Langsung ke konten utama

Termangu di Malam Minggu

It’s only words.. and words are all I have.. To take your heart away..

Sepenggal lirik lagu lama dari Bee Gees, berjudul Words, terdengar jelas di telingaku yang terpasang earphone. Entah kenapa tiba-tiba lirik itu sangat ear-catching sekali. Padahal sebelumnya sudah beberapa lagu yang terputar, mulai dari ost anime, nasyid, sampai lagu ‘populer’ jaman sekarang, namun rasanya tak ada yang seistimewa penggalan lirik lagu ini. Mungkin karena dinyanyikan di akhir lagu dengan penuh penekanan, sehingga telinga ini terkesan dengan nadanya. Namun tampaknya bukan hanya itu saja, ada sesuatu yang lain..

Tadi sore di m*tro TV kebetulan ngeliat berita tentang proses evakuasi korban letusan Merapi yang akhirnya tidak jadi karena ada peringatan awan panas akan segera melintas di kawasan tim evakuasi tersebut. Terlihat para relawan berlarian dengan cepat, berusaha sejauh mungkin dari tempat evakuasi, seakan-akan bencana ada tepat di belakang mereka. “Awan panas” yang mereka hindari, telah memakan puluhan korban jiwa dengan luka bakar hebat, termasuk yang paling terkenal Mbah ‘roso’ Marijan. Semakin tak bisa membayangkan, betapa beratnya kondisi yang telah terjadi di sana. Belum lagi penderitaan para pengungsi yang jadi korban, terutama yg kehilangan harta benda dan juga anggota keluarganya..

Betapa cepat dan tak terduganya bencana alam terjadi, seakan ‘mengejek’ manusia yang berusaha memprediksi ataupun menyiapkan kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi. Yah, mau gimana lagi, jika itu memang sudah ketetapan-Nya.. cukup ‘sebuah kata’ dari Yang Maha Kuasa, apapun bisa terjadi, mau bagaimanapun manusia berbuat. Ya, hanya sebuah kata..

Hari Jum’at kemarin, di lokasi UTS terakhir, sebelum mulai, aku mendengar suatu kabar tentang sesuatu yang sudah seminggu dilupakan. “Udah ada yang baru, cek aja..”, begitu kata teman di sampingku. Langsung saja kucek di komputer yang ada di depanku, ternyata benar, sudah keluar yang baru. Saat kulihat, aku hanya bisa termangu. Entah berapa lama aku menatap layar komputer itu, melihat halaman update nilai. Ah ya sudahlah, memang begitu adanya, tidak akan berubah lagi, batinku menenangkan. Ugh, saat yang sangat tidak tepat, sebelum ujian terakhir malah mendapat kabar yang kurang baik. Jujur, sangat mempengaruhi mood untuk ngoding saat itu, sehingga agak kewalahan saat ngerjain soal. Akhirnya ujian terakhir itu terasa sangat tidak maksimal, kurang persiapan, terpengaruh oleh ketakutan akan terjadi lagi kabar yang kurang baik itu. Astagfirullah..

Setelah kejadian itu aku jadi semakin sering berpikir, apa yang sebenarnya terjadi? Rasanya hal ini sering sekali terjadi padaku, bukan kali ini saja. Saat proses persiapan dan pengerjaan sesuatu rasanya tak ada masalah, malah bisa membantu yang lain. Namun hasil akhirnya sungguh di luar dugaan, apanya yang salah ya? Mungkin kesalahannya hanya hal yang kecil, namun tetap saja hasil akhirnya di luar ekspektasi. Sempat ku berpikir ini semua kesalahan orang lain; kenapa dia ngasih taunya belakangan, setelah tidak bisa lagi diubah?? Astagfirullah..maafkanlah ke-suuzhan ku ini ya Allah..

Aku jadi teringat perbincangan hangat di siang hari, saat acara SiwakNG di Cilember. Hari itu adalah full-day materi untuk peserta. Seorang pengisi materi untuk siang itu, Ust. Rizky Ridyasmara, bercengkrama sambil makan siang dengan sebagian panitia ikhwan di gazebo vila. Pembicaraannya sangat menarik dan beragam, mulai dari konspirasi yahudi, rahasia-rahasia di jakarta, kisah hidup beliau, hingga masalah nyari akhwat nikah. Salah satu topik yang kuingat, adalah sebuah pertanyaan dari saudaraku yang kini sedang berjuang melawan penyakitnya, Hafiz K. Dia bertanya yang kira-kira gini nanyanya, “Bang, menurut bang Rizky gimana maksudnya ada ayat Al-Qur’an yang artinya saling kontradiksi, terutama surat Ar-Ra’du ayat 11 yang isinya suatu kaum tidak akan berubah sebelum kaum itu sendiri yang mengubahnya, sama ayat-ayat lain yang intinya bahwa semua hal yang terjadi di dunia itu sudah tercatat dalam Lauh Mahfuzh? Itu kan kayak kontradiksi gitu..”, sebelum selesai Hafiz nanya, sambil tersenyum bang Rizky bilang,”Saya ngerti, itu saya udah nemu jawabannya.” Lalu ia pun menjelaskan yang kira-kira isinya begini, ”Apa kamu tahu cerita tentang seorang kakek tua yang menanam pohon zaitun? Bahkan dalam sebuah hadis disebutkan, ‘Andaipun engkau tahu bahwa besok itu kiamat dan ditanganmu engkau masih memegang benih tanaman, maka tanamlah!’ Yang saya tangkap di sini adalah, bahwa manusia harus berusaha semaksimal mungkin selama masih bisa, mengenai hasilnya itu terserah Allah. Kita gak akan pernah tahu apa yang akan terjadi nanti, yang bisa kita lakukan adalah berusaha semampu kita. Hasilnya serahkan saja ke Allah.”

Masih tergambar jelas dalam ingatanku, saat bang Rizky berkata seperti itu. Ya, pada akhirnya manusia hanya bisa berusaha semampunya, dan hasil adalah hak prerogatif Yang Maha Kuasa. Dan Dia tak mungkin menyia-nyiakan perjuangan kita dalam prosesnya..
“Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Q.S. Huud:115)

Ya, tak akan ada yang sia-sia selama kita berorientasi kepada-Nya. Jika hasil kurang bagus, anggep sebagai sebuah evaluasi lah, dan jika hasilnya sangat bagus anggaplah itu hadiah, jangan sampai sombong terbersit hingga menodai ruhiyah. Kita kuliah untuk belajar ilmu, dan belajar itu adalah proses kebaikan, maka khawatirlah ketika semangat belajar turun, karena aliran pahala pun akan turun pula.

Sama halnya dengan aktivitas kita sebagai aktivis dakwah..(yang tujuannya) membangun peradaban yang madani, membentuk generasi rabbani, itu bukanlah hal yang mudah. Perlu proses yang panjang dan kesungguhan di tiap unsur dalam jamaah. Amanah ini, amanah itu, kerjaan ono, kerjaan sini, tak pernah berhenti seakan-akan ada hukum kekekalan amanah. Terlebih lagi saat merasa sudah capek ini-itu, namun hasilnya mungkin masih sangat jauh untuk kita jamah. Tapi ikhwah, percayalah, walau lelah, namun jika Lillah, kelak kita akan dimasukkan ke dalam jannah-Nya yang indah..*amiin*

Fyuh, kok jadi nyambungnya ke situ ya..:p

Btt. Akhirnya aku jadi lebih paham, mengapa hal ini bisa terjadi. Aku sangat bersyukur sekali diingatkan dengan cara yang sangat halus seperti ini, bahwa apapun dapat terjadi, cukup dengan sebuah ‘kata’, seperti dalam ayat cinta-Nya:

“Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia Menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, ‘Jadilah!’ maka jadilah sesuatu itu.” (Q.S.Yasin:82)
Mungkin itu pula yang ingin Dia sampaikan kepada kita melalui berbagai bencana yang terjadi belakangan ini..bahwa apapun bisa terjadi kapan pun dimana pun, dan kita harus berusaha semaksimal mungkin semampu yang kita bisa untuk menghadapi ujian-Nya dalam berbagai wujud. Jika boleh mengubah penggalan lirik di atas, mungkin jadinya:

It’s only words.. a word that Allah have.. to take our heart away..

Yes, it’s only a word, a word that Allah have, to take our heart away, if we don’t believe His Promises..

Postingan populer dari blog ini

obat-obatan: menyehatkan atau menyakitkan?

Huff,,sudah hampir genap 5 hari ini salah satu jari kaki terbalut oleh perban atau apa lah itu namanya. Sampe diperban gitu sih karena kulit bagian bawah jari kakinya mengalami luka toni eh maksudnya luka robek yg cukup lebar dan dalam. Alhasil kata bu dokter musti dijait biar cepet sembuh. En ternyata oh ternyata dikasih obat juga, kirain cukup dijait trus sembuh. Akhirnya mau gak mau rela gak rela rekor ‘anti obat’ ane berhenti deh. Sekilas mengenai rekor ini, sudah hampir 5 tahun lebih lah ane tuh gak pernah minum obat dari dokter ataupun obat yg ky suplemen buat tubuh gitu. Jadi alhamdulillah selama itu ane gak pernah mengalami sakit yg cukup parah sehingga membutuhkan obat khusus ataupun minum obat buat sekedar nenangin diri or nambah stamina. Tapi karena skrang obatnya udah dibeli, mau tak mau diabisin deh.. Sebenernya ane sangat anti-obat loh, obat yg bentuknya konkret tentunya. Obat yg mempunyai berbagai bentuk mulai dari puyer, sirup, tablet, kapsul, kaplet, und so weiter se…

Hijrah

Selamat tahun baru 1438 Hijriah!

Gak penting sih selamat2 gitu, haha. Kalo kata Ustadz Farid Nu'man di channel telegram nya, beliau bilang seharusnya pergantian tahun hijriah itu menjadi momentum untuk kita umat muslim merefleksi kejadian hijrah yang dialami oleh Rasul dan para sahabatnya dahulu. Membaca, mempelajari, dan mengambil hikmah yang terkandung dalam kisahnya. Lebih bagus lagi jika kita bisa menerapkan pelajaran2 tersebut dalam konteks jaman sekarang. Karena salah satu makna hijrah yang dapat kita ambil, yaitu: berpindah (berubah) ke tempat (arah) yang lebih baik.

Klise sih, tapi ya entah kenapa tiap momen tahun baru selalu saja kita (at least gw sendiri sih xD) punya semacam 'resolusi' untuk menjadi lebih baik. Awalnya semangat 45, terus 2-3 bulan mulai males, tiba-tiba udah desember lagi. Repeat :p. Beda banget sama peristiwa hijrah Rasul dulu, yang benar-benar menandai awal kebangkitan Islam pada masanya. Terlepas dari suratan takdir yang memang Allah tetapkan, …

My IELTS Experience

At first I want to write this post in English, but ticket to UK is very expensive so I will just write this in Indonesia (krik...krik..krik..) xD

Yak sedikit jayusan mudah2an gak bikin ilfil ye, hehe. Alhamdulillah, siang tadi (sabtu 22/2), saya baru saja mengerjakan tes IELTS di Paramadina Graduate School, daerah SCBD. Nah aye mau sedikit cerita nih pengalaman ngambil tes IELTS, mulai dari persiapan, pendaftaran sampe penyesalan #eh. Semoga bisa bermanfaat.
Persiapan Hmm, nothing much to say xD
Karena saya orangnya sangat hemat (bisa jadi pelit), saya melakukan persiapan seadanya aja. Gak pake les persiapan, gak pake tes prediksi, gak pake jadwal tetap buat latihan. Kalo lagi mood, apalagi mendekati hari-H, barulah tergerak untuk belajar, hehe. Nah yang ini jangan ditiru ya. Emang bener dah (perfect) practice makes perfect.

Intinya sih saya siap2nya otodidak aja: baca beberapa buku tentang IELTS, nonton video pelajaran english di yutub, baca2 web tentang ielts atau english in genera…