyalah makan-tidur-bangun-eksresi-nangis, repeat. Kemudian setelah beberapa bulan, ada rutinitas baru yaitu merangkak dan bermain. Kemudian nambah berdiri dan berjalan. Dan terus bermunculan rutinitas atau siklus baru hingga saat ini. Siklus juga termasuk berbagai sistem kerja organ2 tubuh kita. Misal bernafas, maka siklusnya adalah hirup udara-masuk paru2-transfer ke darah & ambil CO2-hembuskan udara, repeat.


Buku

Saat kecintaan kita terhadap sesuatu melewati batas, biasanya memiliki gejala seperti kecanduan obat. Hanya tenang bila bisa merasakan atau ada di dekatnya secara berkala, dan sakaw ketika sudah lama tak merasakannya. Dan sesuatu tersebut bisa apa saja, dari obat-obatan, benda mati, juga manusia. Termasuk (membuat) sepatu. Inilah ide dasar cerita novel 'Sepatu Terakhir' yang baru saya baca awal Mei kemarin.

Buku dari tahun 2012 itu baru saya baca karena dipinjemin temen sebelum berangkat ke bali-lombok kemaren. Emang sengaja minta pinjem buku cerita apapun, biar gak bosen di jalan. Kebetulan buku-buku cerita yang saya punya gak banyak dan udah dibaca semua, jadi minjem aja deh. Dan ternyata hanya butuh dua hari buat namatin, padahal waktu itu perjalanan masih 6 hari lagi xD. Tapi entah kenapa, sepulang liburan, muncul hasrat untuk terus baca buku lagi. Sesuatu yang sudah lama tak terasa..

5 / 25

Tanggal 15 Mei kemarin, Badr Interactive, tempat kerja saya, tepat berulang tahun yang kelima. Bisa dibilang ini adalah suatu hal yang spesial, karena katanya sekitar 90% startup tidak dapat mencapai usianya yang kelima (lupa sumbernya). Badr yang dulu dimulai bener2 dari nol oleh 3 orang, kini udah sampe 30 orang dengan portofolio segambreng. Dan salah satu produk yg Badr terlibat di dalamnya, iGrow, mulai dikenal di kancah dunia.

Alhamdulillah, semua itu dapat tercapai dengan kerja keras dan pertolongan dari Allah SWT. Saya sendiri yang mulai bergabung sebagai part time pas Badr baru seumur jagung lebih dikit, alias lima bulan, merasakan betul perjuangan orang-orang di dalamnya. Bermula dari sepetak kontrakan empat kali lima, berpindah-pindah tiga kali hingga akhirnya kini menetap di Startup Center di Depok. Namun, walau sudah ada berbagai capaian di atas, sesungguhnya masih banyak yang harus kami benahi dan tingkatkan agar dapat berakselerasi lebih kencang di tahun-tahun mendatang.

Skenario

Beberapa waktu lalu, saya membaca manga One Piece mulai dari chapter 1 sampai yang terbaru. Bukan apa-apa sih, cuma penasaran aja cerita utuhnya dari awal, karena dulu mulai baca tuh dari volume 34. Pertama tau One Piece dari kartun minggu pagi di RCTI, yang paling diinget sih waktu itu lagi arc Alabasta. Terus lama setelahnya, lagi ngantri di indomaret ngeliat komik One Piece di etalase majalah2. Kok kayaknya menarik ya, dibeli deh sekalian. Ceritanya pas banget yang Davy fight back, kocak banget waktu itu bacanya. Abis itu langsung deh ngikutin ceritanya.

Setelah beberapa komik lanjutan dan akhirnya switch ke mangascan, baru sadar ternyata One Piece ini sangat populer ya, baik di Jepang maupun seluruh dunia. Ceritanya yang sangat sangat kaya karakter dan plot bikin orang enjoy bacanya. Oda-sensei, pengarangnya, juga gak asal bikin cerita yang putus-putus, tapi semua itu ada benang merahnya. Bahkan cover dan cerita sampingan, juga wawancara di majalah, bisa jadi clue untuk cerita2 sel…

Perjalanan

So, baru inget belum nulis lagi di sini setelah tahun baru kemaren. Dan sebenernya keingetan gara-gara di meetup mingguan kantor pas hari Jumat kemarin lagi bahas 'gerakan' menulis untuk konten blog web kantor. Nama saya sempet disebut sebagai salah satu yg suka nulis blog, padahal paling sering sebulan sekali xD.

Nevertheless, selama dua bulan pertama tahun ini ada dua peristiwa yang cukup membekas. Satu sekitar tengah januari, satu lagi akhir bulan ini. Walau mungkin bentuknya berbeda, tapi tema besarnya tetap sama: 'kehilangan'.

Revolusi

Selamat tahun baru 2016!

Mungkin itu ucapan yg paling ngetren di dunia hari ini. Momen tahun baru memang spesial untuk banyak orang, karena membawa semangat baru untuk berubah jd lebih baik. Kalo pake istilah pertamina, tahun baru itu momen paling pas buat 'dimulai dari 0 ya'. Terus pada bikin so-called 'resolusi', alias rencana2 perubahan diri di tahun ini.

Berbagai resolusi macem diet, nge-gym, lebih banyak olahraga, berenti ngerokok, sampe melepas kejombloan jadi contoh yg paling umum tuh biasanya. Dan biasanya juga, tiap tahun selalu jadi wacana, #eh :p. Terutama yg terakhir disebut tuh, sekarang udah ketiga kalinya jadi resolusi tahunan xD. Hehe, doanya kurang kenceng kali ya. Tapi setelah dipikir2, kalau cuma resolusi gitu doang mah biasanya emang cuma jadi wacana. Yang kita butuhkan bukan resolusi, tapi Revolusi.