Langsung ke konten utama

Pos

Ekspektasi

Seorang kawan pernah nge-tweet, "If you expect nothing, you'll get everything". Sekilas sih emang bener, kalau kita gak ekspek apa2, maka semua yang kita dapat akan menjadi suatu hal yang cenderung menyenangkan. Ada yang bikin rumus, kebahagiaan = realita - harapan. Ketika harapan/ekspektasi dihilangkan (0), maka realita apapun yang terjadi akan menjadi sumber kebahagiaan. Sayangnya, semua itu hanya teori.

Walau secara pikiran sadar kita bilang ke diri sendiri, "Jangan berharap apa-apa", secara berulang-ulang, pikiran bawah sadar kita sesungguhnya sudah memiliki harapan itu sejak awal, bahkan sebelum kita memikirkannya. Bisa aja kita menyangkal, tapi tetap saja harapan atau ekspektasi itu tetap ada di sana. Maka, yang paling bisa kita lakukan bukan lah menghilangkan ekspektasi itu, tapi mengelolanya (manage).

Dari mana datangnya ekspektasi? Dari mata turun ke hati katanya. Atau lebih tepatnya secara sains, dari mata naik ke otak. Artinya, segala input yg pernah k…
Pos terbaru

Intuisi

Salah satu yang paling ditunggu di Januari tahun ini, khususnya para penikmat tv series, adalah musim terbaru (dan katanya terakhir) serial Sherlock era modern. Pas nulis baru ada dua episode, dari rencananya tiga, yang udah rilis. Sebagai salah satu fans cerita-cerita detektif, saya sendiri sangat bahagia ada serial detektif modern yang mengambil inspirasi dari cerita klasik kayak ini. With good plot and right actors, it was superb.
Nah, pas nonton episode pertama, saya ingat betul ada perkataan Sherlock yang kayaknya belum lama pernah baca dimanaa gitu. Yaitu ketika adegan Sherlock masuk ke ruangan keluarga seorang menteri Inggris Raya, dan tiba-tiba dia merasa ada sesuatu yang janggal di situ. Dr.Watson bertanya, "What's wrong?", dan Sherlock pun menjelaskan:
"Intuition are not to be ignored, John. They represent data processed too fast for the conscious mind to comprehend."
Intuisi, atau insting/firasat/dll, secara ilmiah memang bisa dijelaskan kurang lebih se…

Prioritas

Seorang kawan pernah meminta masukan untuk memilih pasangan tempat kerja baru. Dari beberapa pilihan, dia sudah buatkan daftar perbandingan keduanya. Yang dibandingkan pun beragam, dari yg standar seperti lokasi & gaji, hingga visi misi. Di antara pilihan tersebut, jelas dia bingung karena tidak ada yang paling ideal. Pasti ada plus minusnya. Dalam seni membandingkan seperti ini, kita tak kan bisa membuat keputusan, tanpa satu hal: prioritas.
Dalam bukunya, Problem Solving 101, Ken Watanabe memberikan tips praktikal dalam membandingkan beragam pilihan dan membuat keputusan. Salah satu caranya adalah dengan membuat bobot dari kriteria yang kita bandingkan. Ken memberikan contoh seorang anak yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional, kebingungan dalam memilih sekolah SMA yang akan mendukung karirnya. Pilihannya antara dua: sekolah yang dekat dan sangat terkenal prestasi sepak bolanya, namun persaingan tinggi untuk klubnya. Yang kedua agak jauh dan tak kalah terkenal sepak bo…

Menunggu

Tiap saya harus pergi ke jakarta naik KRL dari depok, hampir dapat dipastikan keretanya akan menunggu antrian masuk menuju stasiun Manggarai. Anker alias anak kereta pasti tahu betul rasanya gimana. Kalau pas lagi buru-buru pasti langsung merasa gelisah, berkeringat dingin, gigit bibir, berulang kali ngecek jam, dan waktu berjalan terasa lambat sekali. Mungkin juga tanpa sadar bergumam, 'Ya Allah lama banget berentinya, kapan jalannya nih kereta...'
Pengalaman mengantri atau menunggu dalam antrian itu pasti pernah kita rasakan sehari-hari. Bisa jadi saat mengurus paspor di imigrasi, berobat ke dokter, membuat/perpanjang sim-stnk, atau sesederhana antre buat isi bensin. Tak jarang saat menunggu giliran kita, waktu berasa sangat lambat, entah karena kita lagi buru-buru atau memang pelayanannya lambat banget. Dan tak sadar, suasana hati kita berubah cuma gara-gara menunggu.
Menunggu, apalagi jika tidak jelas kapan atau berapa lama lagi giliran kita, memang gak pernah enak rasanya. …

Batas

Jum'at kemarin, di Jakarta, khususnya daerah monas menjadi lautan manusia dengan mayoritas beratribut putih-putih. Kabarnya jumlah massa mencapai satu juta lebih, berasal dari jabodetabek dan luar kota lainnya. Aksi yang bertajuk 'Aksi Bela Islam' pada 4 November 2016 kemarin, jadi salah satu aksi terbesar yang pernah terjadi sepanjang masa reformasi di negeri ini. Sudah cukup banyak yang membahasnya, baik sisi positif pun negatif, di sosial media juga di media massa.

Semua itu berawal dari sebuah video gubernur yg kini sedang nonaktif, Ahok, yang sedang berbicara dengan gayanya ceplas-ceplos dan agak kelewat batas hingga akhirnya melukai perasaan umat Islam. Batas yg dimaksud di sini adalah tuduhan kepada 'ulama yang dikatakan Ahok 'membohongi' orang dengan surat Al-Ma'idah ayat 51. Walau memang dikenal suka berkata kasar dan asal ngomong, tapi untuk yang satu ini rasanya beliau sudah terlalu jauh melewati batasnya. Tak heran jika sebagian umat Islam menjad…

Tergesa

Pernah naik wahana halilintar di Dufan? pasti inget dong rasanya gimana: berjalan pelan di awal, dibawa ke atas, kemudian dilepas ke hukum alam dan kita hanya dapat pasrah berdoa pada Yang di Atas. :D
Entah kenapa jadi teringat pengalaman itu akhir-akhir ini. Sekitar 2 minggu belakangan ini memang rasanya kondisi hati alias mood saya seakan lagi naik roller coaster; naik dan turun secara tiba-tiba. Dari kerjaan, lagi ada deadline proyek yang lumayan 'legendaris', yang mungkin menyangkut hajat hidup banyak pihak. Dan dari urusan pribadi pun, lagi ada sesuatu yang gak kalah pentingnya. Entah kenapa, hal-hal penting tersebut terjadi di saat yang bersamaan. Alhasil, rasanya jadi tak bisa maksimal dimana-mana..
Saat mengingat bagaimana saya bekerja dua minggu terakhir ini, rasanya seperti lagi sprint di lari marathon terus di tengah trek banyak antrian tahu bulat ngalangin jalan. Banyak jarak yang harus ditempuh, tapi larinya mesti sprint, eh terus banyak obstacle yang bikin lambat. …

Hijrah

Selamat tahun baru 1438 Hijriah!

Gak penting sih selamat2 gitu, haha. Kalo kata Ustadz Farid Nu'man di channel telegram nya, beliau bilang seharusnya pergantian tahun hijriah itu menjadi momentum untuk kita umat muslim merefleksi kejadian hijrah yang dialami oleh Rasul dan para sahabatnya dahulu. Membaca, mempelajari, dan mengambil hikmah yang terkandung dalam kisahnya. Lebih bagus lagi jika kita bisa menerapkan pelajaran2 tersebut dalam konteks jaman sekarang. Karena salah satu makna hijrah yang dapat kita ambil, yaitu: berpindah (berubah) ke tempat (arah) yang lebih baik.

Klise sih, tapi ya entah kenapa tiap momen tahun baru selalu saja kita (at least gw sendiri sih xD) punya semacam 'resolusi' untuk menjadi lebih baik. Awalnya semangat 45, terus 2-3 bulan mulai males, tiba-tiba udah desember lagi. Repeat :p. Beda banget sama peristiwa hijrah Rasul dulu, yang benar-benar menandai awal kebangkitan Islam pada masanya. Terlepas dari suratan takdir yang memang Allah tetapkan, …