Langsung ke konten utama

IM2 Broadband reborn

Sudah hampir genap empat bulan ini penulis menggunakan kartu im2 untuk berselancar di internet. Sebelumnya sih pake speedy personal yang paket 2GB sampai januari awal, tapi karena ada sedikit masalah dengan overquota akhirnya mau tak mau koneksinya dicabut deh. Nah setelah sapidi diputus, hampir sebulan (dengan sangat terpaksa) menggunakan telkomnyet instan di rumah kalo lagi kepepet gak bisa ke warnet. Untuk orang2 yg pernah pakai telkomnet pasti mengerti bagaimana rasanya pas lagi koneksi dengan itu..huaaah, llleeeemmmooooootttt gilaaaa... atau jangan2 karena udah biasa make spidi yg speednya lumayan pas make telkomnet jadi langsung ngerasa lambat banget ya? ah apapun itu tapi memang pada dasarnya telkomnet instan itu cukup lambat speednya. Wajar aja sih, namanya juga koneksi dial-up, maksimal cuma 64kbps. Sedikit review tentang speedy, selama penulis gunakan sih cukup memuaskan. Mungkin masalahnya hanya pada harga dan paket, memang cukup mahal bila dibandingkan dengan produk yang memberi layanan internet serupa di jakarta. Waktu awal dipasang, paket yang dipilih adalah yang Personal dengan quota 1GB. Setelah beberapa bulan Telkom memberikan tambahan quota sehingga menjadi 2GB. Dengan biaya abonemen 200.000 rasanya memang mahal ya, apalagi bila quota yang terpakai sudah berlebih, ditambah charge 500/MB deh. Kemudian pada tengah tahun 2008, kalau tidak salah mulai september, speedy mengadakan program Free Usage 8 to 8. Program itu memberikan bandwith/quota gratis (bebas pemakaian) untuk pelanggan speedy yang bukan unlimited mulai dari jam 8 malam hingga jam 8 pagi, dengan ketentuan berlaku. Mendengar kabar ini, serasa kemerdekaan bangsa terulang lagi, hehe. Hal ini langsung penulis manfaatkan untuk mendownload berbagai film, software, mp3, video, dan lain-lain. Dengan modal modem, komputer/laptop, dan software downloader, serasa dunia hanya milik sendiri, yang lain pada numpang..hehehe. Benar-benar serasa memiliki koneksi unlimited deh. Jika dihitung-hitung tampaknya penulis telah ‘mencuri’ quota hingga 100GB!! ckckck, bener2 oportunis dah. Oya, mengenai speed bandwith yang sering dikeluhkan para pelanggan speedy, so far penulis cukup puas dengan hal itu. Memang di awal pemakain, speed yang diberikan hanya mencapai max.384kbps. namun seiring berjalannya waktu, telkom meningkatkan speednya menjadi 512kbps hingga 1Mbps. Kecepatan rata-rata untuk download cukup stabil di kisaran 50-60 KBps untuk server lokal, dan sepertiga sampai setengahnya untuk server luar negeri. Lanjut, nah sekitar sebulan memakai koneksi dial-up itu, penulis sekalian mencari-cari paket or program internet broadband yang ada di jakarta selain speedy. Kriteria yang dicari tentunya yang unlimited, biar puas makenya dan tidak terjadi insiden kaya sapidi yang dulu, dan juga yang murah pastinya, hehe. Setelah bertanya2 pada om gugel yang baik hati tidak sombong dan rajin menabung (nabung link), akhirnya dapet banyak info tentang internet broadband unlimited yang lumayan murah. Setelah baca ini-itu, ternyata secara garis besar, bisa dibilang ada dua jenis paket langganan koneksi internet broadband. Yang satu adalah wireline, satu lagi yaitu unwire alias wireless. Wireline yang pakai kabel untuk koneksi ke modem atau receiver, bisa kabel telepon atau saluran khusus, itu ya koneksi internet rumahan biasa seperti speedy, fastnet, cbn, dll. Sedangkan yg wireless kebanyakan sih menggunakan teknologi HSDPA 3/3.5G yang kecepatan alias speed internetnya (katanya) bisa mencapai 7.2 Mbps! Selain yang HSDPA itu biasanya sih ada seperti hotspot2 gitu, tapi jangkauannya bisa sampai satu kelurahan, kalau gak salah namanya RT/RW Net. Hyuh,,setelah membaca produk2 disana disini, membandingkan kualitas layanan dan harga, kemudahan pemakaian, dll. akhirnya penulis memilih produk IM2 Broom ‘Unlimited’ dengan biaya 100rb/bulan sebagai koneksi internet yang baru. Sekilas tentang produk indosat ini, menurut beberapa review di forum2 daring sih banyak yang bilang pas lagi dipakai, speednya tidak sesuai dengan yang dijanjikan di brosur/keterangan produknya. Sekedar info, untuk broom ‘unlimited’ dengan biaya bulanan 100rbu indosat menjanjikan speed download hingga 384kbps, dan akan diturunkan menjadi 64kbps bila pemakaian telah melewati 2GB. Makanya kata “unlimited”nya tadi dikasih tanda kutip, hehe. Quotanya sih unlimited, tapi speednya dikasih limit. Selama penulis menggunakan im2, yah boleh lah dikasih rating 3 dari skala 1-5. Plusnya, relatif mudah untuk registrasi awal karena hanya perlu membeli kartu perdana kayak beli sim card gitu. Harganya cukup murah lah untuk koneksi ‘unlimited’, hanya 100rbu per bulan, sudah termasuk pajak pula. Untuk masalah speed yang banyak orang keluhkan, memang terbukti sih beberapa kali. Untungnya area jaringan di tempat penulis masih sedikit yang menggunakan akses data indosat, jadi lumayan kenceng dapetnya. Terkadang memang ada sedikit masalah dengan koneksi jaringannya; gak bisa connect, sinyal 3Gnya naik turun, putus di tengah-tengah, lambat banget walaupun kuota 2GB belum habis, dan benar-benar lambat kalau sudah lewat dari 2GB. Secara keseluruhan tidak berlebihan dan tidak salah bila penulis memberikan rating 3 dari 5. Produk internet lain yang sejenis dengan im2 sebenarnya ada banyak. Namun yang paling murah sih kayaknya ini, walaupun kualitas layanannya dikorbankan. Mungkin lain kali jika memiliki kesempatan, pengen deh nyoba sendiri koneksi internet yang lain itu untuk dibandingkan sama im2. Semoga saja indosat mega media selaku perusahaan yang menyediakan layanan im2 ini dapat mendengar keluhan dan saran dari pelanggan untuk membenahi dan meningkatkan kualitas layanannya. (Sebenernya penulis gak berani ngeluhin layanannya im2, takut kena UU ITE kaya bu prita, ntar salah-salah ngomong dikira mencemarkan nama baik lagi..hehehe :) blogger-emoticon.blogspot.com

Postingan populer dari blog ini

obat-obatan: menyehatkan atau menyakitkan?

Huff,,sudah hampir genap 5 hari ini salah satu jari kaki terbalut oleh perban atau apa lah itu namanya. Sampe diperban gitu sih karena kulit bagian bawah jari kakinya mengalami luka toni eh maksudnya luka robek yg cukup lebar dan dalam. Alhasil kata bu dokter musti dijait biar cepet sembuh. En ternyata oh ternyata dikasih obat juga, kirain cukup dijait trus sembuh. Akhirnya mau gak mau rela gak rela rekor ‘anti obat’ ane berhenti deh. Sekilas mengenai rekor ini, sudah hampir 5 tahun lebih lah ane tuh gak pernah minum obat dari dokter ataupun obat yg ky suplemen buat tubuh gitu. Jadi alhamdulillah selama itu ane gak pernah mengalami sakit yg cukup parah sehingga membutuhkan obat khusus ataupun minum obat buat sekedar nenangin diri or nambah stamina. Tapi karena skrang obatnya udah dibeli, mau tak mau diabisin deh.. Sebenernya ane sangat anti-obat loh, obat yg bentuknya konkret tentunya. Obat yg mempunyai berbagai bentuk mulai dari puyer, sirup, tablet, kapsul, kaplet, und so weiter se…

Hijrah

Selamat tahun baru 1438 Hijriah!

Gak penting sih selamat2 gitu, haha. Kalo kata Ustadz Farid Nu'man di channel telegram nya, beliau bilang seharusnya pergantian tahun hijriah itu menjadi momentum untuk kita umat muslim merefleksi kejadian hijrah yang dialami oleh Rasul dan para sahabatnya dahulu. Membaca, mempelajari, dan mengambil hikmah yang terkandung dalam kisahnya. Lebih bagus lagi jika kita bisa menerapkan pelajaran2 tersebut dalam konteks jaman sekarang. Karena salah satu makna hijrah yang dapat kita ambil, yaitu: berpindah (berubah) ke tempat (arah) yang lebih baik.

Klise sih, tapi ya entah kenapa tiap momen tahun baru selalu saja kita (at least gw sendiri sih xD) punya semacam 'resolusi' untuk menjadi lebih baik. Awalnya semangat 45, terus 2-3 bulan mulai males, tiba-tiba udah desember lagi. Repeat :p. Beda banget sama peristiwa hijrah Rasul dulu, yang benar-benar menandai awal kebangkitan Islam pada masanya. Terlepas dari suratan takdir yang memang Allah tetapkan, …

My IELTS Experience

At first I want to write this post in English, but ticket to UK is very expensive so I will just write this in Indonesia (krik...krik..krik..) xD

Yak sedikit jayusan mudah2an gak bikin ilfil ye, hehe. Alhamdulillah, siang tadi (sabtu 22/2), saya baru saja mengerjakan tes IELTS di Paramadina Graduate School, daerah SCBD. Nah aye mau sedikit cerita nih pengalaman ngambil tes IELTS, mulai dari persiapan, pendaftaran sampe penyesalan #eh. Semoga bisa bermanfaat.
Persiapan Hmm, nothing much to say xD
Karena saya orangnya sangat hemat (bisa jadi pelit), saya melakukan persiapan seadanya aja. Gak pake les persiapan, gak pake tes prediksi, gak pake jadwal tetap buat latihan. Kalo lagi mood, apalagi mendekati hari-H, barulah tergerak untuk belajar, hehe. Nah yang ini jangan ditiru ya. Emang bener dah (perfect) practice makes perfect.

Intinya sih saya siap2nya otodidak aja: baca beberapa buku tentang IELTS, nonton video pelajaran english di yutub, baca2 web tentang ielts atau english in genera…